|
Suka
Sejenis
Saya
seorang suami berusia 28 tahun, mempunyai seorang anak. Saat
ini saya mengalami masalah yang sangat mengganggu. Karena
masalah itu, kini terjadi pertentangan di hati. Sebelumnya,
saya sangat berharap dokter Bambang bisa menolong dan
memberikan solusinya.
Dok,
kira-kira setahun belakangan ini hubungan saya dengan istri
agak renggang. Selain jarang berkomunikasi, masalah hubungan
seks juga terputus. Selama setahun ini kami sudah tidak pernah
lagi tidur bersama.
Suatu
ketika saya bertemu dengan teman lama, dia seorang pria
berusia sekitar 40 tahun. Pria itu sudah berkeluarga dan punya
tiga anak. Rupanya, teman saya itu juga memiliki problem rumah
tangga yang hampir sama. Karena merasa senasib, kami jadi
akrab dan sering bertemu untuk sekedar curhat sambil melupakan
persoalan rumah tangga.
Kedekatan
itu ternyata menimbulkan hubungan sangat
intim. Entah siapa yang memulai tahu-tahu kami sudah
terlibat hubungan sejenis. Awalnya kami hanya saling mengoral
dan melakukan onani bersama. Lama-lama kami semakin lengket
sehingga terjadi hubungan seks lewat anus alias sodomi.
Anehnya, setiap melakukan hubungn sejenis dengan dia, saya
merasa puas. Dia juga mengaku bisa merasakan kepuasan.
Pertanyaan
saya, apakah berbahaya bila perbuatan tersebut kami teruskan.
Apak akibatnya jika kami saling menghisap penis dan menelan
sperma, kemudian jika ingin menyudahinya apa yang harus saya
lakukan.
Yanto
S – Wiraswasta
Jakarta Barat
Anda
terjebak dalam prilaku seks menyimpang, yakni menyukai sesama
jenis alias homo sex. Dari cerita Anda, tampaknya semua itu
terjadi lantaran merasa kecewa dengan istri. Begitu juga teman
pria Anda yang mengalami hal serupa. Hubungan intim sejenis
ini rupanya Anda manfaatkan dan sebagai pelampiasan dan
penyaluran gairah seks yang selama setahun tersumbat.
Bahaya
dari hubungan tidak normal ini relatif banyak. Selain
merupakan penyimpangan seksual yang tergolong gangguan
kejiwaan, ada beberapa jenis infeksi yang bisa mengancam
kesehatan Anda berdua, termasuk HIV/AIDS. Sperma yang tertelan
sebenarnya tidak berbahaya selama tidak tercemar kuman atau
virus.
Kebanyakan
pria yang mengidap infeksi di saluran kencingnya, kuman atau
virus bisa
tercampur dengan sperma. Jika tertelan secara otomatis telah
terjadi perpindahan penyakit.
Saya sarankan Anda konsultasi pada psikiater atau
dokter ahli kejiwaan karena masalah yang Anda hadapi lebih
banyak karena gangguan kejiwaan. Untuk bisa ‘sembuh’
memerlukan kesabaran, kesadaran, dan kemauan yang kuat dari
diri Anda.
Meskipun
hubungan dengan istri sedang tidak baik, untuk membantu proses
penyembuhan, Anda harus segera memperbaiki hubungan itu.
|