detikcom - Jakarta, PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyatakan siap menangkap Suwondo, yang diduga terlibat kasus Bulog, jika pihak kepolisian belum juga melakukan tindakan terhadap tukang pijat Presiden Gus Dur itu.
“HMI yang akan menangkap Suwondo. Karena dari hasil investigasi yang dilakukan oleh PB HMI, Senin (29/5/2000) malam, sekitar pukul 22.00-24. 00 WIB Suwondo terlihat di Jakarta, tepatnya di Jl. Irian Jaya, Jakpus, yang bersebelahan dengan kantor PBNU yang baru. Dia terlihat tengah bermain tenis meja dan dijaga ketat,” ungkap salah satu ketua PB HMI Hamdani di Jakarta, Jumat (2/6/2000).
Karenanya, PB HMI mendesak agar aparat segera melakukan penangkapan terhadap Suwondo untuk dijadikan saksi mengingat bekas Wakabulog Sapuan sudah ditangkap dan dijadikan tersangka terlebih dulu.
HMI sendiri, menurut Sekjennya Achmad Doli Kurnia, siap menghadapi Banser (Bantuan Serba Guna) NU. “HMI atau siapa pun yang percaya pada hukum siap menghadapi pihak yang melawan hukum. Kalau ternyata Suwondo dikawal Banser dan tidak diserahkan pada hukum, apapun akan kita upayakan agar Suwndo dibawa ke polisi,” kata Doli.
Dalam beberapa hari lagi, lanjut dia, HMI akan melakukan mengecekan kembali. Dan, jika dalam perkembangan Suwondo tidak juga ditangkap, HMI lah yang akan turun tangan.
PB HMI juga meminta agar Gus Dur bertanggungjaweab penuh terhadap kasus Bulog karena dia sebagai pemberi instruksi untuk pencairan dana. Gus Dur juga perlu memberikan klarifikasi tentang keterlibatannya dalam kasus Bulog. “Kalau telah melalui proses hukum dan dinyatakan Gus Dur terlibat, HMI lah yang pertama akan mengatakan Gus Dur pantas dihukum atas kesalahannya dan harus meletakkan jabatan presiden,” tandas Doli lagi.
Dia juga menegaskan, jika Jaksa Agung dan kepolisian tidak segera menangkap dan mengadili pihak yang terlibat, maka rakyatlah yang akan mengadili pemerintah dan dia berharap Gus Dur transparan terhadap pemberian dana-dana dari luar negeri, seperti bantuan dari Sultan Bolkiah untuk Aceh.
Suwondo sendiri diduga terlibat kasus penggelapan dana karyawan Bulog senilai Rp 35 miliar. Karena dana tersebut sebagian besar masuk ke rekeningnya.(mi)
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh