The legend from New Guinea

The first midwife

Retold by Satoto Kusasi

The first midwife

The tribe of Kondologit lived at down stream of Beraur river.  The river make soil become fertile, good for farming, so that people live as farmer in that place.

 

Actually they were happy but they have a problem  concerning baby delivery.  They had usage to do section of woman’s belly for deliverying baby.  So if once woman want to give birth, a team of surgeon will do opened her belly.    So the mother would die since bleeding and infection was not cure properly and also the belly bare opened.  They were ridiculous isn’t their.

 

That’s why amount of woman lived at Amaksahen village decreased sharply.

 

One day, a woman, name Woiray, from tribe Krimadi, came to Amaksahen.   She actually was a slave of King Konjol, but now she has her freedom by paying from someone to the King.   And also she was a midwife of this Tribe.   She heard news the problem facing woman at Amaksahen. So she will help the women at Amaksahen.

 

Women at Krimadi’s Tribe were happier than woman at Kondologit’s tribe, because they safe to deliver their baby

 

Why did Amaksahen people never learn to their friends at Krimadi’s Tribe how to delivery baby?   Perhaps the communication and transportation was another problem in that place.

 

After Woiray stayed one week, she heard that a woman will going to give a birth.  She hurry went down to the woman’s house.

 

“ I must be the first coming to her house before the surgeon team come. “ she said.

 

Lucky her, the surgeon team was delayed to come.   So she could be able to do her job without hesitant.

 

After a while, the baby was born.  The mother and the baby were safe.

 

A moment later the surgeon team came and asked, "where is the woman who will give birth?"     They  surprise founded the woman had already giving a birth.   And also they surprise to find, the mother and the baby were safe.

 

They asked Woiray to teach them how to help woman delivery baby.   They also thankful for her coming to their village to help all of the women in the Kondologit’s Tribe.

 

Hopefully amount of women at village of

 Amaksahen would increase, since no more deadly woman after giving a birth.

 

 Satoto Kusasi, Karimata road 373, Balikpapan 76111

http://oocities.com/satotok/

 

 

 

Bidan pertama

Suku Kondologit hidup di dekat muara sungai Beraur.  Sungai membuat tanah menjadi subur, baik untuk pertanian, jadi penduduk hidup dengan bertani.

 

Mereka hidup dengan senang, kecuali ada satu masalah mengenai kelahiran bayi.  Mereka mempunyai kebiasaan membuat sobekan luka pada perut ibu guna melahirkan bayinya.  Jadi jika seseorang wanita  hendak melahirkan, maka sebuah tim bedah akan membuka perutnya.   Maka sang ibu akan mati, disebabkan perdarahan dan infeksi, yang tidak diobati dengan tepat dan juga perut yang terbuka dibiarkan. Mereka sangat tak masuk akal kan.

 

Oleh sebab itu, jumlah perempuan di Amaksahen turun secara drastic.

 

Pada suatu hari, seorang perempuan bernama Woiray dari suku Krimadi dating ke dusun Amaksahen.  Dia sebenarnya adalah budak dari raja Konjol, tetapi sekarang sudah merdeka karena ada seseorang membayar ke raja. Dan juga dia adalah seorang bidan dari suku itu.  Dia mendengar kabar tentang masalah wanita di Amaksahen  Maka dia ingin menolong wanita di Amaksahen.

 

Wanita di suku Krimadi lebih senang dari pada di suku Kondologit, karena mereka lebih aman dalam melahirkan.

 

Mengapa orang – orang di Amaksahen tidak belajar dari temannya di Krimadi bagaimanan caranya menolong melahirkan.  Barangkali disebabkan transportasi dan komunikasi merupakan masalah yang lain ditempat itu.

 

Setelah Woiray tinggal seminggu di Amaksahen, dia mendengar bahwa ada wanita yang mau melahirkan.  Dia cepat-cepat pergi kerumah sang ibu.

 

“ Saya harus yang pertama datang ke rumah ini, sebelum tim bedah datang” kata dia.

 

Sangat beruntung, tim bedah tertunda kedatangannya.  Jadi dia dapat melaksanakan pekerjaannya tanpa ragu-ragu.

 

Selang beberapa lama, bayi lahir.  Sang ibu dan sang bayi selamat adanya.

 

Tak berapa lama kemudian datanglah tim bedah, dia menanyakan, " mana si ibu yang mau melahirkan?"  Meraka keheranan, mendapatkan ibu sudah melahirkan.  Dan juga didapatkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan selamat.

 

Mereka meminta kepada woiray untuk mengajarkan mereka bagaimana cara menolong perempuan melahirkan.  Mereka juga sangat bersukur kepada Woiray yang telah sudi datang ke kampungnya dan telah menolong semua wanita di suku Kondologit.

 

 

Diharapkan jumlah wanita di Amaksahen akan kembali meningkat, disebabkan tidak akan ada lagi kematian ibu karena melahirkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.