Lautan Rindu

Aku perlihat langit yang biru
Hiasan berwarna hijab dunia
lalu aku berkata, lafaz, bicara dan seru
nama kekasih yang jauh di mata
makin deras rasanya darah yang mengalir di dada
makin aku hampiri lautan kerinduan, makin bertambah ghairah
ku bayangkan wajahmu yang ayu di depan mataku
Lalu tenggelamlah aku di lautan rindu

Aku, Iya...Aku manusia yang memupuk jiwa naluri
bersabarlah aku akan alam ini
senja dan malam tiada bezanya
biarlah aku asyik membayangi si dia
Oh indahnya alam ini
sana sini, sini sana, Keindahan semata mata
buih buih terpapar di depan mata
menayangkan namamu, wajahmu dan segala ingatan mu di dalamnya

Aku...Iya Aku, telah terlihat akan karang karang yang abiad dan suci
lalu di sebalik karang karang itu terlihat akan permata berlian dan rubi
lalu aku menenggelamkan lagi diri ini
demi untuk dijamah oleh jari jemari
akan permata yang telah menjadi pujaan hati
oooooooh....aku makin lemassssssss
pernafasan ku makin tersekat, namun aku tidak cemas
biarlah aku lemas dalam keindahan ini

Tiadalah mereka mengerti,
orang yang tidak pernah melihat keindahan cinta suci
Tiadalah mereka mengerti
tanpa menerjunkan diri dalam lautan ini….

MMH
26-10-98

Allah Hafiz
Mirza Muhammed Hafiz Hashe
ri




Keatas