1. Bahasa lisan/tulisan
2. Bahasa mesin/komputer
3. Bahasa isyarat
4. Bahasa batin
Pada hakekatnya sesuatu yang disebut ilmu adalah pemahaman bahasa dalam upaya tahu di nan Empat.
Orang yang mempunyai ilmu berarti dia menguasai bahasa lisan/tulisan, bahasa mesin/komputer dan bahasa isyarat.
Sarana untuk menguasai bahasa-bahasa ini ialah sekolah.
Karena keterbatasan waktu belajar, maka tidak setiap orang mampu menguasai dan mempraktekkan tiga bahasa ini sekaligus.
Thinks globally, act locally.
Untuk bekerja di jaman moderen ini, orang harus mengambil spesialisasi salah satu ilmu.
Meskipun demikian sebaiknya dia juga mengetahui ilmu-ilmu lainnya (tahu di nan Empat).
Khusus untuk bahasa lisan, kalimatnya kadang-kadang juga mengandung arti tersirat (tersembunyi).
Susunan kata-katanya sedemikian rupa, sehingga maksud sesungguhnya tidak langsung nyata diucapkan/disuratkan.
Penggunaan bahasa tersirat ini menunjukkan si penutur, memakai "raso" dalam berbahasa.
Orang-orang tertentu dapat menyingkap maksud atau niat orang lain terhadapnya, meskipun tanpa isyarat atau kata-kata.
Orang ini dikatakan menguasai bahasa batin.
Untuk menguasai bahasa batin, orang tersebut harus memiliki batin yang bersih, hati/perasaannya tidak ditutupi dosa.
Mamangan adat melukiskan sebagai berikut: