| Operasi Dekompresi Vena pada Obstruksi Cabang Vena Sentralis Retina |
||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
| Dr.Sjakon G. Tahija Jakarta Eye Center |
||||||||||||||||
| Branch Retinal Vein Occlusion (BRVO) atau sumbatan cabang vena sentralis retina adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah retina. Retina adalah selaput syaraf yang melapisi dinding dalam bola mata. Fungsi retina dapat disamakan dengan film dalam kamera, yaitu untuk menangkap gambaran bayangan yang di pancarkan melalui lensa mata. Pada BRVO, terjadi sumbatan cabang vena (pembuluh darah balik) di tempat dimana vena tersebut di silang oleh arteri (pembuluh darah nadi). Sumbatan ini umumnya terjadi pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), mungkin karena arteri penderita hipertensi mengalami arteriosklerosis, dengan akibat pembuluh darah tersebut menjadi lebih kaku dan menekan vena dibawahnya sampai aliran vena tersebut terganggu. Akibat dari sumbatan vena ini, retina mengalami perdarahan dan oedem (pembengkakkan). Apabila efek dari sumbatan ini mempengaruhi makula, maka akan terjadi gangguan tajam penglihatan yang serius dari penderita. Makula adalah bagian retina yang digunakan untuk fungsi penglihatan yang halus, seperti membaca dan sebagainya. Sebelumnya, pengobatan BRVO hanya terbatas pada usaha untuk mencegah komplikasi yang lebih parah lagi, yaitu dengan terapi fotokoagulasi laser. Fotokoagulasi laser, walaupun memang bermanfaat, tidak dapat mengembalikan aliran darah vena yang tersumbat. Pada tahun 1999, di Amerika Serikat, dilaporkan mengenai operasi Dekompresi Vena untuk mengatasi BRVO. Pada operasi ini, selaput antara arteri dan vena disayat, dan arteri diangkat dari vena sehingga aliran darah kedalam vena dapat dikembalikan seperti semula. Sampai dengan sat ini, penulis telah melakukan Operasi Dekompresi Vena pada enam penderita BRVO di Jakarta Eye Center. Pada semua penderita ini, aliran darah dalam vena yang tersumbat dapat dikembalikan lagi. Lima diantara penderita BRVO yang menjalani operasi dekompresi vena mengalami perbaikan tajam penglihatan sedangkan satu penderita tidak mengalami perubahan tajam penglihatan. Tentunya harus diingat bahwa Operasi Dekompresi Vena, juga memiliki resiko, sama seperti operasi vitreoretinal lainnya. Perbandingan antara resiko dan manfaat operasi ini dibicakan dengan semua calon pasien sebelum dilakukan operasi. |
||||||||||||||||
| Foto Fundus Penderita BRVO sebelum dan sesudah operasi Dekompresi Vena | ||||||||||||||||
| Kembali ke "Selamat Datang" | ||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
| Hubungi saya | ||||||||||||||||