MUTIARA HADITS.

Home Hikmah

PAMER DIRI


Dari Mahmud bin Lubaid, ia berkata : "Rasulullah saw. bersabda : "Sesunggunhnya sesuatu yang paling saya khawatrikan pada dirimu sekalian adalah syirik yang paling kecil, yaitu sombong". [HR. Ahmad]

Pamer diri yang dalam bahasa Arab nya "riya" asal artinya ialah memperlihatkan kepada orang lain keadaan yang tidak sebenarnya. Dalam agama kita "riya" berarti "berlaku ta'at kepada Allah dan menjauhi laranganNya agar mendapat perhatian manusia untuk keuntungan duniawi; atau agar terkenal dimata orang banyak; atau agar diketahui orang lain sehingga mendapatkan keuntungan harta atau lainnya.
Riya oleh Allah dikatakan sebagai salah satu sifat orang munafik.

Dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah saw, bersabda :

"Allah Ta'ala berfirman: Barang siapa berbuat sesuatu dengan menyekutukan Aku dengan selain Ku, maka segala perbuatannya itu baginya sendiri, dan Aku berlepas diri dari padanya; sebab Aku adalah yang paling tidak memerlukan sekutu".

Hadits ini maksudnya, bahwa Allah tidak akan memberi ganjaran sedikitpun kepada orang yang berbuat baik dengan riya'. Karena Allah tidak suka untuk disekutukan denga apapun. Sebab Allah itu Maha Kuasa, Dia tidak perlu kepada bantuan siapapun, bahkan sebaliknya yang lain itulah yang selalu memberlukan pertolonganNya.
Riya' bisa dilakukan oleh badan, seperti menggunakan pakaian lusuh atau muka sedih guna menunjukkan seolah-olah ia orang yang beragama dengan sungguh-sungguh dan prihatin memikirkan nasib agamanya serta takut kepada hari akhirat.
Atau juga dengan makan sedikit, rambutnya lusuh dan berpakaian compang-camping, agar di sangka orang bahwa ia bersungguh-sungguh menjalankan taqarub kepada Allah.
Riya' juga bisa dilakukan dengan ucapan dan pembicaraannya.
Dalam bicara suka menasehati orang agar berlaku baik, suka menceriterakan perjalanan orang orang sholeh agar di sangka suka memperhatikan kehidupan orang orang shaleh serta disangka luas ilmunya.
Dibalik itu, jika dia tidak lagi berada di tengah orang banyak, ditempat sepi atau sendirian dia berbuat mungkar, melanggar apa yang dilarang Allah dan meninggalkan ibadah yang diwajibkan kepadanya.
Pamer diri (riya') dengan lisan patunya luas sekali. Adakalnya orang merasa besar diri karena punya sahabat yang hebat, atau punya pengikut yang banyak atau punya murid yang masyhur.
Riya' ini suatu sifat tercela yang luas sekali daerahnya. Ia bisa berujud dalam perbuatan badan, lisan dan tulisan.
Seorang berbuat riya' bila dalam melaukkan kebaikan, misalnya shadaqah, selain mengharapkan pahala, juga ingin dikatakan dermawan.
Seorang berkata riya' bila dalam mengucapkan yang baik itu, selain mengharapkan pahala, juga ingin dikatakan "ia orang yang baik".
Begitu pula riya' dalam tulisan.
Riya' disisi Allah adalah perbuatan syirik yang paling samar, dibanding dengan perbuatan-perbuatan syirik lainnya.

--oo 0 oo--

.