Poso Watch Network, 4/23/04 8:41:34 PM
Terpujilah Tuhan!
Oleh pertolongan dan pimpinan Tuhan, keinginan kami untuk bertemu dengan para
petinggi negara Republik Indonesia dalam usaha menyampaikan pernyataan sikap
dan pendapat gereja-gereja dan masyarakat di kabupaten Poso, berjalan dengan baik.
Secara marathon kami melakukan rangkaian pertemuan sejak hari Senin dan baru
berakhir hari ini:
Dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sesuai dengan rekomendasi Duta Besar
bahwa masaalah Indonesia Timur harus ditangani oleh Konsulat USA di Surabaya,
maka pada hari Senin tanggal 19 April pukul 11.00 a.m., kami diterima oleh Consul
dan Vice Consul Amerika; perbincangan/dialog berlangsung sampai pukul 12.30 p.m.
Hari Selasa, 20 April 2004, pukul 10.30 kami ke Mabes Polri di Jakarta. Kapolri
menugaskan Badan Inteligens dan Keamanan; Brigjen Sudibyo, Brigjen Bambang dan
3 orang Kolonel lain menerima kami. Percakapan yang cukup alot tapi konstruktif
selama 2 jam. Kelihatannya sangat responsif.
Hari Rabu 21 April 2004, kami ke Komnas Ham, dan diterima oleh bapak Solahudin
Wahid. Percakapan selama 1 jam.
Hari Kamis 22 April 2004, pukul 09.30, kami ke kantor Menko Polkam dan Mendagri.
Kami langsung diterima oleh Bapak Hari Sabarno bersama beberapa orang deputinya.
Secara gamblang kami mengajukan keberatan dan kekecewaan kami terhadap
kinerja Pemerintah bahkan Aparat Keamanan dalam menangani masaalah Poso.
Beliau sangat serius menerimanya, dan menyatakan bahwa beliau akan
mengumpulkan para menteri dan pejabat tinggi bidang Polkan dan Pemerintahan
pada hari Selasa 27 April 2004 mendatang untuk khusus membicarakan masaalah
Poso.
Hari Jumat, 23 April 2004, pukul 01.00 p.m., kami ke kedutaan Australia, dan
berjumpa dengan Counsellor (Political) dan Third Secretary. Konsultasi yang hangat
berlangsung selama 1 jam.
Berhubung Menko Kesra bapak Yusuf Kalla baru saja mengundurkan diri, maka kami
hanya menyerahkan Pernyataan Tertulis kami kepada Staff Menko.
Menurut Bpk. Jusuf Kalla, dalam pembicaraan dengan telepn hari ini, beliau sangat
prihatin dengan Poso. Beliau tambahkan sayang sekali bahwa para militan muslim
masih dibiarkan berkeliaran di Poso. Mereka kurang senang dengan kinerja san
Bupati Poso dan Gubernur Sulteng.Terlampir Surat pernyataan kami yang ditujukan
kepada para pejabat tersebut di atas.
Poso Watch Network
|