Radio Vox Populi [Ambon], 07-Sep-2005
Amarildo Lawansuka, Sakit Hati Melihat Pengungsi di Ambon
07-Sep-2005, Rudi Fofid - Ambon
Ambon, Vox Populi (7 September 2005)
Dua kali bertanding, dua kali pula Amarildo Lawansuka bikin gol. Satu ke gawang
Nusaniwe Selection, satu lagi ke gawang Baguala Selection. Pantas saja bila dia
menjadi idola penonton di Stadion Mandala Remaja Karangpanjang Ambon.
Tapi sinyo yang biasa disapa Ama ini mengaku merasa sakit hati. Apa gerangan
yang melukai hati putra bungsu Rudi Lawansuka dan Lien Mahubessy ini ? Ternyata
tidak ada hubungan sama sekali dengan sepakbola.
Ama yang ditemui di Baguala Bay Resort Waitatiri, pekan lalu, mengaku sakit hati
melihat pengungsi di Taman Hiburan Rakyat (THR) Waihaong dan Gudang Pupuk
Paso.
"Kalau Ama lihat rumah di Ambon terbakar, hati sakit. Katorang pigi lihat pengungsi,
hati juga sakit. Dong seng ada rumah, seng ada orang tua, seng ada makanan, Ama
rasa sakit di hati. Padahal katong di Belanda, semua ada. Ada orang tua, ada
makanan" ujarnya terbata-bata.
Dalam situasi sekarang, menurut dia, tak ada pilihan lain kecuali semua harus
berusaha supaya Ambon kembali seperti sedia kala. "Ama mau bilang, Islam dan
Kristen, satu gandong e, jang bakalae lai. Senang kalo seng ada bakalai,"
sambungnya.
Ama yang lahir di Roterdam 11 November 1986 ini berkisah, pada usia sembilan
tahun, dia pertama kali diboyong ayah-bunda dan opa-oma ke Ambon, mengunjungi
kampung halaman leluhur dan sanak famili di Hative Besar.
Waktu itu, katanya, semua di Ambon terasa sangat manis. Sekarang setelah
sembilan tahun kemudian dia datang lagi bersama tim sepakbola Jong Ambon,
menurutnya, terasa Ambon sudah sangat lain setelah konflik. Semua inilah yang
membuat pelajar Roc Zadkine MBO Roterdam ini mengaku sakit hati, ya soal
pengungsi itu tadi. Dia berharap, semua yang buruk akan segera berlalu dan Ambon
akan kembali manis seperti dulu.
Kembali soal sepakbola, Ama mengaku sudah mulai menyepak si kulit bundar sejak
usia sembilan tahun sampai akhirnya masuk SV Jong Ambon. Selain bintang
sepakbola Belanda Simon Tahamata yang dikaguminya, Ama mengaku menyukai
tipe pemain Argentina Roman Riqueme.
"Dia jago bikin gol. Di posisi lapangan tengah, dia sangat kuat. Kalau oper bola selalu
pas. Tendangannya luar biasa," ungkap remaja yang berobsesi menjadi pemain
profesional ini.
Menghadapi dua pertandingan tersisa dalam tur Jong Ambon yakni melawan
Perserikatan Sepakbola Hitu Leitimur (PSHL) dan PSA, Ama berjanji membuat gol
lagi. "Harus bikin gol. Kalau main, katong selalu mau menang," ujarnya. (VP)
Copyright © 2005 RadioVoxPopuli.com. All right reserved.
|