TEMPO, Kamis, 25 Agustus 2005 | 15:02 WIB
Bom Meledak di Pasar Mardika Ambon
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah bom meledak di Pasar Mardika, Ambon, Kamis
(25/8) pukul 14.00 waktu setempat (12.00 Wib). Delapan orang luka-luka dan kini
mereka dirawat di Rumah Sakit Al-Fatah dan RS Bhayangkara, Tantui.
Para korban adalah Arif, 28 tahun, (terluka dibahu kanan dan kaki kanan); Rakinah
Mansyur, 18, siswa Madrasah Aaliyah (terluka di kaki kanan); Farida Loilatu, 18 (
terluka di kaki kanan); Irwansyah, 18 (terluka di paha kanan), Ny. Kalsum, 55,
(terluka di lengan kanan dan kaki kanan); Iwan Gailea, 26 (terluka di lengan kanan).
Seorang yang dirawat di RS Bhayangkara belum diketahui identitasnya.
Akibat bom yang meledak di jalur keluar masuk mobil angkutan umum di Terminal
Mardika itu, dua mobil dan dua sepda motor rusak.
Menurut B. Pasal, tukang becak dan saksi mata, sebelum ledakan ada seorang lelaki
berpostur tinggi menitipkan dua kardus kepada dirinya. Lelaki itu meminta Pasal
mengantar kardus ke terminal jurusan Karang Panjang.
Saat sedang mengayuh becak, Pasal mencium bau belerang dari dalam becaknya. Ia
mengaku langsung berbalik untuk mengembalikan barang tersebut. Namun naas,
kardus yang ternyata berisi bom itu meledak.
Saat ditemui di RS AL Fatah, Pasal mengalami luka-luka akibat pukulan oleh massa.
Setelah memberi keterangan, Pasal langsung pingsan dan kemudian dibawa oleh
anggota polisi.
Korban lain, Farida Loilatu, mengungkapkan, "Saya baru pulang sekolah dan menuju
terminal untuk naik angkutan ke rumah, namun tiba-tiba saja saya sudah tidak
sadar."
Komisaris Besar Polisi Bambang Hermanu, Direktur Reserse dan Kriminal Polda
Maluku, mengatakan, bom yang meldak itu berkekuatan rendah. Polisi masih
menyelidiki insiden ini, katanya.
Warga di sekitar Pasar Mardika dan terminal tampak panik oleh ledakan. Namun,
setelah insiden ini, situasi Ambon tetap normal. Yusnita Tiakoly
copyright TEMPO 2003
|