ACEH HARI INI

BANDIT CABUT LARI, FANATIK MENYERAH DIRI

RAKYAT TERUS MATI, KENAPA BEGINI?

Saya ingin bertanya "Kalau benar TNI/Polri didatangkan ke Aceh untuk menggempur GBPK, kenapa tokoh-tokoh GBPK yang terdiri dari bandit-bandit bersenang lenang di Medan dan Batam sekarang ini ?" Di Medan mereka tidur di hotel mewah dan berpoya-poya dengan pelacur, begitu juga di Batam."Kalau betul TNI/Polri didatangkan ke Aceh untuk mengamankan Aceh, kenapa setiap hari masih ada rakyat tidak berdosa di bunuh oleh 'orang tak di kenal'?"Saya kadang-kadang, malah sering terpikir, bukankah tidak mungkin 'orang tak dikenal ini' atau bandit-bandit tersebut adalah ciptaan TNI sendiri ? Kalau mereka bukan milik TNI, kenapa mereka tidak diburu? Kenapa saya yang diburu? Kenapa TNI menghantar tim khusus untuk memburu saya ke Kuala Lumpur? Kenapa mereka mengantar tim mengerebek rumah saya di Petaling Jaya? Kenapa mereka tidak mengerebek rumah-rumah Bandit GAM/AGAM yang berada di Aceh. Kenapa mereka tidak mengerebek rumah-rumah Bandit yang diba! ngun dengan wang kurasan dari rakyat? Kenapa mereka mengerebek rumah-rumah rakyat yang membantu perjuangan ini atas dasar keikhlasan dan kepercayaan seperti yang terjadi kemarin di Wilayah Pase? Kenapa rumah dia itu digerebek setelah dia enggan membayar Rp50 Juta untuk Bandit GAM/AGAM. Kenapa? Kenapa "Juru Bicara" ASNLF dan perampok Bank BCA-Ismail Syahputra tidak diburu? Kenapa si Jack yang beristeri empat dan kaya mendadak hasil pemerasan rakyat tidak diburu dan hidup mewah di Medan? Kenapa "Panglima" AGAM-Abdullah Syafii berada di Jakarta? Kenapa "Panglima" AGAM seolah-olah menyerah diri? Kenapa mereka tidak ditangkap dan ditindak? Apakah mereka ini sememangnya sahabat-sahabat TNI sejak dulu lagi?

Sebagai Sekjen GAM, walaupun tugas saya bukan untuk terjun ke medan perang tetapi apapun yang terjadi di Aceh akan sampai kepengetahuan saya dalam waktu 2 jam. Apakah itu soal bentrok senjata, soal rakyat di bunuh oleh orang tak dikenal, soal pengungsi, soal pemerasan oleh kelompok bandit dan sebagainya akan tetap dilaporkan kepada saya oleh berbagai pihak dari jajaran GAM Murni, LSM, tokoh-tokoh masyarakat dan rakyat biasa.

Aceh Hari Ini, pada pandangan saya hasil dari laporan-lapaoran yang saya terima:

Orang-orang bersenjata yang membonceng nama GAM/AGAM sudah lari lintang pukang meninggalkan Aceh, namun mereka hidup mewah di Medan, Batam dan Jakarta. Boss mereka lari ke Eropah bersama keluarganya., manakala antek-antek mereka di Malaysia juga lari lintang pukang setelah saya keluarkan surat "Peunutôh Ateuëh si Pencipta dan Pembawa Fitnah".

Gema Referendum telah padam akibat dari ulah orang-orang bersenjata tersebut yang "mengundang" kehadiran TNI/Polri ke bumi Aceh.

Rakyat ketakutan serta ekonomi rakyat lumpuh total.

GAM murni tersepit dan terpaksa berundur ke hutan.

Rakyat tak berdosa mati setiap hari dan dunia internasional hanya diam membisu karena kegagalan Hasan Tiro berdiplomasi sejak awal-awal lagi.

Manakala tokoh-tokoh GAM di Eropah yang kononnya hebat-hebat sekali tidak lebih hanya bagaikan sepeda buruk yang putus rantai dan saya juga akan jadi putus rantai kalau tetap berada dalam organisasi yang tak terorganisir ini.

Bersama ini saya hidangkan gambar Boss Bandit GAM/AGAM yang lahir dan berwarganegara Singapura.