The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

KOMPAS


KOMPAS, Senin, 26 September 2005, 13:09 WIB

Bupati Cianjur Larang Aktivitas Ahmadiyah

Cianjur, Senin

Bupati Cianjur H Wasidi Swastomo melarang kegiatan aktivitas Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) karena dianggap menyesatkan.

"Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam waktu dekat akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan pihak Kepolisian Resort Cianjur dan Kejaksaan Negeri Cianjur yang berisi pelarangan segala aktivitas Ahmadiyah di Kabupaten Cianjur, " kata Wasidi di Cianjur, Senin (26/9).

Pernyataan itu dikemukakan Wasidi menyusul terjadinya aksi penyerangan dan perusakan yang dilakukan massa terhadap empat perkampungan milik Ahmadiyah di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Campaka, pekan lalu. Sedikitnya tujuh rumah milik jemaat Ahmadiyah hancur dan 12 orang pelaku perusakan digelandang ke Mapolres Cianjur untuk diperoses lebih lanjut.

"Setelah melakukan pertemuan dengan tingkat muspida yang membahas persoalan Ahmadiyah, maka dalam satu dua hari ini akan dibuat SKB yang nantinya akan ditandatangani oleh pemkab, kepolisian, dan kejaksaan. SKB ini berisi pelarangan penyebaran ajaran Ahmadiyah di Kabupaten Cianjur," ujar Wasidi.

Wasidi juga mengungkapkan, SKB soal Ahmadiyah tersebut dikeluarkan atas rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, Komando Distrik Militer 0608 Cianjur, DPRD Kabupaten Cianjur, serta desakan sekira 40 organisasi massa Islam se-Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, pemerintah menganggap perlu mengeluarkan SKB untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa penyerangan terhadap warga Ahmadiyah seperti yang terjadi di daerah Cibeber dan Campaka. Sebab, konflik tersebut mengundang kerawanan terjadinya bentrokan secara fisik.

Wasidi mengakui, sebelum peristiwa penyerbuan terhadap perkampungan Ahmadiyah, pihaknya sempat mendengar informasi rencana tersebut. Saat itu, kata Wasidi, pihak muspida sempat melakukan beberapa kali pertemuan dengan MUI dan pihak Ahmadiyah. Namun karena lemahnya unsur keamanan, maka peristiwa bentrokan tidak bisa dihindari. "Waktu itu kami menjamin tidak akan terjadi aksi anarkis, tapi karena adanya masalah teknis di lapangan, yaitu soal keamanan, ternyata apa yang kita khawatirkan terjadi juga," katanya.

Copyright © 2002 Harian KOMPAS
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/hoelaliejoe
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044