GERAKAN ACEH MERDEKA DAN ITIKAD BAIK PERJUANGAN

Wujudnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah merupakan satu cita-cita luhur yang bangkit dari sanubari Bangsa Aceh sendiri untuk merdeka dari penjajahan Indonesia. Keberadaan GAM pada mulanya kurang mendapat tempat di hati Bangsa Aceh. Ini boleh difahami, disebabkan penjajahan yang dilakukan oleh penjajah indonesia terhadap Bangsa Aceh sudah membuat Bangsa Aceh sendiri seperti disuntik dengan obat penenang. Sehingga Bangsa Aceh pada waktu itu telah pernah menganggap bahwa wujudnya GAM telah merupakan suatu gelombang yang mengacaukan ketenangan hidup Bangsa Aceh.

Tidak heran kalau pada waktu itu Bangsa Aceh sendiri turut serta memberi dukungan kepada penjajah indonesia untuk sama-sama membenci GAM. Ditambah pula sistem penjajahan yang dibawa oleh penjajah indonesia mampu menidurkan sejumlah Bangsa Aceh sehingga mereka terlupa untuk mengingat nasib bangsanya sendiri.

Sebenarnya kebenaran itu tetap merupakan suatu kebenaran. Ia tidak akan terhapus begitu saja. Akhirnya kebenaran itu, walaupun telah melalui jalan panjang untuk meyakinkan Bangsa Aceh, telah diterima sebagai suatu kebenaran. Bangsa Aceh semuanya sekarang ini telah membuka mata kepala dan mata hatinya secara terang dan lebar dan sudah mampu melihat bahwa sesungguhnya perjuangan GAM adalah perjuangan suci untuk membebaskan Bangsa Aceh dari terus diinjak-injak oleh kaum penjajah indonesia. Ini satu peristiwa yang patut disyukuri kepada Allah SWT. Allah telah mentakdirkan hati-hati kita Bangsa Aceh untuk bersatu, untuk mendirikan negara kita sendiri yang boleh kita pimpin sendiri untuk menuju masyarakat Bangsa Aceh yang aman damai dan mempunyai martabat sebagai makhluk ciptaan Allah serta bebas dari segala penjajahan dan penindasan.

Berangkat dari kefahaman tersebut, sesungguhnya perjuangan Bangsa Aceh untuk menentang kezaliman yang terus dilakukan oleh penjajah indonesia adalah satu kebangkitan yang menyeluruh dan ianya adalah hak milik semua Bangsa Aceh secara kolektif. Ianya merupakan tanggungjawab yang harus dipikul oleh semua Bangsa Aceh sehingga sampai ke ujung yang paling akhir untuk mengusir penjajah indonesia keluar dari negeri bumi persada kita Aceh. Tanggungjawab ini bukanlah merupakan satu tanggungjawab yang ringan, sebab tanggungjawab tersebut kita pikul secara bersama dan kita modalkan secara bersama. Jadi tidak aneh kalau Bangsa Aceh yang sadar dengan tanggungjawab tersebut dan turut melibatkan dirinya dalam perjuangan tersebut, dengan ikhlas hendaklah mengorbankan hartanya, perasaannya dan bahkan terpanggil untuk mengorbankan jiwa dan raganya.

Seterusnya, ada yang menjadi pertanyaan kita. Adakah pengorbanan itu merupakan satu perbuatan sia-sia yang tidak mendatangkan keuntungan? Sudah pasti jawabannya tidak, sekali-kali tidak. Sesungguhnya perjuangan ini adalah merupakan satu perjuangan yang insyaAllah mendatangkan hasil jangka panjang. Apa hasil jangka panjang itu? Sesungguhnya sejarah perjuangan Bangsa Aceh sejak dahulu lagi merupakan satu sejarah yang sangat membangggakan kita generasi sekarang ini.

Perjuangan pahlawan-pahlawan kita dahulu telah menjadi pembangkit semangat merdeka yang kita miliki pada hari ini. Seandainya Bangsa Aceh tidak pernah mempunyai sejarah tentang kegagahan dan keberanian para pahlawan Aceh terdahulu, mungkin Bangsa Aceh akan menjadi hamba sahaya kepada penjajah indonesia sampai ke ujung umur dunia. Semua yang kita miliki pada hari ini adalah warisan yang telah ditinggalkan oleh pahlawan-pahlawan atau syuhada-syuhada Bangsa kita yang telah meninggalkan warisan tersebut dengan harga yang dibayar dengan nyawa mereka. Ini merupakan hasil jangka panjang yang tidak boleh ditukar berapa nilainya.

Oleh sebab itu, tanggungjawab untuk menentang dan mengusir penjajah indonesia ini adalah warisan para pendahulu kita yang wajib kita laksanakan oleh semua lapisan Bangsa Aceh. Tidak hanya terbatas kepada lapisan tertentu saja dan bukan juga dimiliki oleh golongan atau kerabat tertentu saja. Sesungguhnya perjuangan suci ini adalah milik seluruh Bangsa Aceh dan Negeri Aceh itu adalah milik seluruh Bangsa Aceh. Dalam soal perjuangan ini, negeri Aceh dimiliki oleh Bangsa Aceh dan tanggungjawab untuk membela dan mempertahankannya adalah tanggung jawab semua Bangsa Aceh. Tiada golongan atau pihak tertentu yang harus merasa berhak terhadap negeri Aceh dan tidak ada golongan atau pihak tertentu patut merasa bahwa negeri Aceh adalah milik mereka. Jika ada pihak dari Bangsa Aceh yang merasa negeri Aceh adalah milik mereka, maka kumpulan inilah yang sepatutnya diusir lebih dahulu dari bumi Aceh, karena cara-cara pemikiran yang seperti ini akan memecahkan persatuan Bangsa Aceh.

Oleh sebab itu perjuangan GAM adalah satu perjuangan suci yang bukan didorong oleh sesuatu pengharapan, misalnya pangkat dan harta. Kalaulah ini yang diharapkan, maka disarankan supaya yang merasa dirinya demikian supaya awal-awal lagi patut menjalani masa pensiunan dalam perjuangan ini. Perjuangan GAM juga tidak boleh memiliki sifat yang tidak mau menerima kritikan atau juga tidak menghargai sumbangan-sumbangan Bangsa Aceh yang lain dalam memikirkan perjuangan ini. Ingat bahwa perjuangan ini bukan milik kita seorang atau sekumpulan, akan tetapi milik semua Bangsa Aceh.

Alhamdulillah, sekarang ini Bangsa Aceh mempunyai pandangan yang sama bahwa negeri Aceh wajib dibebaskan dari penjajahan indonesia. Dengan cara pembebasan pula Bangsa Aceh dapat membangun dirinya dan membebaskan harkat dan martabatnya dari terus diinjak-injak oleh penjajah indonesia.

Dalam suasana genting sekarang ini, dimana pihak penjajah indonesia terus mengirim pasukan-pasukan serdadu TNI dan POLRI nya secara rahasia ke Aceh, maka persatuan bangsa Aceh wajib terus dipertingkatkan dan kewaspadaan terhadap provokasi yang diciptakan oleh TNI dan POLRI juga wajib terus dipertingkatkan.

Akhir kata, kepada Bangsa Aceh semua supaya dapat terus mempertingkatkan persahabatan dan persaudaraan dengan sesama Bangsa Aceh dan Bangsa-bangsa lain yang bersimpati dengan perjuangan kita ini.

Panjatkan doa dan pertebalkan iman kepada Allah, InsyaAllah sama-sama kita akan mampu mengusir penjajah indonesia yang sangat menyengsarakan dan menindas Bangsa Aceh.

Penerangan MPGAM

26 November 1999