Empat cara pengembaraan manusia
menuju Tuhannya

1. Mencari Tuhan
2. Mengenal Tuhan
3. Bertemu Tuhan
4. Ber-Tuhan

Dalam "Tahu di nan Empat", maka tahu di Tuhan merupakan urutan nomor empat.
Hal ini tidak berarti sebelum seseorang tahu di diri, tahu di orang dan tahu di alam, orang tidak boleh tahu di Tuhan.
Pengertian "tahu di Tuhan" tersebut bermakna manusia ber-Tuhan.

Mencari Tuhan Semua manusia, entah dia suku terasing atau manusia modern yang sekuler sekalipun, dari dalam lubuk hatinya selalu ingin mencari siapa yang menjadi maha penguasa tertinggi, siapa yang patut menjadi sesembahannya. Dalam pengembaraan ini, tak jarang mereka salah dalam mencari Tuhan, dan menemukan patung, matahari, api sebagai Tuhan mereka.

Mengenal Tuhan Tuhan yang benar dikenalkan oleh rasulNya kepada manusia melalui kitab-kitab nabi. Bagi kita yang beragama Islam, sejak kecil diajar orang tua, guru, ustaz untuk mengenal Tuhan. Proses mengenal Tuhan tidak dilakukan sendiri, ada tuntutannya melalui Alquran dan hadis. Kita patut bersyukur menerima rahmat beragama Islam.

Bertemu Tuhan Setelah seseorang mengenal Tuhan (yang dijelaskan melalui Alquran dan hadis), ia menjadi yakin tanpa ragu-ragu sedikitpun terhadap ajaran Islam, dan selanjutnya dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-harinya. Ini berarti, ia telah bertemu Tuhan-nya.

Ber-Tuhan Dalam tingkat ini manusia merasakan dirinya tidak jauh dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Semua gerak-geriknya dibimbing Tuhan dan dirinya selalu terlindungi.
Ia menyadari benar ucapan "Laa haula walaa quwwata illa billaah", tiada upaya dan tiada kekuatan kecuali bersama Allah.
Keadaan seperti ini merupakan keyakinan pribadi, dan tidak untuk diceritakan dan dipamerkan kepada orang lain.
Dalam nan empat disebut "sebagai orang yang tahu di Tuhan".