|
Wawancara Teuku Don Zulfahri dengan Harian Jepang, THE YOMIURI SHIMBUN pada 11 Februari 2000 Mengapa dalam waktu satu minggu terakhir, sejak 2 February 2000, banyak sekali anggota GAM yang menyerahkan diri ke TNI/Polisi di Aceh? [Menurut informasi, lebih dari 2000 anggota GAM telah menyerahkan diri]. Menurut pandangan Bapak, apa yang sebenarnya tengah terjadi di Aceh [pada umumnya] atau di dalam tubuh GAM [pada khususnya]? Jawaban: Pertama sekali yang perlu saya jelaskan, bahwa yang menggunakan baju GAM atau memboncengi GAM di Aceh terdapat beberapa kelompok. Ada Kelompok Provokator yang dicipta sendiri oleh TNI sejak tahun 1985, ada Kelompok Bandit yang mengambil kesempatan mencari keuntungan materi seperti mengompas dan memeras rakyat dengan alasan perlu dana untuk kepentingan perjuangan, dan ada juga Kelompok Ikut-ikutan yang berpunca dari kefanatikan mereka kepada Dr Hasan Tiro dan tokoh-tokoh tertentu. Kelompok Ikut-ikutan ini lah yang pertama sekali menyerah diri karena memang mereka ini tidak siap untuk menghadapi saat-saat genting begini. Untuk membesarkan momok "penyerahan diri" tersebut maka TNI memerintahkan Kelompok Provokator (yang sememangnya di bawah kontrol TNI) untuk juga menyerah diri, ditambah lagi dengan program TNI memaksa orang kampung, yang sedang ketakutan, menyerah diri beramai-ramai. Maka terjadilah satu sandiwara (sinitron) yang imejnya seolah-olah GAM! ramai-ramai menyerah diri, padalah itu tidak benar sama sekali. Semua anggota GAM (yang betul-betul) tidak ada seorangpun yang menyerah diri, mereka didokrin untuk siap mati demi mempertahan kedaulatan Negara Aceh. Kami melihat bahwa President Gus Dur berulang kali berupaya mengisolasi keberadaan GAM dari dunia international, atau pun dari masyarakat Aceh. Apakah upaya ini berhasil? Apakah hal ini yang menyebabkan banyak anggota GAM memutuskan untuk menyerahkan diri? Jawaban: Naluri pribadi saya dan rakan-rakan se ide, memang benar Gus Dur berupaya mengisolasi keberadaan GAM dari penglihatan dunia Internasional. Gus Dur memang cerdik dan lisik dan saya pikir dia hampir-hampir berhasil dengan tak-tiknya itu. Tetapi yang Gus Dur lupa bahwa semakin jauh dia berjalan, semakin banyak Kepala Negara Asing di berjumpa maka semakin terkenal juga GAM ini karena Gus Dur sendiri yang mempromosikan dan menjejerkannya tentang GAM. Anda juga jangan lupa bahwa usaha-usaha dari pemerintah RI untuk mengisolasi perjuangan kami telah dimulai sejak bermulanya perjuangan bangsa Aceh, namun opini dunia tidak mungkin bisa dibendung karena fakta dan realita penjajahan, pembantaian dan penindasan terhadapa bangsa kami memang telah direncanakan sejak lahirnya Republik Indonesia. Soal isu "penyerahan diri" anggota GAM sudah saya jawab di pertanyaan anda tadi. Banyak kabar mengatakan bahwa Gerakan Aceh Merdeka tidak lagi bersatu. Apakah hal ini benar? Sebenarnya ada berapa faksi di dalam tubuh GAM? Faksi mana yang kini lebih berperan? Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan ini saya minta anda membaca dan memahami beberapa tulisan dan wawancara terakhir saya yang disertakan bersama ini. Jika informasi ini bukan hal yang dirahasiakan -- sesungguhnya berapa jumlah anggota [bukan simpatisan] GAM di Aceh? Atau yang kini berjuang di luar negeri? Jawaban: Saya mohon maaf sebesar-besar maaf, sememangnya ini adalah masih rahasia. Soal keselamatan anggota dan tokoh-tokoh GAM amat penting sekali untuk menentukan masa depan perjuangan bangsa kami. |