1. Orang pintar yang tahu diri
2. Orang pintar yang tak tahu diri
3. Orang bodoh yang tahu diri
4. Orang bodoh yang tak tahu diri
Quran Surat 78:16, " Dan Allah yang telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu, kamu tiada mengetahui apa-apa, dan Allah telah menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati, supaya kamu mensyukurinya".
Kita lahir belum berakal, supaya tidak gelisah
Kita lahir dalam keadaan bodoh, belum memikirkan sesuatu
Dengan bertambahnya usia maka otak berangsur-angsur berfungsi, karena ada rangsangan dari luar.
Susunan otak sangat rumit.
Secara garis besar otak dibagi menjadi belahan kanan (untuk mengelola rasa) dan belahan kiri (untuk mengelola periksa) dan kedua belahan ini dihubungkan oleh corpus collusum. Bila ada bagian otak yang rusak maka terganggu pula rasa dan periksa.
Belajar di sekolah hakekatnya merupakan kegiatan untuk melatih dan merangsang otak menyimpan bit-bit informasi rasa dan periksa sehingga orang menjadi pintar.
Ilmu utama harus dipelajari
Tahu di diri siang dan malam
Waktu duduk atau berdiri
Saat sehat maupun demam
Orang pintar yang tahu diri
Senang beramal dengan ilmu
Kepintaran, tak disimpan di lemari
Berbuat baik berpantang jemu
Orang pintar tak tahu diri
Tiada istilah merasa cukup
Tanpa tujuan dia mencari
Walau tak bermanfaat untuk hidup
Orang yang tahu merasa bodoh
Setiap saat ingin belajar
Kepada yang baik dia mencontoh
Ini sikap yang sangat benar
Orang yang tahu kepada diri
Dia kan dekat dengan Pencipta
Hidup tak perlu merasa ngeri
Kalau di hati tidak berdusta
Bila bodoh tidak terasa
Menganggap awak benar sendiri
Hal yang salah dikira biasa
Kepada yang lain selalu iri
Tidak paham makna takdir
Membentuk keluarga tanpa rencana
Masa depan tidak dipikir
Setiap saat datang bencana
Disebut juga bodoh jahiliyah
Senang meramal serta tenung
Belum beriman secara ilmiah
Akhirnya menyembah sebangsa patung