.

Home Hikmah

KARENA ALLAH
Oleh: Ameer Hamzah


Barang siapa memberi karena Allah. Menolak karena Allah
Mencintai karena Allah. Dan menikahi karena Allah
Maka sempurnalah imannya

[Hr. Abu Dawud]


Dewasa ini kaum dhuafa(orang miskin) sangat membutuhkan uluran tangan kaum aghnia(orang kaya), terutama masalah sembako(sembilan bahan pokok). Agama Islam mengajarkan pemeluknya supaya memberi karena Allah (Ikhlas Lillahi Ta'ala). Dengan niat yang ikhlas pahala berlipat ganda. Jangan sekali-kali memberi karena selain Allah. Amal yang tidak ikhlas itu tidak mendapat pahala apa-apa di hari akhirat kelak.

Ada juga seorang ulama yang menolak pemberian dana dari sebuah partai politik. Mengapa ia tolak? Rupaya si pemberi itu ingin mengharapkan balasan dari para ulama dan santri-santrinya. Ulama menolak karena Allah sebab ia tidak berani menjamin bahwa santrinya mau mendukung partai tersebut. Pemberian yang bukan karena Allah sebaiknya memang ditolak. Sebab bila menerima pemberian orang karena ada kolusi si penerima itu juga turut berdosa baik dengan manusia maupun dengan Khaliq.

Tentang hal cinta mencintai, baik antara laki-laki dan perempuan, maupun antara teman seperjuangan, bisnis, pertanian maupun profesi lain yang kita lakukan. Semua itu harus didasari pada kecintaan yang suci dan murni (karena Allah, bukan karena makhluk yang lain). Mencintai karena Allah menyebabkan tumbuhnya kejujuran, dan terhindar dari penghianatan. Allah sangat murka apa bila orang berkhiatan dalam urusan cinta.

Sekiranya membenci seseorang, juga harus karena Allah bukan karena kedengkian dan kezaliman. Rasulullah tidak pernah membenci orang meskipun ia seorang kafir Yahudi sepanjang kafir itu tidak menghianati perjuangan umat Islam. Kalau akhirnya beliau harus memerangi Yahudi, karena kelompok mereka sudah mulai berkhianat kepada Nabi dan umatnya.

Membina rumah tangga (perkawinan) harus juga didasari karena Allah. Kewajiban seorang lelaki memilih wanita yang taat beragama supaya terbina mahligai bahagia. Karena itu dalam hal ini sebelum membina rumah tangga seseorang dibolehkan melihat, menyelidiki keturunan, menimbang-nimbang dan memutuskan. Kalau sudah cocok baru mengajaknya kepelaminan. Jangan melihat jodoh dengan hawa nafsu, karena kecantikan, materi dan begitu juga sebaliknya, wanita juga berhak menerima dan menolak calon suami. Jangan asal jadi suami atau istri.

Alhamdulillah apabila mampu melaksanakan lima hal tersebut, seorang Muslim sudah dapat digolongkan dalam keimanan yang sempurna. Iman yang sempurna itu akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi yang bersangkutan. Semoga kita termasuk dalam golongan yang sempurna imannya.


--oo 0 oo--

Di kutip dari BERSAMA RASULULLAH SAW DAN TUNTUNAN ETHIKANYA oleh MOH Thali