Harian Analisa Online, Rabu, 23 Mei 2007
Aksi Teror Bom Kembali Guncang Ambon
Ambon, (Analisa) - Aksi teror bom kembali mengguncang Kota Ambon, ibukota
provinsi Maluku dengan diamankannya satu buah bom diduga rakitan di samping
rumah makan Nifi, Jalan A.M. Sangadji oleh tim jihandak Polda Maluku, Selasa
sore(22/5), sekitar pukul 15.18 WIT.
Antara yang memantau diamankannya bom tersebut, melaporkan, bahan peledak itu
awalnya ditemukan salah seorang warga Batumeja, Agustinus Tousalwa(40) di lorong
Jalan Fuli, Selasa siang(22/5), sekitar pukul 14.30 WIT. Selanjutnya bom diangkat
dan karena rasa takut dibuang pada tumpukan pasir di samping rumah makan Nifi.
Ia selanjutnya menyampaikan temuan bom tersebut kepada warga sekitar rumah
makan Nifi dan diteruskan ke Polres P.Ambon dan P.P.Lease.
Polres P.Ambon dan P.P. Lease berkoordinasi dengan Polda Maluku dan
mengerahkan tim Jihandak untuk mengamankan bom yang letaknya di bawah kursi
lipat dengan puluhan drum BBM di sampingnya.
Dua personil tim Jihandak mengamankan bom tersebut dalam tas dan dimasukkan
dalam tabung penyimpan pada mobil operasional, selanjutnya dibawa ke masrkas
Detasemen Khusus 88 pada kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon untuk
diurai.
Kapolsek Sirimau, Kompol Ny.E.Maspaitella yang terjun langsung ke TKP mengakui
Agus Tousalwa telah diamankan guna dimintai keterangan bersama dua orang saksi
lainnya.
"Kami senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan yang
terjadi dengan maksud mengganggu stabilitas keamanan semakin kondusif berupa
aksi teror bom pada beberapa bulan terakhir ini,"tandasnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar melaporkan ke pos aparat keamanan
terdekat sekiranya mencurigai sesuatu barang berupa bom/granat maupun orang di
permukiman dengan identitas tidak lengkap.
"Bom itu diduga sisa dari konflik sosial sejak tahun 1999 lalu yang dimanfaatkan
oknum tertentu yang tidak senang Kota Ambon maupun Maluku secara umum brada
dalam kondisi keamanan kondusif,"tegasnya.
Dengan diamankannya bom pada Jalan A.M.Sangadji ini, maka sudah tercatat sudah
lima kali aksi serupa terjadi di Kota Ambon yang diawali peledakan di kawasan
pelabuhan Yos Sudarso Ambon, 3 Maret lalu sehingga 11 orang terluka.
Peristiwa kedua 25 April di kawasan Mardika, Kecamatan Sirimau yang akibatkan
enam orang terluka, selanjutnya 26 April di Jalan Mutara, Mardika, 26 April tidak ada
korban serta di halaman mesjid raya Alfatah Ambon, 2 Mei yang tidak ada korban.
Dari aksi teror bom sudah lima kali di Kota Ambon belum terungkap oknum pelaku
maupun aktor di balik upaya memperkeruh situasi keamanan di Maluku.
Kapolda Maluku, Brigjen Pol. Guntur Gatot Setyawan memastikan, Agustus
mendatang bakal membeberkan oknum pelaku dari aksi teror bom di daerah ini.
"Pengembangan berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi ternyata sudah
mengarah ke oknum pelaku. Jadi karena pengungkapannya tidak seperti "balik
telapak tangan, makanya Agustus mendatang dijamin bakal diumumkan bagi
masyarakat,"ujarnya. (Ant)
Copyright © 1998--2005 Harian Analisa Online All rights reserved
|