SEPINYA SEBUAH MIMBAR


Ia tetap menyala
Sebuah neon merah
Sepanjang malam
Saki peristiwa derhaka
Manusia dalam runtuhan
Disayap debu-debu iman.

Ia tetap bersinar
Hingga ke larut malam
Merahnya duka seorang wali
Salib di dadanya patah
Terbanting di gua.

Dalam bayang-bayang
Jalang-jalang berkeliaran
Lalu disambar lelaki
Jauh di lorong-lorong.

Lalu sebuah daerah lesu
Yang tinggal tunggul salib hanya
Sepilah sebuah mimbar!

January 1973
Petikan buku-(seindah yg hilang)



Keatas