|
MAHASISWA DAN
DOSEN ANTARA JIHAD, BANGKU KULIAH DAN TUTOR
Oleh : Syeikh Al-Mujahid Harist
Abdus Salam Al-Mishriy
Penyusun : I. Arsadana
Source : Qoluu Faqul! Anil Jihad
Berkata Imam Nawawi: Jika jihad
menjadi fardhu ain maka ia lebih afdhal dari pada ilmu, sama
saja apakah itu ilmu fardhu ain atau fardhu kifayah (Qolu Faqul
70)
Syeikh Al-Mujahid Harist Abdus
Salam Al-Mishriy berkata:
Betapa ramainya orang-orang
mengaku-aku bahwa mereka dalam jihad. Mereka berkata: “Kami
dalam jihad”, pengakuan untuk menghiasi keengganan mereka
mengikuti perang. Cobalah lihat gaya kehidupan mereka; pejabat
aman bersama keluarganya, ini pedagang, lalu itu buruh, petani
dan lihat disana mahasiswa Al-Azhar atau mahasiswa fakultas
syareah (ushuluddin), kedokteran, ekonomi, ilmu politik atau
……Masing-masing menyangka dalam jihad, mereka boleh
duduk meninggalkan perang, sedang dia di negerinya makan, minum,
kuliah, kerja dengan senang santai menganggap apa yang mereka
lakukan lebih baik dari perang. Mereka-mereka ini para pengubah
dan penyeleweng harus duduk manis memperdalam Al-Kitab dan sunnah
serta sirah tabi’in. (10)
“Jihad apabila menjadi
fadhu ain, maka anak bernagkat perang tanpa perlu mendapat ijin
dari orang tuanya. Apakah hari ini mahasiswa berangkat kuliah
dengan jarak begitu jauh untuk menempuh ilmu falsafat atau ekonomi
harus meminta ijin kepda orang tuanya? Bila bunda melarang anak-anaknya
untuk mengikuti ujian mata kuliah ekonomi, apakah harus dipatuhi
hal ini? Begitu juga bila bunda melarang anak-anaknya untuk
meninggalkan jihad ketika fardhu ain apa harus ditaati? Manakah
yang paling urgen? Perang ataukah studi ekonomi? Apakah Anda
tidak mengerti dari ungkapan saya itu bahwa sebenarnya persiapan-persiapan
seperti ini di negerimu tidak lain kecuali pikiran yang salah
mengalir menutupi akal sehat!! Sesungguhnya persiapan (idad)
yang hakiki adalah persiapan untuk perang”. (Ibid 11)
Bila jihad telah fardhu ain,
seseorang boleh berangkat tanpa meminta iin kepada orang yang
menghutangi seperti dijelaskan oleh para ulama. Apakah kamu
ketika akan berangkat kuliah mempelajari ekonomi sibuk dan cemas
karena beban hutang dan memperberat studimu dari pada jihad
dengan beralasan bahwa idad fikri (persiapan intelektual) lebih
baik dari pada idad perang? Apakah hukum syareat telah diamandemen
seiring bergulirnya zaman? (12)
Jihad ketika fardhu ain didahulukan
daripada shalat menurut madzhab empat kecuali Hambali. Meninggalkan
jihad fardhu ain berarti dosa sebagaimana meniggalkan shalat.
Apakah perbuatan kamu ketika kuliah, diskusi dan praktek laborat
kalian utamakan dari shalat, zakat dan puasa ketika itu semua
berbenturan? Apa pendapat kalian? Sesungguhnya apa yang kalian
perbuat hari ini lebih baik dan lebih bermanfaat bagi muslimin,
benarkah begitu? Apakah benar kalian menetapkan maslahah yang
lebih baik dari apa yang telah Allah, rasul tetapkan dan diikuti
para ulama? (12)
Seandainya diadakan ujian yang
memerlukan waktu selama enam jam, dimulai dari sebelum azan
dhuhur dan selesai ketika isya dengan melewati tiga shalat.
Bolehkan seseorang meninggalkan shalat ini dengan alasan suatu
ketika nanti bila ia lulus dan berhasil membuka praktek klinik
pengobatan, maka ia akan sumbangkan 30% dari penghasilannya
untuk jihad Palestina? Lalu apakah juga boleh mengikuti ujian
perkuliahan di teknik sipil dan meninggalkan shalat jumat karena
waktunya mepet? Namun dalam medan tempur, shalat boleh ditinggalkan
bila kondisi peperangan berkecamuk sangat hebat (dengan shalat
khaouf atau jamak –pent) seperti terjadi dalam perang
Khandaq”.(12)
Bila seseorang hendak mengikuti
perkuliahan di universitas “Barat”, namun dia harus
meminum sedikit vitamin untuk menambah suplemen agar mampu mengikuti
perkuliahan padahal hari itu puasa ramadhan, apakah boleh bagi
dia untuk melakukan hal ini? Tapi jihad ketika fardhu ain dia
diutamakan dari puasa dengan kesepakatan seluruh ulama dan dia
boleh berbuka. Kalau begitu manakah yang lebih utama perang
atau….?
Seandainya sebelum mengikuti
suatu ujian, pihak universitas mensyaratkan telanjang untuk
diperiksa didepan computer, apakah dibenarkan dia melakukan
hal ini dengan alasan jika nanti behasil lolos masuk fakultas
teknik nuklir maka dia kan mempelajari cara merakit rudal berhulu
ledak nuklir dengan itu dia bisa menyerang Israel?”
Manakah yang terasa lebih menakutkan
musuh, seorang pemuda yang mengendap-endap melaksanakan operasi
peledakan pada sasaran Yahudi dan sukses tetapi pemuda tersebut
tertangkap dan dieksekusi ataukah pemuda yang (terang-terangan)
masuk (SPMB) di Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Teknik Arsitektur?
(23)
Kepada para penyanjung peradaban
(teknologi) aku ajukan soalan: Bila musuh melakukan suatu invansi
ke dalam kotamu, apakah yang kamu lakukan maju memeranginya
dengan sekuat tenagamu ataukah kamu diam tetap konsentrasi merampungkan
kuliahmu? Apakah dalam Islam ada pemahaman tentang pembagian/batasan-batasan
Negara (selain darul Islam atau harbi serta maridin-pent). Sesungguhnya
Negara Islam adalah satu kesatuan! Pantaskah kita berkata kepada
anak-anak Palestina: Berangkatlah kalian pelajari ekonomi dan
social dan kita akan mengobarkan perang peradaban bukan perang
bersenjata!!! Subhanallah! (27)
Rasulullah bersabda: “Jika
kalian berjual beli inah, kalian mengikuti ekor sapi, kalian
ridha pada pertanian dan kalian tinggalkan jihad, maka Allah
akan timpakan pada kalian suatu kehinaan yang tidak akan lepas
sampai kalian kembali kepada agama kalian”. (Abu dawud
dengan isnad hasan. Syeikh Syakir berkata: shahih). Dalam riwayat
lain: “Jika manusia telah tergantung pada dinar dan dirham….Allah
akan turunkan padanya cobaan”. (Tirmidzi, Baihaqi: shahih).
Kehinaan disebabkan oleh harta, ekonomi dan meninggalkan jihad,
lalu kepiye kalian berstatemen bahwa idad ekonomi lebih diutamakan
dari pada idad operasi militer? (28)
Kehinaan kita bermula dari meninggalkan
jihad bukan dari kelalaian kita kan ekonomi, politik, teknologi
atau informatika. (28)
Siapa yang ngomong bahwa jihad
tidak mungkin bisa ditegakkan tanpa persiapan informasi dan
ekonomi? Bukankah perang melawan komunisme di Afghan dimulai
oleh 30 orang? Di Cechnya oleh 12 orang? Padahal sebelumnya
kita pada perang Hunain memiliki jumlah sangat banyak tetapi
kenyataan di lapangan memberikan efek sebaliknya? Siapa yang
melarang berperang dan mengalihkan kepada pendapat yang kamu
sebarkan? (29)
Sedangkan orang yang duduk-duduk
ngoprek mempelajari ilmu informatika dan informasi yang peperangan
senantiasa mempertautkannya dengan alasan bahwa computer merupakan
alat yang paling penting dalam pertempuran. Maka kami jawab:
janganlah kamu mentertawai dirimu sendiri, sebab tanpa diragukan
lagi disana ada yang lebih penting dari semua itu. Mengapa kamu
tidak mempelajari hal-hal yang langsung bermanfaat dalam kancah
peperangan? Dengan kalimat yang lebih jelas: Mengapa kamu tidak
mempelajari teknik-teknik nikayah (menceburkan diri) pada kerumunan
kafirin? Misalanya dengan nikayah untuk merugikan perekonomian
mereka…agar mereka sakit dan menderita..” (36)
***
Akhi muslim, perkataan-perkataan beliau ini rasanya tidak mungkin
diucapkan oleh golongan manusia. Beliau sangat ringan dalam
melontarkan kalimat-kalimat yang lebih tajam dari peluru karena
beliau berada pada puncak ketinggian Islam – dzirwatu
tsanamil Islam – diantara desingan misil, splinter dan
kelaparan. Sedangkan kami merasa berberat hati menerimanya karena
berada pada lembah dunia – Al-Wahn -.
Kitab setebal 154 halaman ini
membantah para apriori jihad terkusus para pelajar, dosen dan
intelektual muslim yang menyanyikan ribuan alasan dan Syeikh
membahasnya secara tajam dan ilmiah. Buku ini bukan sembarang
buku, tidak kaku bak desertasi penuh footnote, tapi ia hidup,
benar-benar hidup. Antum wajib mempelajarinya dan silahkan bandingkan….
Ya Rabbi, bimbinglah daku untuk
mendekat pada petunjukmu yang lurus ini
|