|
Javanese Traditional Villages And The Beautiful Sunset Paduan Manis Atraksi Wisata Budaya Dan Panorama tanggal upload naskah : 15 November 2003 Kontributor : Gatut Eko Nurcahyo Tema wisata yang kita angkat kali ini bersumber pada konsep attraction of the traditional way of life. Sesuatu yang dinamakan tradisional tidak selalu berarti keterbelakangan, suatu pengertian yang dapat saja mengesampingkan adanya potensi dan nilai-nilai adiluhung yang terpendam dalam hal-hal yang berbau tradisional. Bagi kita, orang Indonesia sendiri, mendalami dan mengindahkan traditional way of life adalah bagian dari peneguhan jatidiri bangsa. Sedangkan bagi orang asing, hal itu merupakan suatu langkah pengayaan wawasan dan pengalaman. Mengupas masalah traditional way of life tidak akan cukup dipaparkan dalam ruang yang terlalu sempit ini, so, kali ini cukup kita jajagi dalam kerangka potensi wisata. Back to the traditional way of life, suatu konsep yang pada masa sekarang cukup besar gemanya di mana pun tempat di dunia ini. Berbagai fenomena perilaku masyarakat modern pun cukup dijadikan bukti adanya suatu kebutuhan, kerinduan untuk sejenak, atau bahkan selamanya menggali kembali nilai-nilai tradisional. Mengemukanya kembali teknik pengobatan akupunktur dan herbal a la Cina, metoda relaksasi yoga a la India, sampai metoda pemusatan konsentrasi a la Zen Jepang yang diadaptasi oleh pegolf kaliber internasional Tiger Woods, merupakan contoh-contoh mashur. Berdasarkan hal-hal itulah kita harus mengakui suatu kebenaran bahwa hal-hal yang berbau tradisional itu tidak akan pernah ditinggalkan orang, terutama sekali yang manfaat dan hikmahnya memiliki nilai applicable untuk menyikapi segala permasalahan hidup di masa sekarang. Ada pun itu semua bukan tidak mungkin terinspirasi oleh aktifitas-aktifitas tradisional di sekitar kita yang masih ada. So, that's why we bring you this concept. Bukankah bangsa kita ini juga punya nilai-nilai tradisi nan adiluhung semacam contoh di atas ? Nah, akan kita tuju langsung dari sumbernya : masyarakat pedesaan yang jelas-jelas merupakan living culture yang masih banyak terdapat di beberapa pelosok Nusantara. Katakanlah kita akan menampilkan aktifitas keseharian, the way of life, termasuk faktor-faktor abiotik yang terlibat di dalamnya. Uraian di atas semoga cukup jelas sebagai gambaran bahwa salah satu objek wisata yang akan kita uraikan ini ada dalam kerangka wisata budaya desa tradisional. Akan kita ekspos lingkungan desa tradisional yang asri, natural, dengan aktifitas keseharian masyarakatnya : bertani, beternak, dan sebagainya termasuk dalam berkesenian. Sebagai suatu atraksi yang tidak dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari di kota-kota besar, segala komponen kehidupan tradisional benar-benar high-valued, menjanjikan banyak hal yang dapat diambil hikmahnya bagi orang yang berwawasan luas. Nah, dengan pemikiran sedemikian rupa, karakteristik tujuan wisata kita adalah desa-desa yang masih kental nuansa tradisionalnya. Kita tentukan juga bahwa desa tersebut juga memiliki dinamika kehidupan yang khas, yang membedakannya dengan desa-desa lainnya. Hal itu dapat berarti bahwa masyarakatnya memiliki karakteristik yang unik atau langka dalam hidup berbudaya dan berkesenian sehingga menjadi suatu atraksi tambahan yang menarik untuk dikunjungi dan dinikmati. Desa mana saja itu ? Tentu, kita sudah inventarisir dengan memperhitungkan karakteristik aspek seni-budayanya. Jelasnya, akan banyak hal yang valuable dapat ditampilkan, setidak-tidaknya mencakup aktifitas bermatapencaharian, berbudaya, dan berkesenian. Dalam cakupan aktifitas bermatapencaharian misalnya, atraksi yang dapat dinikmati adalah aktifitas bercocok-tanam, beternak, bersawah, berladang, atau lainnya. Dalam cakupan kehidupan budaya, kita dapat mengekspos nilai-nilai unggah-ungguh, tata-krama, mitos, maupun legenda setempat melalui scientific-guiding yang kita berikan, sedangkan dalam cakupan aktifitas berkesenian, kita telah menginventaris desa-desa yang masyarakatnya masih memelihara tradisi berkesenian yang telah ada sejak masa lampau. Sebagai contoh aktifitas berkesenian itu adalah seni tari (jathilan, gejog lesung, dan sebagainya), seni kriya/pahat/ukir (tatah sungging, tatah topeng atau ukir kayu, dan sebaginya) yang akan dapat dinikmati dengan sentuhan yang natural tanpa ada kesan di-ada-ada-kan. Ada pun semua komponen dapat dinikmati oleh para wisatawan melalui aktifitas sightseeing dan partisipasi langsung yang semuanya disertai expert-guidance. Melalui aktifitas partisipasi langsung, kita memberi kesempatan para wisatawan untuk secara langsung bersentuhan dengan hal-hal yang sedang dilakukan oleh masyarakat setempat sehingga akan semakin dalamlah kesan yang akan timbul dan dikenang oleh para wisatawan itu. O.K. setelah kunjungan ke desa-desa itu, perjalanan wisata kita lanjutkan ke Pantai Parangtritis untuk menikmati terpaan angin pantai dan bermain-main dengan ombak di tepi pantai. Kunjungan ke Parangtritis akan kita atur sedemikian rupa sehingga waktu tiba di sana mendekati atau menjelang sunset moment yang sangat indah bila diamati di pantai itu. Pada saat-saat tertentu, bila kita beruntung, akan dapat kita saksikan juga aktifitas nelayan-nelayan menjala ikan di tepi pantai dan hal itu merupakan pemandangan yang eksotis, terlebih bila mendekati sunset moment yang menyebabkan orang-orang itu tampak sebagai siluet-siluet bergerak yang dilatarbelakangi cahaya keemasan air laut yang memantulkan sinat matahari terbenam, warna-warni langit senja yang berpadu : kemerahan, kuning, dan orange, dan nun jauh di sana dapat kita lihat bola merah matahari yang akan membenamkan diri di balik bukit. Indah sekali dan merupakan penutup yang mempesona dari paket wisata ini. Website Administrator : gatut.eko@plasa.com |
| Kembali ke Daftar Wacana | Kembali ke Halaman Utama |