EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

R I L E X O

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

ANAK SOPIR

Di sebuah rumah sakit bersalin, ada seorang suami yang mengantarkan istrinya hendak melahirkan. Si istri sudah merintih kesakitan. Sang suami kasihan melihat istrinya. Kemudian sang suami bertanya apakah ada alat yang bisa memindahkan sakit istri ke suaminya. Kebetulan rumah sakit itu baru saja menguji coba alat baru yang canggih yaitu bisa memindahkan sakit istri yang melahirkan kepada suaminya.

Maka dicobalah alat itu. Pertama dokter menyetel alat itu ke level pertama, sang istri agak mendingan sakitnya. Sementara sang suami tersenyum. Melihat sang suami belum kesakitan, maka ditambah lagi ke level kedua. Namun, sang istri masih tersenyum., sedangkan sang suami juga senyum.

Dokter semakin penasaran dan akhirnya memindahkan alat itu ke level tertinggi. Namun lagi-lagi  sang istri masih tersenyum, begitupun suaminya. Sampai bayi lahir, pasangan suami istri itu masih tersenyum. “Hebat sekali mereka, alat sudah sempurna canggihnya,” gumam doketr dalam hati.

Namun mendadak di pelataran parkir terjadi kegemparan. Tanpa sebab seorang sopir kejang-kejang dan mati berbarengan dengan proses persalinan itu. Dokter yang menciptakan alat itu baru teringat, alat itu baru bekerja dengan sempurna jika bayi yang dikandung adalah darah daging orang yang mau merasakan sakitnya persalinan. Jadi walaupun suami sah, namun jika si anak bukan darah dagingnya, dia tidak akan merasa sakit. “Pantas, suaminya ibu itu senyum-senyum, ee.. sopir pribadinya mati,” umpat doketr itu sambil geleng-geleng kepala. *gb

====||||==== 

MANTAN SUAMI

Di sebuah rumah bordil, dua orang pelacur, Sandar dan Opi sedang terlibat obrolan serius. Sandra bertanya kepada Sandra Opi yang jadi primdona. Selain berdada montok, waniat itu siap diajak main dengan ‘gaya’ apa saja.

Sandra    : Opi, tamuku ingin mencicipi wanita yang berdada montok, maukah kau melayaninya ?
Opi          : Apakah tamu kamu itu suka meremas-remas dada?
Sandra    : Benar, kalau nggak meremas yang montok dia nggak puas.
Opi          : Apakah tamu kamu juga suka menggigit payudara?
Sandra    : Benar, katanya kalau dada yang montok nggak enak kalau nggak digigit.
Opi          : Apakah dilengan kanannya ada tatto naga dan macan?
Sandra    : Benar
Opi          : Kalau begitu aku nggak bersedia melayani tamu kamu itu.
Sandra    : Dia berani bayar lima kali lipat lho. Kenapa kamu tolak?
Opi          : Aku nggak mau
Sandra    : Kenapa!!!
Opi          : Itu pasti suamiku.*gb

====||||====

SATU SAMA

Seorang hidung belang yang rada sombong bernama Adit  habis berkencan dengan Joice seorang perempuan malam. Adit masih memperhatikan Joice saat mengenakan bra pada dadanya yang datar dan kempes.

“Untuk apa kau mengenakan bra, toh tidak ada yang perlu kau bungkus di balik bra itu?” tanya Adit sambil mencibir. Merasa terhina, Joice sewotnya menjawab, “Usil amat mulutmu. Saat kau mengenakan celana dalam tadi, aku tidak bilang kalau hal itu juga tidak ada gunanya, karena memang tak ada yang perlu kau bungkus di balik celana dalammu itu!!!*gb

====||||==== 

BANYAK BULUNYA

Merasa ada yang tak beres dengan matanya, sore itu Anita berkeinginan mencari dokter mata yang bisa menyembuhkan keluhannya itu. Setelah keliling kota, maka didapatlah dokter spesialis mata yang buka praktek.

Singkat cerita masukklah Anita ke ruang praktek dan langsung ditangani sang dokter. Saat itu dokter memeriksa dengan sebuah kaca pembesar, diarahkan ke wajah wanita bertubuh tambur itu.

“Waduh!! Ini sudah parah, nyonya!!” ujar sang dokter.
“Parah bagaimana?” potong Anita penasaran.
“Jangan kaget yah??! Ternyata di kornea mata anda sekarang tumbuh bulu-bulu kasar yang buanyyaakk sekali. Saya kira sebaiknya Anda harus segera dioperasi saja!!” kata dokter tersebut dengan serius.
“Tapi kalau tak salah yang Anda periksa tadi bukan mata, tetapi lubang hidung saya dok!” tukas Anita.
Dokter itu hanya terbengong seraya memegangi kaca pembesarnya.
*gb

====||||====

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=> Gallery

 
liquid len
Free Web Counter
liquid len

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved