1. Membaca dan menulis
2. Mendengar dan menutur
3. Menghitung dan mengamati
4. Menghayal dan menghayati
Semua kemampuan/kecakapan tersebut perlu dikembangkan oleh setiap anggota masyarakat secara perorangan ataupun secara kelompok.
1. Membaca perlu digiatkan, terutama dalam kehidupan perkotaan yang saat ini makin marak dipengaruhi oleh media dengar-pandang.
2. Menulis perlu dimantapkan. Kegiatan ini untuk melatih memadukan olah otak dengan gerak tangan.
3. Mendengar perlu dilatih, gunanya membiasakan indera pendengaran (telinga) mengaitkan bunyi yang didengar dengan rekaman yang tersimpan dalam otak.
4. Menutur adalah kiat berkomunikasi secara lisan.
5. Menghitung/berhitung perlu dilatih.
6. Mengamati adalah kegiatan untuk melatih pemusatan perhatian melalui penggunaan indera secara terpadu, terutama melihat, mendengar, mencium.
7. Menghayal atau membayangkan, adalah kegiatan melatih daya cipta dan visualisasi. Manusia merupakan insan yang dapat membayangkan dirinya hidup dalam dunia
8. Menghayati, melatih kemampuan orang menempatkan diri pada kedudukan atau nasib orang lain.
Membaca perlu dilatih untuk memantapkan kemampuan pemikiran konseptual.
Hasilnya akan tercermin dalam kegiatan merumuskan kata kata atau ungkapan yang mewakili gejala kenyataan hidup.
Kegiatan psiko-motorik langka di kalangan cendekiawan, guru serta profesional; yang saat ini cenderung mengandalkan komputer dan media dengar-pandang khususnya televisi.
Menulis bermanfaat untuk melatih seseorang agar cermat ketika merancang jalan pemikiran yang teratur.
Selanjutnya mendengar, juga melatih orang untuk bertindak seimbang atas dasar rangsangan bunyi.
Sebagai contoh kegiatan mendengarkan lagu, berguna untuk melatih manusia menjadi sabar dan juga sebagai wacana yang kritis dalam menilai pendapat lawan bicara.
Selanjutnya kita akan dapat menghargai seni suara dari berbagai ragam kebudayaan nasional maupun seni tradisional.
Jika dimantapkan, berguna untuk melatih manusia dalam memadukan apa yang dipikirkannya dengan apa yang akan terucap dari mulutnya.
Menutur atau berbicara, adalah paduan rasa dengan perilaku atau etika dengan logika yang wujudnya adalah komunikasi yang diucapkan.
Bertutur memakai bahasa yang baik dan benar akan membiasakan orang untuk cermat dalam menyusun ungkapan yang mudah dipahami orang lain.
Tujuan latihan ini agar orang terbiasa untuk merencanakan kegiatan sesuai dengan waktu, ruang dan tenaga yang dimilikinya.
Ini meliputi kompetisi terkait, seperti mengukur, memperkirakan dan meramalkan atas dasar fakta serta data yang tepat.
Berhitung juga melatih kegiatan belahan otak sebelah kiri, yang mengolah kemampuan berfikir teratur dan mengutamakan pemanfaatan nalar.
Mengamati atau observasi perlu dilatih untuk meningkatkan kemampuan merekam dan mengingat kembali apa yang dilihat, didengar dan dirasakan.
Daya nalar manusia dapat diperkaya juga melalui latihan mengamati rincian gejala dan peristiwa.
perumpamaan ruang, waktu dan peran.
Menghayal secara kreatif adalah bagian dari latihan kemampuan emosional yang tersimpan di belahan otak sebelah kanan.
Menghayal melatih memperkaya kosa kata melalui kiasan, pantun dan puisi.
Dalam kehidupan masyarakat yang dilanda krisis ekonomi dan moneter, maka kegiatan menghayati nasib orang yang terpuruk adalah wujud kepedulian sosial yang tulus.
Selain itu dapat pula dijadikan wahana memenuhi panggilan moralitas agama serta menggembangkan toleransi antar golongan.
Menghayati akan berakibat pula kepada peningkatan kesadaran kesejahteraan antara masa lampau, masa kini dan masa datang.
Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Seperti bunga, kembang tak jadi
Ibarat petani saat menyemai
Itulah hakekat orang belajar
Carilah guru yang pintar - pandai
Ketika meniru lihatlah yang benar
Alam terkembang selalu perhatikan
Termasuk pengemis sedang operasi
Tabah dan gigih bukan buatan
Saat berusaha tak kenal risi
Kembangkan hobi baca-tulis
Buatlah naskah, berita yang benar
Jangan hanya berpikir bisnis
Menjual gosip berlembar-lembar
Mendengar-menutur yang terbaik
Ikuti pengajian jamaah tadarusan
Anak dilatih sejak cilik
Sampai dewasa jadi kebiasaan
Kerja menghitung dan mengamati
Harus diajar sedari kecil
Seperti pengamat dan peneliti
Saatnya wafat laksana sabil
Latihan menghayal dan menghayati
Jadikan diri tempat praktek
Kalau tubuh takut mati
Tandanya paham masih cetek
Rasa dan periksa versi doktor
4x2 kemampuan, wajib dikembangkan
Orang tua sebagai motivator
Teori diwujudkan dalam tindakan