KOMPAS, Jumat, 27 September 2002, 13:53 WIB
Ditemukan Sejumlah Dokumen Terkait Kerusuhan Poso
Laporan : Lily Bertha Kartika
Jakarta, KCM
Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar mengakui bahwa ditemukan sejumlah dokumen
yang kemungkinan ada kaitannya dengan kerusuhan Poso, termasuk ledakan yang
terjadi sekitar 20 meter dari Polres Poso kemarin (Kamis, 26/9) pagi. Namun
demikian, sejauh ini masih didalami kemungkinan keterlibatan pihak asing dalam aksi
kerusuhan di Poso tersebut.
Menjawab pertanyaan wartawan usai shalat Jumat di Mabes Polri siang ini, Dai
mengemukakan kasus Poso mempunyai awal yang sudah sangat panjang. Itu
sebabnya, saat ini pihaknya masih mendalami sejumlah dokumen dan juga indikasi
keterlibatan oknum-oknum yang berada di daerah itu.
"Memang kita temukan dokumen yang berkaitan dengan itu, tetapi masalahnya kita
akan dalami apakah penemuan itu berarti keterlibatan mereka (pihak asing) atau yang
bersangkutan mempunyai dokumen tersebut untuk kepentingan lain. Ini yang masih
belum final," ungkapnya.
Kepentingan lain yang dimaksud, lanjut Kapolri, bisa saja berkaitan dengan
kepentingan jurnalistik dan lain sebagainya. Jadi sampai saat ini belum bisa
dipastikan secara yuridis. "Keterkaitan oknum-oknum itu sendiri, sedang kita
buktikan, tetapi yang jelas kita menemukan dokumen-dokumen itu dari berbagai
sumber, termasuk juga intelijen yang sampai saat ini kita kembangkan," katanya.
Sementara itu ditempat terpisah, Kabahumas Mabes Polri, Irjen Pol Saleh Saaf
memastikan bahwa paspor yang dimiliki Seyam Reda, warga negara Jerman yang
saat ini ditahan dan diperiksa di Mabes Polri adalah paspor asli. Namun sejauh ini
kepemilikan paspor tersebut masih dicek kebenarannya.
Saleh menambahkan, berkaitan dengan hal tersebut, polisi Jerman sudah datang dan
berbicara dengan Kakorserse Mabes Polri Irjen Pol Engkesman R Hillep dua hari lalu.
"Mereka memberikan masukan secara lisan maupun tertulis mengenai Seyam Reda,"
katanya.
Berkaitan dengan pemeriksaan Seyam Reda di Mabes Polri, Saleh menyebutkan
yang bersangkutan sejauh ini tampak tidak akomodatif dan sering memberikan
keterangan berbelit-belit sehingga menyulitkan penyidikan polisi. (ima)
Copyright © 2002 PT. Kompas Cyber Media
|