The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

Laskar Jihad Bantah Anggotanya Terlibat Peledakan di Ambon


TEMPO, 8 Apr 2002 21:48:43 WIB

Laskar Jihad Bantah Anggotanya Terlibat Peledakan di Ambon

8 Apr 2002 21:48:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Laskar Jihad Ahlusunnah Wal Jammaah membantah anggotanya terlibat dalam kasus peledakan bom di Ambon, yang berakhir dengan pembakaran kantor Gubernur Maluku, beberapa waktu lalu. "Tudingan itu jelas upaya mendiskreditkan Laskar Jihad," kata Panglima Laskar Jihad Djafar Umar Thalib kepada Tempo News Room, ketika dihubungi via telepon seluler, Senin (8/4) malam tadi.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Dai Bachtiar, Senin (8/4) siang ini, mengumumkan bahwa aparat keamanan memburu dua orang tersangka berinisial OP dan Z, yang diduga kuat terlibat dalam aksi peledakan bom di Ambon. Ketika dimintai konfirmasi, Djafar mengaku tidak mengenal anggotanya yang berinisial seperti itu dan kalau pun ada, ia yakin keduanya bukan tersangka yang dimaksud Kapolri.

Djafar sendiri mengaku langsung menghubungi komandan pasukan Laskar Jihad di Maluku begitu insiden peledakan bom itu terjadi. Djafar juga menjelaskan bahwa semua pergerakan pasukannya dan apa yang mereka lakukan di Ambon, sepenuhnya berada di bawah kendali dirinya. "Jadi, tidak mungkin anak buah saya meledakkan bom di Ambon, dan saya tidak tahu," katanya dengan nada tinggi.

Sampai sekarang, menurut Djafar, pihaknya juga masih terus mencari siapa yang terlibat dalam insiden peledakan tersebut. "Hasilnya masih nihil, karena yang punya akses melakukan penyidikan hanya polisi," keluhnya. Namun, kata Djafar, ada dugaan kuat peledakan bom tersebut adalah upaya sistematis pihak tertentu untuk memancing kerusuhan di Ambon agar terus berlanjut dengan mengkambinghitamkan Laskar Jihad.

"Bayangkan saja, hanya beberapa jam setelah ledakan, ribuan massa entah darimana tiba-tiba sudah berkumpul di satu titik dan membakar kantor Gubernur. Saya yakin ini ada unsur rekayasa," ujarnya. "Ledakan bom itu sangat mungkin adalah sinyal komando untuk mulai berkumpul di kantor gubernur," imbuhnya sembari mengakui ia belum memiliki data yang cukup untuk membuktikan pernyataannya.

Lebih jauh, Djafar mengaku akan melayangkan somasi kepada pihak manapun yang terang-terangan menuduh Laskar Jihad terlibat dalam peledakan tersebut. "Kalau masih isu, saya ndak apa-apa. Tapi, kalau keterangan resmi polisi sudah jelas-jelas menuduh kami, saya akan somasi," katanya. (Wahyu Dhyatmika)

© tempointeractive.com
 


Copyright © 1999-2001 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/baguala67
Send your comments to
alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044