Poso Watch Network, 4/12/04 8:07:32 AM
Poso Kembali Berdarah
Peristiwa penembakan di Desa Maranda Kecamatan Poso Pesisir, 35 km arah barat
Poso sangat dramatis dan kelihatannya bermaksud memprovokasi masyarakat
sekaligus menciptakan ketegangan dan ketakutan khususnya para Penduduk
Kristen.
Secara tiba-tiba dalam suasana Paskah hari Sabtu tanggal 10 April 2004, sekitar
pukul 19.00 malam,pada saat PLN memadamkan lampu (memang terjadi
berulang-ulang sudah sekitar 3 tahun dikawasan Poso), saat sebagian Jemaat Gereja
Pantekosta Tabernakel di desa tersebut di dalam Gereja memuji Tuhan, datang
beberapa orang bertopeng dan langsung melakukan penembakan beruntun dengan
senjata otomatis, mengakibatkan 7 anggota Jemaat cedera/luka tertembak. Mereka
adalah :
1. Dibet Matoning, 43 tahun, tertembak di paha dan telinga.
2. Dorkas Tulung (istri dari Dibe Matoning), tertembak dikedua pahanya.
3. Rizal Matoning, 24 Tahun, tertembak di paha.
4. Deviani Gorigi (Istri Rizal Matoning) tertembak diperut.
5. Sella (Anak Rizal Matoning), umur 4 tahun, tertembak di kaki.
6. Hendrik, 30 tahun, putus telinga.
7. Sunce-perempuan, 30 tahun, putus tangan.
Desa Maranda hanya berjarak sekitar 7 km dari desa Membuke, lokasi Pdt. Freddy
Wuisan sekitar 2 minggu lalu di tembak tewas di Gerejanya oleh para teroris yang
sama(?)
Menurut informasi, ribuan TNI dan Brimob/Polri yang diterjunkan di daerah Poso, dan
sudah bertugas secara bergantian dan bergelombang sekitar lebih dari 3 tahun, di
biayai penuh oleh Negara dan mendapat sokongan masyarakat bagi terciptanya
keamanan di Tanah Poso.
Sayang sekali sebagian Masyarakat yang justru mayoritas (Kristen) tidak banyak
merasakan manfaat kehadiran mereka; Kelihatannya yang aman adalah para
penyerang, karena ternyata mereka bebas berkeliaran Terbukti secara berturut-turut
dan sistematis masyarakat Kristen diserang, ditembaki dan di Bom; Sekarang sudah
lebih demonstratif, langsung melakukan penyerangan/penembakan di dalam Gereja,
lucunya Aparat dan Pemerintah selalu berdalil "itu penembak misterius" dan sukar
dikenal. Setiap kali penyerangan dan penembakan, kelihatannya para aparat itu sibuk
tetapi setelah satu dua hari kemudian mereka diam dan tidak melakukan penyidikan
dan pengejaran terhadap para pelaku.
Hampir setiap kali penyerangan/penembakan "sang Bupati Poso " keluar daerah. Dan
kemudian beliau kembali setelah situasi dianggap terkendali.
Teman-teman yang sangat kami kasihi, kami tetap butuh dukungan Doa; Tetapi juga
kepada teman-teman di Washington DC, di New York, tolong lakukan sesuatu;
informasikan kondisi buruk yang kami alami di sini kepada Parlemen USA di Capitol
Hill dan kepada masyarakat International di PBB. Yang kami kuatirkan, disinyalir
bahwa Poso akan dijadikan kawasan rusuh dan kacau para elit di pusat - Politisi,
TNI/Polri, Pemerintah - demi kepentingan tertentu. Pada saat yang sama para militan
muslim yang di kejar di berbagai daerah, atau para teroris, telah menjadikan Poso
sebagai tempat persembunyian mereka yang aman. Lakukan preasure kepada
pemerintah Jakarta supaya memperhatikan kami di sini.
Poso Watch Network
|