Home

KEWAJIBAN MELAKSANAKAN SHALAT DAN SHALAT BERJAMAAH

Banyak orang yang meremehkan shalat berjamaah. Allah SWT banyak meyebut kata "shalat" dalam Alqur'an. Ini menandakan bagitu penting perkara ini. Allah telah memerintahkan kita untuk memelihara dan melaksanakan shalat dengan berjamaah.

Allah juga mengatakan bahwa meremehkan dan malas mengerjakan shalat berjamaah, termasuk sifat orang munafik.

Firman-Nya :
"Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu." (QS. Al-Baqarah 238)

Bagaimana seorang Muslim dapat dikatakan sebagai orang yang memelihara dan mengagungkan shalat, bila ia tidak melakukan (bahkan meremehkan) shalat berjamaah bersama rekan-rekannya?

Allah SWT berfirman;
"Dirikanlah olehmu shalat, tunaikan (pula) zakat dan ruku'lah kamu beserta orang-orang yang ruku'." (QS.Al-Baqarah 43)

Dalam surat An-Nisaa', Allah berfirman, yang artinya:
"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata. Kemudian apabila mereka (yang shalat bersertamu) sujud (telah menyempurnakan (serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). Dan (kemudian) hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata..." (QS.An-Nissa' 102)

Pada ayat diatas Allah mewajibkan kaum muslimin untuk mengerjakan shalat berjamaah dalam keadaan damai, dan tidak dibenarkan seorang Muslim meninggalkan kewajiban tersebut.

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah bersabda:
"Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat. Maka aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam dan shalat bersama manusia. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka." (HR. Bukhari Muslim)

Abdullah bin Mas'ur RA berkata :
"Engkau telah melihat kami, tidaklah seseorang yang meninggalkan shalat berjamaah, kecuali ia seorang munafik yang diketahui nifaknya atau seseorang yang sakit, bahkan seorang yang sakitpun berjalan (dengan dipapah) antara dua orang untuk mendatangi shalat (shalat berjamaah di masjid)."
Abdullah bin Mas'ud lalu menegaskan :
"Rasullulah mengajarkan kita jalan-jalan (untuk memperoleh) hidayah, dan salah satu jalan hidayah itu adalah shalat di masjid (shalat yang dikerjakan di masjid)." (Shahih Muslim)

Allah berfirman, yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) dihadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir). Tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya." (QS.An-Nisaa 142-143)

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita sekalian untuk mencapai ridha-Nya serta perbaikan masalah dunia dan akhirat. Kita juga memohon perlindungan dari sifat-sifat yang menyerupai orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha mulia.

.

Dari Lembaran Dakwah "Uswatun Hasanah" oleh

(Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz)