1. Negara kaya yang juga kaya sumber daya alamnya
2. Negara miskin yang juga miskin sumber daya alamnya
3. Negara miskin tetapi kaya sumber daya alamnya
4. Negara kaya tetapi miskin sumber daya alamnya
Pengertian kaya atau miskin di sini, diukur dengan materi yang dimiliki oleh masing-masing negara.
Pada mulanya, semua umat manusia mempunyai kemampuan yang sama untuk mengolah sumber daya alam. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, mereka cukup berburu dan memetik buah-buahan tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya.
Karena manusia mempunyai ghodob (lihat: "Nafsu nan empat"), maka terjadi pengembangan kebutuhan hidup.
Berdasarkan kenyataan tidak semua negara yang kaya sumber daya alamnya otomatis menjadi negara kaya atau negara makmur.
1. Contohnya negara kita Indonesia yang memiliki jenis satwa dan tumbuhan paling beragam di dunia, dengan iklim sangat baik, dan hasil tambang yang cukup, namun masih tergolong negara miskin.
2. Sebaliknya negara Jepang, Korea, Singapura dan beberapa negara Eropa, menjadi negara maju dan kaya, walaupun tidak memiliki sumber daya alam yang memadai.
3. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Rusia sudah sewajarnya makmur karena memang memiliki sumber daya alam yang memadai.
4. Begitu pula sebaliknya, negara-negara di Afrika miskin, karena memang sumber daya alamnya tidak kaya. Dari kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa "kemakmuran" suatu negara tidak tergantung dari kekayaan sumber daya alamnya saja, tetapi lebih ditentukan oleh "kemampuan" manusianya.
Allah menciptakan kesuburan dan kekayaan sumber daya alam yang berbeda-beda di setiap daerah.
Ketika itu orang belum banyak menggunakan otaknya untuk mengolah sumber daya alam yang diberikan Allah.
Sedangkan untuk keperluan sandang, mereka memakai kulit binatang dan kulit kayu.
Rumah permanen juga belum dikenal, mereka berteduh di gua-gua.
Untuk memenuhi keinginan ghodob-nya, mau tidak mau manusia harus berpikir memakai akal pikiran (lihat: "nan empat mengenai akal pikiran dan otak").