. |
NASIB SANG IBU
Oleh: Saifullah Thahir
Ibu
Ibu Seandainya nyawaku dapat kubagikan dua
tentu setengahnya akan kuberikan kepadamu wahai ibu
supaya kita hidup bersama dan mati bersama
Karya penyair sufi Jalaluddin Rumi kelahiran Afganistan itu mengingatkan kita selaku umat Muhammmad, untuk tidak
menyiakan jasa seorang ibu.
Ibu merupakan inti dari tengah rumah tangga dan masyarakat. Beliau yang memberikan pengaruh yang sangat kuat pada
diri kita anak-anaknya. Baik dengan perkataan, keteladanan, maupun dengan kasih sayang dan cinta.
Anak-anak hampir selalu meniru ibunya. JIka ibu menegakkan hukum-hukum Allah dan menaatinya, dan juga berpegang
kepada akhlak Islam yang terpuji, anak tentu akan tumbuh dengan memiliki akhlak-akhlak tersebut, Begitu pula sebaliknya.
Dalam sebuat syair dikatakan:
Adakah kesempurnaan bisa diharapkan dari anak yang menetek dari ibu yang tiada sempurna?
Kasih sayang dan cintanya yang diberikan kepada kita sewaktu kecil, diharapkan dapat kita balas di hari tuanya
dengan cinta dan kasih sayang pula. Ini dapat kita tanyakan pada diri kita apakah semua itu sudah kita berikan
kepada ibu sebagaimana dia inginkan ?
Sangat kita sesalkan kasih sayang dan cinta yang diinginkan ibu kita ganti dengan duka, rasa malu, atau bahkan
beban mental, yang berkepanjangan.
Seperti di Aceh, beban kaum ibu saat ini seperti bertimpa-timpa. Banyak diantara mereka yang harus mengungsi dan
melahirkan serta menyusui anaknya dalam lingkungan sumpek kamp pengungsian.
Belum lagi banyak terjadi pembunuhan sehingga ramai wanita jadi janda. Banyak pula yatim yang terpaksa dibesarkan
secara single parent oleh ibunya. Semua itu membuat kita prihatin dan sedih. Duka Aceh seperti tak kunjung pulih.
.......
Catatan :
" Begitu juga dengan Maluku, banyak pengungsi yang kehilangan suami, anak dan saudara yang di cintai. Dan
masih banyak kaum Ibu yang harus merasakan penderitaan, Lalu apa yang dapat kita berikan sebagai sesama umat manusia,
sesama umat Islam dan sesama umat yang memiliki Hati Nurani ????? "
|