MP-GAM : GUS DUR BOHONG TELAH BERKOMUNIKASI DENGAN GAM

PERWIRA POLISI DIPUKUL, PISTOL DIRAMPAS.

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Rabu 3/11).

Pernyataan Presiden Gus Dur pada wartawan, Senin lalu di Wisma Negara Jakarta, saat menjelaskan tentang pembatalan pembentukan Kodam Iskandar Muda Aceh serta penarikan pasukan non-organik dari satuan Kostrad dan Kopassus dari Aceh oleh pemerintah, di bantah oleh Penerangan Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (Penerangan MP-GAM) melalui surat elektronik yang diterima Redaksi Radio Nikoya-FM semalam, dalam keterangannya kepada pers, Presiden Gus Dur mengatakan telah mengadakan komunikasi dengan berbagai pihak di Aceh, termasuk dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), oleh karena itu pemerintah sekarang melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya, yaitu tidak akan membentuk Kodam Iskandar Muda di Aceh. Menurut Gus Dur, untuk pengamanan proyek-proyek vital di Aceh, seperti PT. Arun LNG, Mobil Oil, dll, dilakukan oleh pasukan setempat yang terdiri dari orang-orang yang bisa diterima oleh rakyat Aceh, selain dari itu Gus Dur juga mengatakan, pertemuannya dengan orang-orang GAM berlangsung hari Minggu (31/10) namun ia tidak bersedia menyebutkan dimana pertemuan itu dilaksanakan.

Pihak Penerangan Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP-GAM) yang berkedudukan di Swedia itu, dalam suratnya, menyebutkan, "pernyataan yang diucapkan oleh Gus Dur bahwa ia telah bertemu dengan pengurus Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah satu pembohongan. Pembohongan yang dilakukan oleh seorang yang katanya bertaraf "ulama" adalah suatu tindakan yang sangat menjijikkan dan sangat hina. GAM dengan tegas dan keras membantah pernyataan Gus Dur tersebut. Sampai saat ini tidak ada dari pihak GAM yang telah bertemu dengan Gus Dur. Tidak ada sesiapa dari pihak GAM telah diutus untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Gus Dur. Pernyataan Gus Dur itu adalah pernyataan yang mengada-ngada dan merupakan satu pembohongan. Namun demikian pihak GAM akan menyambut baik, jika ada, kesadaran pihak pemerintah Indonesia untuk mengembalikan kedaulatan Bangsa Aceh kepada Bangsa Aceh sendiri. Jika kesadaran ini tidak pernah wujud, maka pihak GAM bersama dukungan seluruh atau mayoritas Bangsa Aceh akan terus berjuang untuk memerangi dan mengusir penjajah yang terus menyengsarakan Bangsa Aceh, tulis pernyataan itu.

Pihak MP-GAM Swedia itu, juga menyerukan pula, agar Gus Dur dapat menghentikan segala pembohongan, serta menghentikan mengeluarkan ucapan-ucapan yang menyakitkan hati Bangsa Aceh. Bangsa Aceh yang teraniaya akan mendoakan kebaikan Gus Dur, jika dapat berbuat sesuai dengan ucapan dan janji baik yang pernah keluar dari mulutnya, jika tidak seluruh Bangsa Aceh akan membaca doa 'qunut nazilah' sebagai tiket untuk menghantarnya ke neraka, tulis pernyataan tersebut yang juga dikirimkan kesejumlah media massa nasional.

Perwira Polisi Dipukul.

Sementara itu di Banda Aceh, seorang Perwira Polisi, Letda Pol M Yatim Saleh, dari jajaran Polres Aceh Besar, kemarin, dipukul oleh seorang lelaki tak dikenal hingga pingsan di kawasan Jl Tengku Pulo Di Baroh, Banda Aceh. Setelah tak sadar diri, pistol anggota Polri itu dirampas. Peristiwa itu terjadi saat korban akan membeli koran di kawasan tersebut, setelah berangkat dari rumahnya di Ulee Lheue menuju kantor. Namun, ketika ia memesan koran tanpa turun dari sepeda motornya, tiba-tiba dari arah samping datang seorang lelaki mendekati Letda Pol M Yatim Saleh, dan langsung mengayunkan besi batangan yang dibungkus koran bekas ke arah kepala korban beberapa kali. Akibatnya, Letnan M Yatim jatuh bersama kendaraannya di aspal jalan. Dalam keadaan tak sadarkan diri, pistol yang tersarung di pinggangnya, diambil si pelaku dan kemudian kabur ke arah kawasan Kampung Baru. Setelah pelaku kabur, barulah beberapa orang yang berada di tempat itu menjerit-jerit minta bantuan, sementara korban segera dibawa ke RS Korem stempat untuk mendapatkan pertolongan.

Kapolres Aceh Besar, Letkol Pol Dedy S, yang mendapat kabar tentang musibah yang menimpa anak buahnya itu, telah mendatangi TKP bersama sejumlah anggota Polres serta segera menginstruksikan beberapa Polsek di jajarannya untuk melakukan sweeping terhadap seluruh kendaraan yang melintas di wilayahnya. Kapolres, mengatakan, akan terus berupaya untuk melakukan pengejaran terhadap pelakunya. Ciri-ciri pelaku telah di ketahui, sedangkan kondisi Letda Pol M Yatim sampai siang kemarin sudah sadar kembali. (Tim).

News Division

RADIO NIKOYA 106.15 FM

Banda Aceh Hit Radio Station

URL 1 :

URL 2 :