|
KHILAFAH ISLAMIYAH DAN PERLUNYA MENCERMATI CARA PENCAPAIANNYA
Oleh: Samsuddin Firdaus
I.
Muqadimah
Alhamdulillah kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, memohon
ampunan pada-Nya dan berlindung kepada Allah dari segala kejelekan
kami serta keburukan amalan kami. Siapa saja yang Allah beri
petunjuk maka tidak akan sesat dan siapa saja yang Allah sesatkan
tak ada petunjuk baginya.
Allah berfirman: “Pada hari dijerumuskan wajah-wajah mereka
ke dalam neraka maka mereka berkata alangkah baiknya kami di
(dunia) taat pada Allah dan Rasul-Nya dan mereka berkata; 'Ya
Allah, sesungguhnya kami (di dunia) justru taat pada SAADAH
dan KUBARO dan mereka menyesatkan kami (dari jalan yang lurus
di dunia).
Pelajaran yang didapat dari ayat tersebut bahwa pada saat pertama
kali dimasukkan ke dalam neraka maka aktifitas pertama kali ahli
neraka adalah menyesali dua hal:
1.
Penyesalan mengapa mereka tidak taat pada
Allah dan Rasul-Nya selama di dunia
2.
Penyesalan mengapa mereka semasa di dunia
justru taat pada dua berhala besar yaitu SAADAH dan KUBARO.
Menurut beberapa mufasirin dalam Tafsir Ibnu Katsir, saadah
artinya umaro (pemerintah) sedang kubaro artinya ulama yang
sesat dan menyesatkan.
Bila kita membicarakan tentang pemerintahan maka secara global
pemerintahan terbagi menjadi dua:
1.
Pemerintahan yang didasarkan pada
ا لاعتراف بحاكمية الله
2.
Pemerintahan yang didasarkan pada
ا لاعتراف بحاكمية
الشعب
Yang pertama maksudnya: pemerintahan yang seluruh hukum dan
agenda politiknya di dasarkan pada pengakuan terhadap kekuasaan
dan hukum Allah (pada skala kecil dinamakan Daulah, skala besar
dinamakan khilafah). Pemerintahan jenis ini harus dan wajib
ditaati. Ketaatan padanya adalah realisasi ketaatan pada Allah
dan Rasul-Nya.
Yang kedua adalah pemerintahan yang seluruh hukum dan agenda
politiknya di dasarkan pada pengakuan terhadap kekuasaan rakyat
dan hukum buatan manusia (salah satu bentuknya dan yang paling
populer adalah pemerintahan demokrasi). Pemerintahan jenis ini
harus di ingkari dan ketaatan padanya merupakan realisasi dari
ketidaktaatan dan pembangkangan terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Walhasil maksud ayat diatas yaitu:
1.
Ketaatan pada pemerintahan yang didasarkan
pengakuan pada kekuasaan rakyat dannhukum buatan manusia merupakan
hal utama yang disesalkan oleh ahli neraka.
2.
Bahwa pembentukkan pemerintahan yang
didasarkan pengakuan pada kekuasaan hukum Allah hukumnya wajib
dan merupakan realisasi dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
II.
Musykilah Ummat Hari Ini
Hari ini umat Islam sedang di timpa satu fitnah besar (bahkan
yang paling besar), satu penyakit yang amat berbahaya bahkan
lebih berbahaya dari AIDS sekalipun. Fitnah tersebut adalah:
انتقال الحكم
و الساطان الي
الكفر . Yaitu berpindahnya
hukum dan pemerintahan (dari dan milik umat Islam) kepada orang
kafir. Umat Islam yang mempunyai karakter dasar sebagai pemimpin
Umat manusia, sebagai pemberi petunjuk bagi seluruh umat manusia
pada hari ini telah turun dari singgsananya sebagai pemimpin.
Bukan sebagai orang yang memimpin bahkan sebagai obyek dari
kesewenag-wenangan kepemimpinan kafir. Hari ini umat tidak memiliki
kekuatan memberi petunjuk, tidak memiliki kekuatan untuk membawa
umat manusia ke jalan yang lurus. Kekuatan tersebut tumpul karena
kelemahan dan hilangnya kewibawaan umat.
Ada dua berhala besar yang selama ini menjadi kekuatan besar
penghalang dakwah islamiyah yaitu:
ا لانظمات و السلطان الكافرة , yaitu negara dan
pemerintahan serta organisasi sekuler baik yang berskala
internasional maupun yang berskala nasional. Hampir seluruh (kalau
tidak mau dikatakan seluruhnya) negara-negara dan
organisasi-organisasi sekuler di dunia mempunyai program utama
menghalangi kemajuan dan keberkangsungan dakwah islamiyah. Dai-dai
dan mujahidin-mujahidin adalah musuh-musuh utama mereka. Dalam
rangka menjamin keberlangsungan program melibas gerakan-gerakan
dakwah dan memecah belah kekuatan uamt islam mereka merencanakan,
sudah dan sedang melaksankan untuk menguasai sekaligus membubarkan
empat hal yangselama ini sangat potensial untuk membawa pada
persatua umat yaitu:
1.
Khilafah islamiyah
2.
Masjidil haram
3.
Masjid Nabawi
4.
Pemahaman dan pengertian Jihad
Penyakit-penyakit serta fitnah besar tadi menjadi sebab dari
penyakit serta fitnah-fitnah uamt yang lain, antara lain:
1.
Kebodohan umat terhadap islam
2.
Kelemahan mental umat dan kemiskinan materi
3.
Kolonialisme terhadap tanah air muslimin
4.
Penyimpangan wanita muslimah
III.Fungsi Utama Khilafah
Berkata Ibnu Humam: “Maksud awal dari ditegakkannya Imamah,
khilafah atau kepemiminan adalah untuk menegakkan Dien dan maksud
kedua adalah untuk mengatur dunia dengan khilafah tersebut dan
mempersatukan kaum muslimin serta menghindarkan perpecahan.
Maksud dari menegakkan Dien adalah:
1.
حفظ الدين : Menjaga Dien dengan cara dakwah, menghidupkan
sunnah, melawan ahli bid`ah termasuk di dalamnya berjihad, membina
kekuatan ekonomi, militer dan lain-lain.
2.
تنفيد الدين : Menegakkan syareat dan hukum Allah serta
membangun kekuatan utnuk mempu melaksanakannya
3.
القظا علي الطاغوط
: Mengadili thagut. Thagut menurut Imam Baidhowi ialah
setiap yang diibadahi selain Allah dan yang menghalangi manusia
untuk beribadah pada Allah.
IV.
Langkah Pertama dan Asasi untuk Sampai
Pada Pembentukan Khilafah
Telah menjadi hukum kehidupan bahwa sesuatu yang besar tidak
akan pernah bisa dibentuk tanpa memulai dengan pembentukkan
sesuatu yang kecil. Khilafah yang agung akan menjelma apabila
kita berusaha utnuk selalu sabar menapaki jalan yang panjang
dan sabar memulai dari usaha yang kecil. Tanpa itu khilafah
adalah mimpi penghias tidur. Khilafah yang bersih dan suci tidak
akan terbentuk apabila sejak dini kita tidak berusaha berkerja
untuk mencapainya dengan segala kesucian dan kebersihan yang
kita miliki. Harus ada jama'ah (kumpulan dari oarng-orang mukmin
yang mempunyai cita-cita dan komitmen yangsama terhadap syarat
dan iqomatuddin) yang shohih dan memperjuangkan khilafah. Urgensi
keberadaan jama'ah tersebut sangat mutlak.
Dr Najih Ibrahim berkata: “Bahwa jama'ah dan amal jama'i adaah
terjemahan satu-satunya untuk melaksanakan perintah Allah dan
Rasul-Nya akan persatuan dan sesungguhnya jama'ah adalah satu-satunya
potret yang tepat tentang perwalian yang sempurna antar kaum
muslimin. (Mitsaq Amal Islami).
Tentang jama'ah tersebut para ulama mengharuskan (tidak boleh
tidak) harus mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.
Mempunyai Al-ghoyah (tujuan) hanya mencari
ridha Allah sajaa, bukan memperjuangakan kepentingan jama'ah
(kelompok) atau pribadi. Ridha Allah dapat dicapai hanya dnegan
dua hal:
a. Mengikhlaskan semua tujuan dan aktifitas hanya karena dan untuk
Allah.
b. Mengikuti sunnah Rasul
2.
Beraqidah sama yaitu aqidah ahlu sunnah wal
jamaah berdasarkan pemahaman salafus shalih. Termasuk pokok-pokok
aqidah ahlu sunnah wal jama'ah yaitu:
a. Manhaj talaqi dalam rangka untuk memahami Al-Quran dan sunnah
haruslah berdasarkan pemahaman para salafus shalih.
b. Taqlid dilarang namun taqlid (ittiba') pada salaf shalih
hukumnya wajib dan di ridhai oleh Allah (komentar Ibnul Qoyyim
terhadap surat Taubah 100)
3.
Memiliki kesamahan pemahaman (Al-Fahmu).
Pemahaman akan Dinullah haruslah syumul dan kaffah berdasar
oemahaman salaf.
4.
Al-Hadaf, sasaran perjuangan haruslah dalam
rangka iqomatuddin yang meliputi dua hal:
a. Mengajak manusia hanya memperhambakan dirinya kepada Allah.
b. Menegakkan khilafah berdasarkan pada prinsip-prinsip kenabian.
5.
Al-Ijtimai (keterikatan).
Mengingat bahwa jamaah shahihah yang berusaha menegakkan khilafah
tidaklah satu buah, maka jama'ah-jama'ah tersebut haruslah mempunyai
kecendrungan untuk bersatu padu satu sama lain dalam rangka
untuk menyusun wihdatul quwwah (penyatuan kekuatan dalam menghadapi
musuh).
Kecendrungan untuk bersatu ini merupakan satu hal prinsip dan
tidak mungkin dihilangkan dari prasarat-prasarat jama'ah shahihah.
Ada tiga kriteria jama'ah yang bisa bersatu yaitu jama'ah yang
memiliki kesamaan:
1.
Wihdatul ghayah: tujuannya sama yaitu
mencari ridha Allah.
2.
Wihdatul aqidah: beraqidah sama yaitu
aqidah ahlu sunnah wal jamaah.
3.
Wihdatul fahmi lidinillah: pemahaman
islam secara syumul.
6.
Tadbiq (pelaksanaan). Jama'ah tersebut
haruslah melaksanakan proses pencapaian iqomatul khilafah secara
tadaruj dan bertahap yaitu:
a. Dimulai dengan pembentukan dan penguatan jama'ah
b. Persiapan dan pembentukan daulah.
c. Persiapan dan pembentukan khilafah
V.
Musykilatuna (Problem para Aktivis Hari
Ini)
Keberadaan para kativis meslim dengan jama'ah-jama;ah yang mereka
bentuk serta usaha-usaha serius mereka untuk menegakkan khilafah
sangat menggembirakan dan patut diacungi jempol. Kesedihan umat
akibat penguasaan kafirin cepat atau lambat Insya Allah akan
berkahir. Betapapun besarnya kemurtadan yang sedang melanda
uamt hari ini tapi Allah tetap memenuhi janji-Nya untuk menciptakan
generasi yang mempu menjadi solusi terhadap persoalan umat,
yang mampu mengangkat wibawa umat dan mempunyai kekuatan menghancurkan
kekuasaan kafirin yang untuk kemudian digantikan dengan kekuasaan
orang-orang mukmin, sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Maidah
54:
“Hai rang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang
murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu
kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya,
yang beriskap lemah lembut terhadap orang mukmin , yang beriskap
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah,
dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya
dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.
Keberadaan jama'ah-jama'ah tersebut merupakan tanda datangnya
generasi Robbany seperti yang dimaksud ayat diatas, walaupun
mereka berkonsentrasi dan mengambil spesialis pada bidang-bidang
tertentu seperti:
1.
Bidang siyasi / politik
2.
Bidang jihad /askari
3.
Bidang amar ma'ruf nahi munkar
4.
Mengarah pada manhaj salafush shalih
5.
Mengarah pada manhaj Quthbiyah
6.
Mengarah pada tabligh dan dakwak
Sudahkah berakhir??? Belum, masih ada masalah? Apa itu?
Jalan ke depan tidaklah mulus, perjuangan besar memang penuh
rintnagan dan cobaan. Perasaan gembira kita melihat maraknya
aktifitas para kativis muslim tersebut pupus dan hilang manakala
kita lihat sengitnya permusuhan dan perpecahan di antara mereka.
Masing-masing menganggap dirinya benar dan yang lain salah.
Masing-masing mereka menganggap cara dan jalannya benar sedang
yang lainnya salah tidak mengikuti sunnah. Masing-masing mengklaim
dirinya yang suci dan mengikuti salafush shalih sedang yang
lainnya salah dan bid'ah tanpa berusaha mengambalikkan kedudukan
persoalannya pada pemahaman Salaf.
Mengapa
hl ini bisa terjadi???
Tidak ada yang tertawa melihat ini semua kecuali mereka-mereka
yang sembunyi di balik bangunan tinggi di ibukota-ibukota negara
di seluruh dunia yang setiap hari dari detik- ke detik berkonsentrasi
menghancurkan uamt Islam dan aktifitas dakwah Islam.
Ketahuilah!!!
Bahwa program besar ini tidak akan sampai ke tujuannya tanpa
pemberdayaan seluruh potensi umat, penyatuan seluruh langkah
dan pelaksanaan seluruh program pada seluruh bidang secara simultan.
Dr. Shalah Shawiy dalam kitab Tarsyid Amal Islami berkata: “Bahwa
i'dad (persiapan) terbesar hari ini adalah membuat jembatan
hubungan harmonis dari masing-masing jama'ah atau kelompok umat
ini”.
Membina hubungan yang harmonis antar jama'ah hanya dapat dicapai
apabila masing-masing jama'ah mempinyai kesepakatan;
1.
Bersepakat pada masalah-masalah ushul dan
tauqifi antara lain tujuan, sasaran dan aqidah
2.
Bertoleransi pada masalah-masalah furu' dan
ijtihadi antara lain menyangkut jalan /metode dan wasilah.
Wallahu a'lam |