The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

Radio Netherland Hilversum


Radio Nederland Wereldomroep, Selasa 13 April 2004 15:10 UTC

Instabilitas Di Poso, Indonesia Dan Gedung Putih

Harian Inggris The Guardian memberitakan bahwa Indonesia terancam instabilitas, karena paling sedikit 19 partai sudah menghendaki penghitungan ulang bahkan mungkin pemungutan suara ulang. Dari hasil penghitungan sekarang, demikian The Guardian berlanjut, PDIP tampaknya akan kehilangan 40% suaranya. Walau pun Golkar sekarang unggul, tetapi mayoritas pemilih Indonesia yang meninggalkan PDIP tidak berbondong-bondong memilih Golkar. Sebagian besar menduduki dua partai baru, itulah PD dan PKS.

Harian pagi Trouw menurunkan berita kecil tentang pengiriman brimob ke Poso, menyusul insiden penembakan pada hari paskah yang menyebabkan tujuh orang cedera, termasuk seorang anak perempuan berusia empat tahun. Tidak diketahui siapa dua orang penembak misterius bertopeng, juga tidak ada orang yang ditangkap. Trouw mencatat sudah sejak 1999 Poso digoncang kerusuhan berlatar belakang agama, menyusul kerusuhan serupa di Maluku. Pelakunya adalah milisi Islam Laskar Jihad, demikian Trouw.

Pada tahun 2001 Poso kembali tenang setelah ditandatangani kesepakatan damai. Tetapi lagi-lagi pecah kerusuhan. Menurut Trouw konon Jemaah Islamiyah terlibat dalam serangan terhadap desa-desa orang Kristen. JI konon punya hubungan dengan jaringan Al Qaidah pimpinan Usamah bin Laden, yang juga dituduh melaksanakan peledakan di Kuta, Bali, Oktober 2002.

Masih soal korban sipil, dari Indonesia kita beranjak ke Irak. Korban sipil akibat konflik di negeri 1001 malam tersebut kian bertambah. Tidak hanya anak-anak kecil dan keluarga Irak, tapi kini merambat kepada warga sipil asing yang sedianya bertugas untuk pembangunan kembali Irak. Sedikitnya sudah 10 orang asing diculik dengan ancaman pembunuhan. Si penculik menuntut agar pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat ditarik mundur dari Irak.

Iklim kekerasan di Irak yang bukan makin rendah itu pada gilirannya membuahkan korban sipil lain yang terkena dampak tidak langsung. Mereka adalah para sanak keluarga tentara yang ditugaskan di Irak. Selain itu juga ada korban sipil secara umum, yaitu segenap warga AS yang kini ketar ketir dampak politik dan ekonomi terhadap negaranya. Kelabunya publik dalam negeri Paman Sam tersebut, oleh harian International Herald Tribune, disejajarkan dengan situasi perang Vietnam. Kekalahan Amerika di negara Asia Tenggara itu juga sangat dipengaruhi faktor iklim dalam negeri.

Harian IHT mencatat publik AS secara umum cenderung menurut pada pemimpin negeri itu, sepanjang mereka tahu alasan tepat kenapa mereka berada di situ. Namun kini, seperti pada masa-masa akhir perang Vietnam, warga AS mulai mempertanyakan apa kepentingan pasukan mereka di Irak. Terlebih pekan-pekan belakangan keluarga para tentara maupun warga AS lainnya yang ditugaskan di Irak mulai bersuara. Keberhasilan pasukan koalisi menumbangkan dan menangkapi tokoh-tokoh partai Ba'ath tidak bisa lagi menjadi bunga kebanggaan. Ini sirna seiring plintat plintutnya pejabat keamanan AS menjawab pertanyaan perihal senjata pemusnah massal, yang awalnya menjadi alasan utama menyerang Irak. Kini apa yang tampak adalah tentara Amerika Serikat mondar mandir bertaruh nyawa tanpa tujuan jelas.

Pada akhirnya, demikian International Herald Tribune, rationalitas kehadiran pasukan Amerika Serikat di Irak berubah cepat menjadi negatif. Jika mereka pergi begitu saja, maka dunia mencatat AS berperan aktif menimbulkan perang saudara di Irak yang lebih berdarah-darah lagi, sekaligus menjadi surga baru untuk pelatihan teroris. Di sisi lain apabila Washington tidak memiliki rencana keluar yang rapi, maka Gedung Putih bakalan kehabisan dukungan dalam negeri untuk terus menjalankan operasi di Irak. Oleh karena itu apa yang dituntut sekarang adalah tujuan serta misi yang jelas. Demikian International Herald Tribune.

© Hak cipta 2001 Radio Nederland Wereldomroep
 


Copyright © 1999-2001 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/nunusaku
Send your comments to
alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044