Suara Maluku, 15-Mei-2007
Pemprov Rencana Rayakan Hari Martha Christina Besar-besaran
Harian Suara Maluku - Ambon
AMBON, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku telah menetapkan tanggal 2 Januari
sebagai hari Martha Christina Tiahahu. Terhitung 2 januari depan, hari Pahlawan
Wanita asal Pulau Nusalaut ini, akan dirayakan secara besar-besaran di Pulau
Nusalaut. Demikian disampaikan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu kepada
wartawan di atas kapal Cantika Inova dalam perjalanan pulang dari Pulau Saparua
kemarin.
Martha ChristinaTiahahu adalah seorang srikandi wanita yang bangkit berjuang
melawan imperialisme kolonial Belanda pada tahun 1817. Bersama Kapitan Pattimura
Thomas Matulessy, Said Printah dkk, dia mempertaruhkan jiwa raganya demi
kehormatan Maluku dan gugur di Pantai Waisisil Saparua. Olehnya, Pemprov merasa
perlu untuk merayakan heroisme wanita bermental baja ini secara besar-besaran
laiknya hari Pattimura.
Saat ini, Pemprov gencar-gencarnya berupaya merehabilitasi situs-situs peninggalan
sejarah bangsa di Maluku. Upaya ini ternyata berhasil menarik minat Pemerintah
Portugal untuk menanamkan investasi di bidang ini. Langkah awalnya adalah dengan
mengutus Duta Besar (Dubes) nya ke Maluku guna mengadakan penjajakan dengan
Pemprov Maluku.
Sebenarnya, kalau boleh dikatakan, banyak benda peninggalan sejarah Maluku
kurang dirawat dan dihargai sebagai benda bernilai. Sebut misalnya benda-benda
Kapitan Pattimura di Negeri Haria Kecamatan Saparua. Benda-benda jauh dari
perhatian Pemerintah Daerah dan hanya diperlukan pada saat perayaan Hari
Pattimura.
Padahal menurut tuan Rumah tempat penyimpanan benda-benda peninggalan Kapitan
Pattimura, pemerintah daerah pernah berjanji untuk merehabilitasi rumah sederhana
itu, namun hingga sekarang, janji itu tak terwujud. Bahkan, gubernur sendiri baru
mengetahui kalau benda-benda peninggalan itu masih tersimpan dengan baik.
Karenanya, gubernur sangat menaruh perhatian dan sempat memeriksa
dokumen-dokumen yang tersimpan disana. Gubernur juga telah menginstrusikan
kepada bawahannya untuk dapat berbuat sesuatu agar benda-benda peninggalan
sejarah tersebut dapat terpelihara dan menjadi salah satu daya tarik wisata dan studi
sejarah di Maluku. (SM-11)
Copyright © Suara Maluku
|