.

Home Hikmah

CINTAILAH ORANG LAIN SEPERTI MENCINTAI DIRI SENDIRI

"Dari Anas, dari Nabi SAW, bahwa belia bersabda : Demi yang diriku di tangan-Nya, seseorang tidak dikatakan beriman, sebelum ia mencintai saudaranya, sebagaimana cintanya kepada diri sendiri". [HR Bukhari & Muslim]

Dari riwayat Muslim ini ada kata-kata :... sebelum ia mencintai saudara atau tetangga, sebagaimana cintanya kepada dirinya sindiri".
Hadits ini menerangkan tentang besarnya hak seseorang atau tetangga kepada saudaranya se-Agama atau se-tetangga Islam.
Disini dinyatakan "tidak beriman" orang yang tidak mencintai saudaranya se-Agama dan tetangganya se Islam.

Lalu apa yang dimaksud dengan "tidak beriman" disini ?
Jumhur Ulama mengartikan kata-kata "tidak beriman" dengan arti "kafir". Karena menurut kaedah-kaedah syariah dikatakan bahwa orang orang yang tidak memenuhi sifat ke Islamannya, tidak dianggap keluar dari agama Islam.
Tentang "mencintai" ini apakan "mencintai" dalam segala hal atau terbatas saja ?

Dalam riwayat Nasa'i ada riwayat menerangkan lebih lanjut sebagai berikut :
"... sehingga ia mencintai saudaranya dalam kebaikan sebagaimana yang dicintai oleh dirinya sendiri".

Dalam hadits Thabrani dari Jabir, disebutkan :
"Tetangga itu ada tiga macam :
1. Tetangga yang musyrik, maka ia hanya punya hak ketetanggaan.
2. Tetangga yang Muslim, maka ia punya duah hak, yaitu hak ketetanggan dan hak ke Islaman.
3. Tetangga Muslim yang suka menyambung tali kekeluargaan, maka ia punya tiga hak, yaitu ke Islaman, hak tali kekeluargaan dan hak ketetanggan.

--oo 0 oo--

Di kutip dari BERSAMA RASULULLAH SAW DAN TUNTUNAN ETHIKANYA oleh MOH Thali