The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SUARA PEMBARUAN DAILY


SUARA PEMBARUAN DAILY, 20 Juni 2007

AFTA secara Penuh Diberlakukan
Daerah Tertinggal Akan Makin Terpuruk

[JAKARTA] Sejumlah kabupaten daerah tertinggal di Tanah Air dipastikan akan sulit menghadapi Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area/AFTA) yang akan diberlakukan secara penuh tujuh tahun lagi atau pada 2015. Jika tidak ada pembenahan dan upaya strategis dalam menghadapi AFTA, kabupaten tertinggal akan semakin terpuruk.

"Ada kekhawatiran sangat besar dalam penanganan daerah tertinggal. Waktu tujuh tahun menjelang AFTA secara penuh, bukan waktu yang lama, sementara saat ini saya melihat belum ada langkah-langkah strategis yang kita buat guna memajukan daerah tertinggal," papar Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Master P Tumanggor kepada SP di Jakarta, Senin (18/6). Kabupaten Dairi merupakan satu dari 199 kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia.

Tumanggor mengatakan, saat ini total kabupaten/kota di Indonesia lebih dari 370 kabupaten/kota. Tercatat, 199 kabupaten tertinggal dengan 32.200 desa tertinggal dari total 71.000 desa di seluruh Indonesia.

Karena itu, guna menghadapi AFTA, dia mengusulkan pembentukan Asosiasi Bupati Daerah Tertinggal. Asosiasi itu akan memberikan pemikiran-pemikiran guna mengantisipasi ketertinggalan daerah tertinggal secara serius.

Usulan pembentukan asosiasi itu sudah disambut baik Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy, ketika berkunjung ke sejumlah kabupaten daerah tertinggal di Sumut.

Menurut Tumanggor, sembilan bupati di Sumut setuju untuk pembentukan asosiasi itu. Saat ini tengah digalang dari bupati-bupati daerah lainnya untuk bergabung dalam asosiasi.

Berdasarkan catatan SP, AFTA digagas 10 negara anggota ASEAN sejak 1992. Tujuannya guna meningkatkan perdagangan, investasi, dan kegiatan ekonomi kawasan ASEAN.

AFTA diberlakukan secara terbatas pada 2003 untuk lima negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Sisanya, Vietnam, Laos, Kamboja, Brunei, dan Myanmar akan menyusul.

"Bayangkan jika AFTA secara penuh diberlakukan? Tidak ada lagi bea masuk dan sejumlah hambatan. Produk-produk pertanian akan bebas masuk.

Padahal mayoritas daerah tertinggal di Indonesia, andalan pendapatannya berasal dari produk pertanian," ujar dia.

Ditambahkan, pemerintah pusat bisa memberikan strategi kepada masing-masing daerah untuk meninggalkan ketertinggalan dan siap menghadapi perdagangan bebas. Strategi sesuai kondisi daerah bersangkutan, baik kondisi alam, sosial dan budaya masyarakat setempat.

Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) saat ini terus berupaya memajukan daerah tertinggal. Salah satunya dengan program Percepatan Pembangunan Pusat Pertumbuhan Daerah Tertinggal (P4DT). Yakni memberikan dana bantuan ke sejumlah daerah tertinggal sebesar Rp 900 juta. [Y-4]


Last modified: 20/6/07
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/rumah3poka
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044