TIDUR UNTUK KESEHATAN
Ternyata tidur yang kurang dapat menyebabkan produktifitas
kerja menurun cukup signifikan. Di kota-kota besar, tidur delapan jam dianggap sebagai kemewahan. Masyarkat kota
memang identik dengan kerja keras.
Ada yang beranggapan lebih sebih sibuk lebih baik, karena tidur adalah kerja si pemalas. Mereka menganggap tidur
siang adalah kebiasaan para priyayi kuno yang bertentangan dengan gaya hidup para eksekutif yang senantiasa sibuk.
Sebenarnya seberapa penting tidur itu ? Sangat penting kata Duane Slegel dari Sleep Disorders Center yang berbasis
di Dallas, Texas. Karena pentingnya itu pula, sepertiga dari hidup kita sebaiknya dialokasikan untuk tidur dan
beristirahat. Mengurangi waktu tidur, tandasnya bertentangan dengan kerja tubuh yang normal.
"Kurang tidur akan menyebabkan orang mudah marah, sukar berkonsentrasi, dan bahkan menurunkan kekebalan tubuh."
ujar Slegel
Tidak hanya sukar berkonsentrasi, orang yang sering mengalami kurang tidur juga dapat mengalami kesulitan mengingat,
kehilangan kemampuan memakai logika serta kehilangan kemampuan matematis.
Bukan itu saja, tidur juga menjadi bilang keladi bagi meningkatnya kecelakaan di jalan raya. Demikian menurut penelititan
yang dilakukan Asosiasi Automobil Amerika untuk Kemamanan Berkendara dan Pusat Riset Keamanan Jalan Tol, Universitas
North Carolina. Lebih dari 200 ribu kecelakaan mobil di AS setiap tahunnya ternyata disebabkan karena pengemudinya
tidak cukup tidur. Untuk diketahui difinisi kurang tidur itu sendiri meliputi tidur kurang dari empat jam setiap
malam, atau melek lebih dari 20 jam per hari.
Yang lebih ironis, tidur yang kurang menyebabkan produktifitas kerja menurun cukup signifikan. Jika dihitung secara
material, di AS secara nasional kerugian yang diakibatkan kurang tidur ini mencapai 150 miliar dolar setiap tahunnya.
Dengan demikian kerja keras yang dilakukan orang agar hidup nyaman dan mampu membeli alat-alat yang mempermudah
tugas sehari-hari. Namun toh itu semua tak juga membuat kita bertambah relaks dan beristirahat dengan biak.
Penyebab Kurang Tidur
Adapun penyebab dari kurang tidur itu selain dari kesibukan yang menumpuk juga disebabkan oleh pola makan yang
salah yang berakibat pada "higinitas tidur". Diantaranya minum-minuman berkafein pada sore hari, atau
berolah raga menjelang tidur.
Disamping itu kebiasan menonton TV menjelang tidur ternyata juga berakibat buruk bagi kesehatan kita. Alasannya
seperti dikemukakan Slegel, televisi menstimulasi tubuh dan pikiran kita, selain cahaya dan suara yang ditimbulkan
juga membuat orang terjaga alias susah memejamkan mata.
Stress karena beban kerja yang terlalu berat, juga bisa membuat tidur lelap makin jauh dari jangkauan. Sayangnya
pola hidup kurang tidur ini semakin menjadi kelaziman.
Mengatasi Kurang Tidur
Yang harus dilakukan untuk mengatasi kurang tidur adalah gunakan kamar tidur terutama untuk beristirahat. Bukan
untuk menonton teve. Karena itu, ciptakan suasana setenang dan senyaman mungkin di ruang pribadi ini. Juga, jika
sulit tidur di malam hari, jangan tidur siang. Dan, jika setelah 30 menit berbaring belum juga mengantuk, lebih
baik segera bangun dan melakukan hal-hal kecil untuk relaksasi, seperti membaca buku-buku ringan atau mendengarkan
musik yang tenang.
Selain itu, pergi tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari akan membantu anda mendapatkan istirahat yang
optimal. Saran lainnya adalah hal-hal yang umum diketahui, seperti tidak minum karein, alkohol, atau merokok pada
sore dan malam hari, dan berolah raga secara teratur pada jam jam wajar atau tidak terlalu dekat dengan jam tidur.
Jika tidak teratasi juga, sebaiknya pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Tapi jangan biasakan diri untuk minum
obat tidur.
-- oOo --