1. Penting dan darurat
2. Penting tetapi tidak darurat
3. Tidak penting dan tidak darurat
4. Tidak penting dibuat darurat
Surat 103: Demi masa (waktu) sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya memahami kebenaran dan nasehat-menasehati supaya berada dalam kesabaran.
Itulah 'harga waktu' yang dijelaskan oleh Allah swt. melalui firmannya dalam surat Wal asyri.
Kita sebagai orang yang Tahu pada Nan Empat harus bisa memilih dan membedakan antara kondisi-kondisi 'yang penting' dengan 'yang darurat'.
Darurat adalah suatu tindakan yang harus segera diambil.
Bila terlambat mengambil keputusan maka akan terjadi keadaan yang lebih berbahaya.
Itulah manusia yang punya adat
Bantu-membantu sesama warga
Dalam agama disebut ibadat
Kelak diganjar masuk surga
Bagi orang yang berprofesi bisnis
Melobi rekanan merupakan syarat
Sambil olah raga di lapangan tenis
Perlu dikerjakan, walau tidak darurat
Untuk membina hubungan kerja
Lobi-melobi pekerjaan rutin
Dapat dilakukan kapan saja
Kalau perlu dihadiahi cincin
Mejeng di mal untuk melihat-lihat
Kebiasaan baru anak muda
Karena tak penting dan tidak darurat
Boleh dikerjakan, boleh ditunda
Tidak darurat dan tidak penting
Menurut agama hukumnya mubah
Ibarat memahkotai kepala kambing
Terkadang dapat datangkan musibah
Inilah manusia yang terjerat simbol
Urusan tak penting dianggap darurat
Hanya untuk memilih odol
Harus memilih buatan Barat
Ketika hidup kurang cerdas
Merek dagang dijadikan gengsi
Barang dibeli melampaui batas
Pamer materi menebar aksi