KOMPAS, Senin, 14 Mei 2007
Kota Ambon Masuk Zona Merah
Ambon, Kompas - Seluruh wilayah Kota Ambon, Provinsi Maluku, dikategorikan
sebagai zona merah penyebaran HIV/ AIDS karena penyebarannya telah merata di
setiap kecamatan. Di setiap kecamatan rata-rata ada lima orang pengidap HIV/AIDS.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan yang serius dan
terkoordinasi.
Piet Wairissal, Manajer Program Kesehatan Lembaga Partisipasi Pembangunan
Masyarakat, Sabtu (12/5), mengatakan, penularan HIV/AIDS di Kota Ambon dan
sekitarnya terus meningkat setiap tahun. Di luar Kota Ambon ditemukan pengidap
HIV/AIDS di Haruku, Saparua, Maluku Tengah, Tual, dan Aru.
Tahun 2006, kumulatif di Ambon terdata 117 orang, dan tahun 2007, 240 orang. Di
Haruku (6 orang), Saparua (5 orang), Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat
masing-masing 3 orang. Diperkirakan, masih banyak pengidap belum terdata.
"Penanggulangannya butuh koordinasi yang baik antara lembaga sosial, pemerintah,
dan tenaga medis di rumah sakit rujukan. Pembenahan koordinasi sangat perlu untuk
menekan penyebaran HIV/AIDS," ujar Piet.
Noni Tuharea, Manajer Kasus Kelompok Kerja HIV/AIDS RS Haulussy, mengatakan,
koordinasi antara tenaga pendampingan dan tim medis sangat penting.
Tim pendampingan juga bertugas menyiapkan kondisi psikologis pasien. Koordinasi
macet sejak pertengahan 2006. Akibatnya, beberapa pasien HIV/ AIDS memaksa
pulang karena tak nyaman berada di rumah sakit.
Sementara itu, kasus HIV/ AIDS di Ende, Pulau Flores, NTT, seluruhnya akibat
perilaku seksual berisiko. Di antaranya suka berganti pasangan.
Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Ende I Made Susila
Utama, Sabtu, pada seminar Kesehatan Reproduksi, Infeksi Menular Seksual, dan
HIV/AIDS menjelaskan, "Yang ditemukan sejauh ini, seratus persen akibat hubungan
seks. Belum ada kasus lewat jarum suntik." (SEM/ANG)
Copyright © 2002 Harian KOMPAS
|