KEUTAMAAN SHALAT SUNAT DAN SHALAT MALAM

Tidak ada tuntunan yang membedakan antara nilai shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunat. Yang membedakan nilainya adalah shalat sendiri atau berjamaah.

Perbedaan shalat wajib dan shalat sunat adalah hukumnya (wajib dan sunat). Sedangkan nilai pahalanya sama. Jadi sangat tidak benar antara orang yang apabila mengerjakan shalat wajib, selalu diusahakan sebaik-baiknya tetapi kalau mengerjakan shalat sunat seenaknya sendiri (tidak khusuk).

Kalau kita umpamakan shalat itu sebagai kerja, maka yang wajib bisa kita samakan dengan jam dinas, sedangkan yang sunat sebagai jam lembur. Tentu saja cara pelaksanaanya sama. Bahkan mungkin jam lembur kita kerjakan sebaik-baiknya. Begitu pula dengan shalat sunat, jika dilakukan sebaik-baiknya semakin memperbesar nilai tambah kita dan menutupi kekurangan kekurangan kita yang lain.

Khusus mengenai shalat malam (sunat) sangat ditekankan :

Ikuti Hadits berikut :

"Wahai manusia, sebarkanlah salam, dan berilah makan orang yang kelaparan, dan sambunglah silaturahim dan shalatlah malam di kala orang tidur, engkau akan masuk surga dengan selamat".

Dalam hadits yang lain :

"Tuhan kami yang agung, pemberi barakah, setiap malam turun kelangit dunia pada sepertiga malam terakhir, kemudian berkata, "Siapa yang berdoa kepadaku, aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaku aku beri. Siapa yang mohon ampunan kepadaku, aku ampuni".

Di kutip dari Penuntun Shalat oleh Drs. M. Nawai T