|
Wasiat
Asy Syahid Samer Muhammad Hamed Faudah
Bismillahirrahmanirrahim, Allah Ta'ala berfirman:
"Telah
tetap ketentuan Kami kepada hamba-hamba rasul Kami. Bahwa merekalah
pasti sebagai pemenang. Dan tentara Kami tentulah sebagai pemenang."
Aku
saudaramu, syahid yang kekal hidup, insya Allah: Samer Muhammad
Hamed Faudah (22 tahun) berasal dari daerah jajahan "Zarnouqa"
pinggiran el Ramlah dan bermukim di kamp Jabalea. Putera Brigade
asy Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas. Saya lakukan
aksi ini tak lain hanyalah ingin mencari ridha Allah semata.
Amma
ba'du, saya serukan kepada semua pemimpin Arab untuk meleburkan
diri dalam hati seorang pemimpin sejati, jangan menjadi hina
diri. Dalam wasiat ini saya serukan kepada mereka untuk menyatukan
pasukan, karena hal itu akan bermanfaat bagi mereka saat bertemu
dengan Allah SWT. Saya serukan kepada mereka untuk membela Masjid
Al-Aqsha yang setiap hari berseru: dimana umat Islam?! Dimana
para pemimpin Arab, tidur lelap?! Wasiat saya kepada mereka,
agar yakin kepada Allah Azza wa Jalla, menyatukan kubu dan menegakkan
bendera tauhid di atas dinding-dinding kota Al-Quds.
Saya
wasiatkan juga kepada mereka yang paling aku cintai, para jema'ah
Masjid Al-Syuhada. Saya pesankan kepada mereka: maafkanlah saya
jika salah dalam membina setiap pemuda masjid. Saya serukan
juga kepada mereka untuk menjadi satu orang di dalam masjid
karena masjid adalah rumah satu-satunya yang bisa mengumpulkan
pemuda muslim didalamnya. Atas dasar inilah jema'ah sekalian
saling cinta mencintai karena Allah bukan karena kepentingan
dunia semata. Juga saya pesankan agar selalu shalat dalam berjama'ah
karena dengan itu bisa menyatukan hati karena Allah Azza wa
Jalla.
Kepada
ayah, saya pesankan agar ayah bisa menjaga rumah, karena rumah
itu amanah yang dibebankan di atas pundak ayah dan akan dimintai
pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Saya wasiatkan juga
kepada ayah untuk selalu shalat lima waktu dan shalat Jum'at
di masjid. Shalatlah selalu dibelakang seorang imam agar mendapatkan
pahala yang besar. Saya pesankan juga agar ayah sering bangun
malam Qiyamul lail, puasa sunnah Senin-Kamis. Ayah maafkan daku,
maafkan daku.
Kepada
ibu, maafkan aku ibu atas perpisahan ini. Saya tahu bahwa perpisahan
ini sangat sulit sekali, namun kecintaan-ku kepada Allah melebihi
dari segala-galanya atas hati-ku. Aku pesankan kepada ibu untuk
menjaga shalat tepat waktunya, untuk puasa sunnah Senin-Kamis,
qiyamul lail dan sering memperbanyak do'a. Ibu tercinta selamat
jalan, kakak-kakak dan adik-adik, maafkanlah aku atas perpisahan
ini. Tak lain dan tak bukan semua ini adalah untuk di jalan
Allah SWT.
Samer
Muhammad Hamed Faudah
Putera
Brigade asy Syahid Izzuddin Al-Qassam
|