Pernyataan Presiden Gus Dur pada wartawan,
Senin lalu di Wisma Negara Jakarta, saat menjelaskan tentang pembatalan
pembentukan Kodam Iskandar Muda Aceh serta penarikan pasukan non-organik
dari satuan Kostrad dan Kopassus dari Aceh oleh pemerintah, di bantah
oleh Penerangan Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (Penerangan
MP-GAM) melalui surat elektronik yang diterima Redaksi Radio Nikoya-FM
semalam, dalam keterangannya kepada pers, Presiden Gus Dur mengatakan
telah mengadakan komunikasi dengan berbagai pihak di Aceh, termasuk
dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), oleh karena itu pemerintah sekarang
melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya, yaitu tidak akan membentuk
Kodam Iskandar Muda di Aceh. Menurut Gus Dur, untuk pengamanan proyek-proyek
vital di Aceh, seperti PT. Arun LNG, Mobil Oil, dll, dilakukan oleh
pasukan setempat yang terdiri dari orang-orang yang bisa diterima
oleh rakyat Aceh, selain dari itu Gus Dur juga mengatakan, pertemuannya
dengan orang-orang GAM berlangsung hari Minggu (31/10) namun ia tidak
bersedia menyebutkan dimana pertemuan itu dilaksanakan.
Pihak Penerangan Majelis Pemerintahan
Gerakan Aceh Merdeka (MP-GAM) yang berkedudukan di Swedia itu, dalam
suratnya, menyebutkan, "pernyataan yang diucapkan oleh Gus Dur bahwa
ia telah bertemu dengan pengurus Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah
satu pembohongan. Pembohongan yang dilakukan oleh seorang yang katanya
bertaraf "ulama" adalah suatu tindakan yang sangat menjijikkan dan
sangat hina. GAM dengan tegas dan keras membantah pernyataan Gus Dur
tersebut. Sampai saat ini tidak ada dari pihak GAM yang telah bertemu
dengan Gus Dur. Tidak ada sesiapa dari pihak GAM telah diutus untuk
mengadakan pertemuan dengan Presiden Gus Dur. Pernyataan Gus Dur itu
adalah pernyataan yang mengada-ngada dan merupakan satu pembohongan.
Namun demikian pihak GAM akan menyambut baik, jika ada, kesadaran
pihak pemerintah Indonesia untuk mengembalikan kedaulatan Bangsa Aceh
kepada Bangsa Aceh sendiri. Jika kesadaran ini tidak pernah wujud,
maka pihak GAM bersama dukungan seluruh atau mayoritas Bangsa Aceh
akan terus berjuang untuk memerangi dan mengusir penjajah yang terus
menyengsarakan Bangsa Aceh, tulis pernyataan itu.
Pihak MP-GAM Swedia itu, juga menyerukan
pula, agar Gus Dur dapat menghentikan segala pembohongan, serta menghentikan
mengeluarkan ucapan-ucapan yang menyakitkan hati Bangsa Aceh. Bangsa
Aceh yang teraniaya akan mendoakan kebaikan Gus Dur, jika dapat berbuat
sesuai dengan ucapan dan janji baik yang pernah keluar dari mulutnya,
jika tidak seluruh Bangsa Aceh akan membaca doa 'qunut nazilah' sebagai
tiket untuk menghantarnya ke neraka, tulis pernyataan tersebut yang
juga dikirimkan kesejumlah media massa nasional.
Perwira Polisi Dipukul.
Sementara itu di Banda Aceh, seorang
Perwira Polisi, Letda Pol M Yatim Saleh, dari jajaran Polres Aceh
Besar, kemarin, dipukul oleh seorang lelaki tak dikenal hingga pingsan
di kawasan Jl Tengku Pulo Di Baroh, Banda Aceh. Setelah tak sadar
diri, pistol anggota Polri itu dirampas. Peristiwa itu terjadi saat
korban akan membeli koran di kawasan tersebut, setelah berangkat dari
rumahnya di Ulee Lheue menuju kantor. Namun, ketika ia memesan koran
tanpa turun dari sepeda motornya, tiba-tiba dari arah samping datang
seorang lelaki mendekati Letda Pol M Yatim Saleh, dan langsung mengayunkan
besi batangan yang dibungkus koran bekas ke arah kepala korban beberapa
kali. Akibatnya, Letnan M Yatim jatuh bersama kendaraannya di aspal
jalan. Dalam keadaan tak sadarkan diri, pistol yang tersarung di pinggangnya,
diambil si pelaku dan kemudian kabur ke arah kawasan Kampung Baru.
Setelah pelaku kabur, barulah beberapa orang yang berada di tempat
itu menjerit-jerit minta bantuan, sementara korban segera dibawa ke
RS Korem stempat untuk mendapatkan pertolongan.
Kapolres Aceh Besar, Letkol Pol Dedy
S, yang mendapat kabar tentang musibah yang menimpa anak buahnya itu,
telah mendatangi TKP bersama sejumlah anggota Polres serta segera
menginstruksikan beberapa Polsek di jajarannya untuk melakukan sweeping
terhadap seluruh kendaraan yang melintas di wilayahnya. Kapolres,
mengatakan, akan terus berupaya untuk melakukan pengejaran terhadap
pelakunya. Ciri-ciri pelaku telah di ketahui, sedangkan kondisi Letda
Pol M Yatim sampai siang kemarin sudah sadar kembali. (Tim).
News Division
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station
URL 1 :
URL 2 :