Laporan KONTRAS Tentang Senjata di Ambon

CONTENTS

From: "Mubarak Al Hussen" [kafilahsabit@hotmail.com]
Date: Sat, 07 Aug 1999 17:03:51 IRST


Data-data tersebut merupakan hasil investigasi relawan Kontras sejak 15 Juli sampai 5 Agustus 1999 di Ambon. Dari data korban tersebut, 20 orang meninggal dan 27 luka-luka akibat tembakan petugas. Pernyataan Kapolrittg jumlah korban yang tewas akibat kerusuhan Ambon sebanyak 33 orang, dibantah Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Dalam konferensi persnya, kemarin, Koordinator Divisi Legal Kontras, Ori Rahman SH, mengatakan jumlah korban akibat kerusuhan tersebut mencapai 82 orang meninggal dunia, 141 luka berat dan ringan, dan 4 orang hilang. Data-data tersebut merupakan hasil investigasi relawan Kontras sejak 15 Juli sampai 5 Agustus 1999 di Ambon.Dari data korban tersebut, 20 orang meninggal dan 27 luka-luka akibat tembakan petugas.

Sedangkan kurang lebih 73 orang mengalami hal yang sama tetapi belum dapat dipastikan sumber penembakan yang sebenarnya. Walaupun saat itu aparat melepaskan tembakan, banyak juga senjata mematikan yang dimiliki warga sehingga tak tertutup kemungkinan mereka yang melakukan. Pihaknya menuntut aparat keamanan bersikap netral, sehingga tidak ada lagi penembakan langsung karena keberpihakan aparat.

Selain itu, meminta masyarakat Maluku menghilangkan tindak kekerasan yang telah melanggar batas-batas perikemanusiaan, dan mengupayakan dialog untuk menyelesaikan tragedi tersebut. Juga, mengutuk pihak-pihak yang telah merekayasa atau mengambil keuntungan dari tragedi kemanusiaan ini.Hanya, sampai saat ini Kontras belum bisa memastikan, kasus Ambon merupakan rekayasa internasional atau murni lokal.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang beredarnya senjata organik di Ambon, Umar Attamimi menyatakan pihaknya juga melihat hal tersebut. "Bahkan senjata-senjata yang bukan dipakai aparat, seperti buatan Israel pun ada yang dimiliki masyarakat berikat kepala merah '' kata relawan Kontras di Ambon tersebut.

Sepertinya Yahudi dan Vatikan sudah menunjukkan batang hidung keterlibatan mereka dan semakin berani mencabik-cabik Indonesia.