The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

HarianKomentar.Com


HarianKomentar.Com, 06 September 2005

KPA Sinode GMIM Prihatin Guru Sekolah Minggu Divonis Penjara

Vonis tiga tahun penjara bagi tiga orang Guru Sekolah Minggu (GSM) yang ada di Indramayu, Jawa Barat, tak pelak menyisakan keprihatinan yang mendalam pada Komisi Pelayanan Anak (KPA) Sinode GMIM.

Pasalnya, sebagai sesama GSM, KPA Sinode GMIM mera-sa terbeban atas pengorba-nan dan penderitaan yang di-alami mereka. Betapa tidak, tugas mulia untuk membim-bing dan mengenalkan anak-anak pada 'Sang Juru Sela-mat' itu harus dibayar dengan harga mahal, yakni dengan menerima vonis tiga tahun penjara. "Sebagai sesama pelayan, kita sangat terbeban dan menyesalkan persoalan ini. Sebab, apa yang dialami mereka itu merupakan pengorbanan yang luar biasa," tukas Ketua KPA Sinode GMIM, Pnt Dra Paula Lumentut-Runtuwene kepada harian ini, Senin (05/09) kemarin.

Lebih lanjut Paula mengata-kan, untuk mengetahui seca-ra jelas tentang kronologis masalah ini, pihaknya telah berupaya menghubungi se-jumlah jaringan informasi dan jaringan doa yang ada di Indonesia. Pasalnya, duduk persoalan dijebloskannya tiga GSM ini harus jelas. Sehing-ga terkait hal ini akan ada langkah-langkah konkret yang dapat ditempuh oleh KPA Sinode GMIM. "Bukan kita tidak percaya dengan pembe-ritaan media, namun untuk memastikan masalah ini kita harus mengkonfirmasikannya pada sejumlah jaringan infor-masi. Hal ini kita lakukan agar informasi yang kita da-patkan menjadi jelas dan tidak simpang-siur," ungkap Paula sembari menambahkan bahwa sampai saat ini, KPA Sinode GMIM belum dapat mengambil sikap. Dan kalau-pun ada, hal ini harus dibi-carakan terlebih dahulu dengan Badan Pekerja Sinode (BPS) GMIM.

Untuk itu, dukungan yang dapat diberikan terhadap per-soalan ini, KPA Sinode GMIM, dari sisi iman Kristen hanya dapat memberikan dukungan doa, dengan harapan penderi-taan yang dialami oleh tiga GSM ini, dapat secepatnya berakhir. "Namun dari sisi hi-dup berbangsa dan negara, munculnya persoalan ini ha-rus dapat disikapi secara bijak-sana, antara lain mengede-pankan keadilan," imbuhnya.

Sementara itu, hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Manado, Pdt Jeffry Saisab STh. Menurutnya, pengadilan di Indonesia ini sudah buta. Buktinya, kekerasan dan ketidakadilan yang melanda kaum minoritas di negeri ini terus saja berlangsung, se-mentara hukum dan undang-undang yang ada sepertinya tak mampu memberikan ja-waban.

Di sisi lain, salah seorang guru Sekolah Sabat yang ju-ga Sekjen Advent Reforma-si Indonesia, John FE Suoth, menegaskan jika kasus-kasus kekerasan agama mu-lai dari penutupan tempat ibadah dan vonis tiga tahun penjara bagi GSM, tak dapat dituntaskan maka bencana di negeri ini akan datang makin banyak.(eda)

© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved.
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/hoelaliejoe
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044