KOMPAS, Sabtu, 28 Desember 2002
Dua Orang Tewas Terbunuh di Poso Pesisir
Palu, Kompas - Dua orang tewas terbunuh di wilayah Poso Pesisir, Kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Kamis lalu. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa hari
menjelang berakhirnya Operasi Pemulihan Kemanusiaan Sintuwu Maroso I. Insiden
tersebut sempat memicu ketegangan karena banyaknya massa yang berkumpul di
lokasi kejadian, tetapi aparat keamanan segera mengatasinya untuk tidak
berkembang lebih buruk.
Kepala Desa Tokorondo, M Jabir (47), tewas dengan luka tembak di belakang
kepalanya. Kamis sore itu, Jabir tengah melintas menuju kebunnya yang terletak di
antara Desa Tokorondo dan Desa Tiwaa.
Insiden kedua yang menewaskan Ronda Sadago terjadi di wilayah Desa Kasiguncu
pada Kamis petang. Korban tewas dengan luka bacok di bagian kepala dan muka,
serta luka tembak di pipi kiri.
Kepala Bagian Reserse Umum Direktorat Reserse Polda Sulteng Ajun Komisaris
Besar Ricky F Wakanno, di Palu, Jumat (27/12), menyatakan, saat ini polisi telah
membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus pembunuhan di Poso, terutama
karena rentetan insiden yang terjadi sejak malam menjelang Lebaran lalu.
Bantuan pengungsi
Sejauh ini, polisi belum memastikan motif pembunuhan terhadap Jabir dan Ronda.
Bahkan, polisi juga belum bisa memastikan apakah kedua pembunuhan di desa
bertetangga itu saling berkait atau tidak. Akan tetapi, dugaan sementara tewasnya
Jabir dipicu oleh kekesalan warga akibat proses penanganan bantuan pengungsi yang
berlarut-larut. Sebab, hari Senin lalu sempat terjadi unjuk rasa ke DPRD dengan
tuntutan mencopot Jabir dari jabatannya sebagai kepala desa.
Ditemui secara terpisah, Wakil Bupati Poso A Malik Syahadat menolak mengaitkan
rentetan insiden pembunuhan ini dengan akan berakhirnya Operasi Pemulihan
Kemanusiaan Sintuwu Maroso I. "Kejadian dalam sebulan terakhir merupakan
tindakan kriminal biasa dan diharapkan tidak memancing ketegangan
antarkomunitas," katanya. Persoalan penanganan bantuan pengungsi memang
merupakan persoalan pelik, termasuk distribusi bantuan hidup dan jaminan hidup
yang disalurkan oleh Dinas Kesejahteraan Sosial lewat bantuan perangkat
pemerintahan di tingkat desa/kelurahan.
Hal senada juga diungkapkan Komandan Satuan Tugas Sosial dari Dinas
Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulteng Abdul Kadir Sidik. Kadir mengelak jika insiden
pembunuhan tersebut semata-mata dikaitkan dengan persoalan penanganan bantuan
pengungsi. Meski dia mengakui proses penanganan pengungsi tidak selamanya
mulus sesuai harapan. Persoalan di lapangan biasanya bisa diselesaikan sesuai
aturan yang berlaku.
"Semua dugaan bisa saja, tetapi tetap harus dibuktikan dulu kebenarannya," kata
Kadir dengan singkat. (dik)
Copyright © 2002 PT. Kompas Cyber Media
|