|
LA
IZZATA ILLA BIL JIHAD
Source
: Tarbiyah Jihadiyah, Imam Al-Mujahid Abdullah bin Yusuf Azzam
1/
RUBAI BIN AMIR
Apa yang dimilikinya? Adakah dia memegang gelar doktor dalam
ilmu ekonomi dan manajemen? Tidak, dialah yangg masuk istana
Rustam dengan mengendarai kuda sehingga merobekkan permadaninya.
Kudanya pendek dia juga pendek. Masuk tanpa tali sandal, membawa
pedang atau tombak kuna dan mengendarai kudaf. Kuda itu masuk
istan Rustam dan menginjak permadani yang digelar diatas lantainya.
maka para pengawal Rustam berdiri untuk menangkapnya. namun
Rubai berkata dengan tenang:
"Saya
bukan diutus untuk menemui kalian, akan tetapi kalianlah yang
mengirim utusan untuk mendatangkan saya. jika kalian tak menginginkan
kehadiran saya, maka saya akan kembali".
Kemudian
Rustam menegur : "Biarakan dia , kitalah yang memerukannya."
Lantas Rubai mengikatkan kudanya ke dalah satu kursi kebesaran
yang ada.
Sementara
Rustam berada diatas singgasana emas, sedangkan orang-orang
Persia duduk. Rubai naik dan kemudian duduk diatas kursi kebesaran
yang ada. bajunya berlobang (wallahu alam), tanah dan debu mengotori
singgasana emas. Lalu Rustam bertanya kepada Rubai:
"Apa
yang kalian bawa?"
Maka
Rubai menjawab dengan kata-kata yang masyhur: "Allah telah
mengirim kami untuk mengeluarkan siapa yang Dia kehendaki dari
penghambaan kepada hamaba menjadi penghambaan kepada Allah,
dan dari sempitnya dunia menuju keluasan dunia akhirat, dari
penyimpangan agama2 yang ada menuju keadilan islam, ya salam.
(TJ 2:200)
2/MARWAN
HADID
Ada
seorang yang terpandang di Suriah, namanya Marwan hadid, semoga
Allah merahmatinya. Orang ini menyakini wajibnya berjihad menentang
orang2 Nushairi. singkat ceriata dia ditangkap oleh rezim Hafid
Asad. Serombongan truk mengangkut tentara dikirim untuk menangkap
laki-laki itu. Kendaraan-kendaraan tadi berhenti diluar, kemudian
melalui corong pengeras suara mereka memberikan peringatan kepada
penghuni bangunan bertingkat dimana Marwan Hadid tinggal disalah
sartu flatnya.
Mereka
berteriak: "Wahai para penghuni gedung, turunlah kalian
karena didalamnya ada mata-mata". Kemudian syeikh Marwan
berkata: "Wahai penghuni gedung, kami adalah orang-orang
muslim. Hai para tentara, polisi dan petugas keamanan! saya
memberi tempo kepada kalian seperempat jam untuk meninggalkan
tempat ini atau saya akan mendahului menyerang kalian".
Kemudian
sesudah lewat seperempat jam, mereka tetap tidak beranjak dari
tempatnya. maka syeik Marwan melemparkan granat dan menembaki
mereka dengan senapan yang ia miliki. namun tentara pemerintah
belum berani bergerak. kemudian mereka mendatangkan tentara
komandao dengan helikopter. tentara itu diturunkan diatas gedung
bertingkat bermaksud menyerbu gedung dari atas dan menyerbu
flatnya dan menangkapanya. Setelah berhasi ditangkap, syeikh
Marwan dimasukkan dalam penjara. kemudian setelah itu para pembesar
yang beraliansi ke sekte Nusairii mengadakan sidang militer.
Diantara mereka yang datang terdapat NAJI JAMIL, panglima AU.
Orang ini adalah pengikut suni dan juga MUSTHAFA THALLAS panglima
angkatan bersenjata. mereka semua duduk, yakni seperti dicerikan
pada kami.
Subhanallah,
dengan keberaniannya yang menakjubkan, saya tak pernah melihat
seseorang yang keberaniannya melebihi dia, khususnya dalam ruangan
makhkamah di depan algojo. Ketika syeikh memandang kedepan dia
melihat muka Naji Jamil dan Mustafa Thallas lantas berkata:
"Engkau wahai anjing Naji Jamil dan Musthafa Thallas, masih
hidupkah kalian hai anjing, ketahuilah bahwa yang saya pesankan
kepada para pemuda adalah membunuh kalian lebih dulu sebelum
orang-orang Nushairi hai para perwira. saya berpesan kepada
para pemuda supaya membunuh kalian, lima ribu perwira saja.?
Mendengar
kata-kata syeikh Marwan, Naji Jmail gemetar saking marahnya.
"Keluarkan dia, dia orang gila , keluarkan! teriak Naji
Jamil"
Kemudian
sampai juga kabar kepada kami bahwa Hafid Asad sendiri pernah
menemui Marwan di dalam penjara. Katanya: "Marwan".
“Ya”
sahutnya.
"Kami
ingin membuka lembaran baru". Kata Hafidz Asad. Selanjutnya
ia berkata; "Semoga Allah memaafkan apa yang telah lalu
namun dengan syarat engkau tidak mengganggu kami".
"Bagaimana
caranya?" Tanya Marwan.
Hafizd
mnjawab: "Tinggalkan perjuangan bersenjatamu".
Lalu
Marwan berkata: "Baik saya setuju tapi dengan syarat, yaitu
engkau harus membantuku untuk mendirikan Daulah islamiyah".
Mendengar jawaban Marwan , hafidz membalikkan badan dan keluar.
Takut, takut kepada pedang yang Allah menegakkan tauhid dengannya.
3/NAJAMUDDIN
Di Afghanistan tepatnya di daerah Wakhon, terdapat pemuda yang
mempunyai 100 pengikut, daerah Wakhon ini kalau di lihat dalam
peta maka bentuknya seperti jari pada ujungnya. daerah yang
memisahkan antara Afghan dan Cina, dan ini merupakan daerah
yang paling berbahaya maka Rusia menempatkan beberapa pangkalan
militer yang dilengkapai dengan rudal dll. Pemuda ini sering
menyusahkan tentara Rusia. Rusia mengutus utusan untuk tidak
menyerang pihak Rusia, namun dia penolak, malahan menyerang
mereka dan berhasil menawan lima orang perwira tinggi mereka.
Rusia kemudian mengirim utusan kepadanya dan meminta supaya
dia jangan membunuh mereka. Sebagai imbalannya, mereka akan
memberikan apa saja yang dikehendakinya. akan tetrapi dengan
tegas Najamudin menjawab:
"Demi
Allah saya bukan pedagang, saya tidak mengerti jual beli."
mereka mengancam:
"Jika
kamu membunuh mereka, maka kami akan membakar apa saja baik
hijau maupun yang kering. dan kami juga akan membakarmu."
ketika surat itu sampai ditangannya, langsung dia memmerintah
agar kelima perwira tersebut dibunuh. kemudian dia menjawab
surat mereka:
"Saya
menantangmu kalian hai Rusia".
Inilah
kemulian Islam. pemuda itu tidak akan dapat mencapai tingkatan
ini sekiranya bukan karena jihad. Dengan seratus orang dia menantang
Rusia.
4/
ABDUL WAHID AL PAGHMANI
Paghman
terletak di sepanjang pinggiran kota Kabul. Ketika Rusia masuk
Afghanistan mereka bertanya:
"Dimana
mujahidin?".
Sementara itu pemuda abdul Wahid datang di paghman, dia menuju
jalan raya dan berteriak:
"Dimana
Rusia?"
Padahal
Abdul Wahid adalah pemuda buta huruf. Demi Allah ketika aku
duduk bersamanya, maka saya menyadari keadaan diri saya. Dia
sangat tawadhu' sekali. Kebanggaan arab? Naudzubillah, dia lebih
baik daripada kita dan berada diatas kepala kita . memang dia
adalah pemuda buta huruf, tak benyak memiliki sesuatu namun
dia memegang pedang."
Akhirnya
Abdul Wahab mati sebagai syuhada. Kemudian diserahkan pada saya
secarik surat dari kantong bajunya. surat tersebut terkena beberapa
tetes darahnya. Selama dua bulan surat tadi berada di kantong
baju saya ia mengeluarkan bau harum. (2:205)
5/QODATUL MUJAHIDIN & REAGEN
Pernah
Sayyaf menolak kedatangan Konsul Amerika di ambang pintu rumahnya.
Para pembantu dekatnya mengabarkan: "Ada konsul Amerika
berada didepan ingin bertemu denganmu." Dia menjawab; "Sayang
sekali, saya tak punya waktu untuk bertemu dengannya."
Maka berbaliklah konsul Amerika itu dengan tangan hampa.
Kemudian
pernah ditanyakan kepada Yunus Khalis: "Kenapa anda menemui
Reagen?" Ia menjawab: "Untuk menawarkan Islam padanya,
karena pertemuan itu merupakan kesempatan." dan memang
benar Yunus Khalis menawarkan Islam pada Reagen. dia adalah
delegasi manusia pertama yang mengajak Reagen supaya mengganti
agamanya dan menyerunya untuk masuk Islam.
Ketika
Rabbani bertemu dengan Reagen, maka setelah pertemuan itu media-media
Amerika menulis head line dengan huruf besar dan panjang "DELEGASI
PERTAMA YANG MENGATAKAN TIDAK DIHADAPAN REAGEN"
Adapun
Hekmatyar, maka dia pernah berkunjung ke Amerika. mereka menawarkan
padanya untuk bertemu Reagen., akan tetapi dia menolak tawaran
itu. Duta Pakistan yang menjadi perantara mengatakan padanya,
"Jam 11.15 Presiden Amerika menunggumu". Namun Hekmatyar
berkata ; "Saya tidak mau bertemu dengannya". Duta
besar Pakistan ini menganggap Hekmatyar telah kehilangan akal
warasnya. "Engkau gila" Katanya, "60 orang pemimpin
dunia berada dalam daftar tunggu untuk minta bertemu dengan
Reagen, namun dia menolak bertemu dengan mereka. Lalu benarkah
engkau menolak bertemu dengannya."
"Ya
benar." Jawab Hekmatyar. Selanjutnya dia mengatakan: "Jika
kamu bersikeras memaksaku, maka aku akan segera meninggalkan
Amerika sekarang juga." (Kedatangan Hekmatyar ke Amerika
saat itu karena dia diundang PBB untuk membentangkan persoalan
negerinya pada PBB)
Saya
sendiri melihat surat konggres yang berisi undangan untuk Hekmatyar
selama keberadaannya di Amerika. Isinya seperti berikut:
"Karena
kalian adalah bangsa yang telah membuat teladan tinggi bagi
bangsa-bangsa lain di muka bumi yang berkeinginan melepaskan
diirnya dari tindak kesewenang-wenangan dan kezhaliman, maka
kami merasa mendapatlkan kehormatan untuk mengundang kalian
dalam jamuan teh bersama Kongres Amerika."
Namun
Hekmatyar berkomentar: "Kongres dan Reagen adalah dua muka
dari badan yang sama, yaitu Amerika." Dia menolak pergi
ke kongres. Reagen tidak berputus asa atas penolakan Hekmatyar.
malahan dia menulis surat dan mengirimkan bersama anak perempuannya,
Maurine Reagen. Maurine pergi menemui Hekmatyar dan menyerahkan
surat kemudian berkata: "Papa menantimu malam ini di gedung
putih." Reagen berpikir Hekmatyar akan melunak sikapnya
begitu melihat anak gadisnya. Namun ternyata Hekmatyar menjawab:
"Saya menyesal tidak dapat menerima undangan itu karena
saya telah membuat janji dengan mujahidin di Indiana. Saya akan
menghabiskan malam ini bersama mereka.". Dan sungguh-sungguh
menolak bertemu dengan Reagen dan menghabiskan waktunya bersama
mujahidin yang tidak memiliki apa-apa.
6/
IBRAHIM BEK
Dahulu
Ibrahim Bek melarikan diri dari Bukhara. Sebalum dia bersama
sekelompok mujahidin membentuk suatu gerakan jihad yang mereka
namai Bastamtamsyi. Gerakan ini mengadakan perlawanan terhadap
bangsa Rusia dalam waktu yang relatif lama. Akhirnya mereka
terdesak dan lari ke wilayah Takhar, ke Badakhasyan dan ke Kunduz.
Dari wilayah Takhar, Ibrahim Bek mengirim tentara ke Bukhara.
Kemudian Lenin mengirim surat kepada Raja Manullah, penguasa
Afghanistan yang isinya meminta supaya dia mengekstradisi Ibrahim
Bek kepada Rusia. Kemudian tentara Amanullah raja muslim Afghan
atau yang dikatakan sebagai raja muslim Afghan mengepung pasukan
Ibrahim Bek dan menyerhkannya pada Lenin. Namun Ibrahim Bek
lolos dari sergapan mereka dan selanjutnya keluar dari afganistan.
Dia mengucapkan perkataan yang masyhur disaat mengucapkan salam
perpisahan pada bumi Takhar:
"Besok
Rusia akan datang pada kalian....Besok Rusia akan datang pada
kalian..."
Peristiwa
yang serupa kini terulang, putra-putra Afghan melarikan diri
ke Peshawar atau berhijrah ke Peshawar.
|