Tri Indraini Ratna Utami itulah nama lengkap saya. Nama yang cukup panjang itu merupakan ungkapan harapan kedua orang tua saya kepada putri ketiganya agar kelak menjadi muslimah yang berkepribadian seutama keindahan ratna (permata) yang kemilaunya mempesona semua orang...Jiee :-). Tetapi cukup panggil saya dengan panggilan yang cukup sederhana: Inne. Lho kok bisa dipanggil seperti itu? Ceritanya lain lagi nih. Nama itu 'resmi' dan akrab menjadi nama kesayangan ortu gara-gara hari lahir saya di Garut bertepatan dengan hari pernikahan seorang putri sahabat Ibu yang kecantikan, kecerdasan dan kepribadiaannya sangat Ibu kagumi. Dia bernama Inne. Ibu selalu berharap agar bayi yang sedang dalam rahimnya kelak berkecantikan lahir batin seperti Inne.
Hari-hari masa kecil hingga remaja terbingkai menjadi kenangan manis sejak pertama kali mengenyam bangku pendidikan formal di TK (dengan segala kelucuan dan kepolosannya) hingga keceriaan masa-masa di SDN dan SMPN 1 Cibatu, juga SMAN 1 Garut (apa kabar sahabat-sahabatku?).
Saya mulai merajut cia-cita selepas SMA dengan menimba ilmu di Fakultas Pertanian program studi pemuliaan tanaman Universitas Jenderal Soedirman - Purwokerto. Di atmosfer kampus itulah banyak pelajaran kehidupan yang menempa diri saya sekaligus membantu saya menemukan 'jati diri' - terutama sejak berinteraksi dengan teman-teman di unit kegiatan kerohanian Islam kampus (salam untuk teman-teman di UKI, UKKI juga KAMMI yang selalu istoqomah di jalan dakwah). Di kampus itu pula saya belajar untuk menggali potensi diri dengan berkiprah bersama teman-teman dalam tim redaksi majalah pertanian kampus "AGRICA" (salam buat seluruh staf redaksi dan kru). Tak hanya puas di situ, saya dan teman-teman mencoba merintis majalah Islam kampus pertanian "Al-Hilal" (salam kangen buat seluruh staf). Pertengahan 99 alhamdulillah, program S1 telah usai saya lalui. Sejak itu saya mulai menghirup udara kota hujan - Bogor - untuk belajar mengamalkan ilmu yang telah saya peroleh di Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian... hingga kini.
Tambahkan Rijzaani di belakangnya, itulah nama lengkap saya. Nama itu dimaksudkan bermakna: anak laki-laki kedua yang terkasih. Nggak percaya? Tanya saja pada kakek saya...:-) Saya lahir dan besar di Sragen, kota kecil di sebelah timur Solo. Setelah TK, saya selesaikan 'S3' saya yang pertama di Sragen: SD 15, SMP 1, dan SMA 1. Di masa-masa itulah saya mulai dikenalkan kepada Islam secara sederhana. Dari ikut-ikutan memeriahkan tarawih di langgar hingga halaqoh-halaqoh pengajian di SMA (Terimakasih kepada kakak-kakak kelas yang mengenalkan dan menabur benih pemahaman Islam yang sebenarnya). Selepas SMA barulah saya mulai 'meninggalkan' kota kecil itu untuk memulai 'S3' selanjutnya. Sempat diospek di STAN Jakarta dan mencicipi kuliah di Teknik Elektro UGM (cuma sehari), akhirnya Allah memberi saya kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman di negeri Kanguru. Melalui program STAID-BPPT saya selesaikan S1 saya di University of Queensland (salam untuk teman-teman Pengajian IISB, Muslim Student Association of Queensland - MSAQ, PPIA Queensland, Redaksi Alternatif - eh masih jalan nggak nih?). Tahun 1998 saya pulang ke Indonesia dan mulai merasakan suasana kerja di Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan (Balitbio - sekarang Balit Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian) di Bogor. Belum setahun di instansi tersebut STAID-BPPT kembali menawarkan program studi S2 sandwich antara ITB dan University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia (salam untuk teman-teman di FKKMMPB dan Immpas ITB, teman-teman STAID, pengajian dan TPA Kingsford, tim tenis akhir pekan dan ikhwan di Punchbowl). Selama setahun di ITB saya diajak teman-teman melahirkan FKKMMPB yang menjadi cikal bakal Ikatan Mahasiswa Muslim Pasca Sarjana (immpas) Bandung dan merintis majalah Al Jaami'ah yang mencoba memberi suasana dzikr kepada bacaan-bacaan yang bermuatan fikr/ilmiah. Selanjutnya di Sydney, saya kembali merasakan betapa dalam banyak hal negeri kanguru itu lebih islami dari negeri muslim terbesar kita ini. Akhir tahun 2000 program S2 tersebut selesai. Sekarang saya aktif lagi di Balitbio.