PIMPINAN GAM KALAP

"Kemuculan Saya Yang Tiba-tiba Pada Tahun 1999 Nyatanya Menghantui dan Menakutkan Tokoh-Tokoh GAM, Lalu Mereka Menuduh dan Menfitnah Membabibuta, Akibatnya Perjuangan GAM Menjadi Perjuangan Pribadi Golongan Tertentu Sehingga Aceh Terus Menjadi Mangsa. Pimpinan GAM Takut Hilang Kuasa"

Oleh: Teuku Don Zulfahri

LATAR BELAKANG HASAN TIRO CS. MEMBENCI SAYA:

Sebelas tahu yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Oktober, 1989 saya menulis sepucuk surat kepada Dr Hasan Tiro dan saya kirim ke alamat kotak posnya di London. Berikut isi lengkap surat tersebut:

Private & Confidential

Dr Hassan,

Lon lakee meah lon tuleih haba nyoe lam basa Inggereh.

First of all, I am an Achehnese. No one can deny that. Not even our Creator. You are the Leader of Achehnese ( at least that's what you claimed), therefore kindly please answer my following questions in details:

1.Who appointed you to be the Head of State for Acheh Sumatera as you proclaimed in your book titled "The Price of Freedom"?

2.A) Where do you register the organisation called " Natinal Liberation Front Acheh Sumatera" ?

a.When ?

b.Who are the committeee members ?

1.Where were you before 1976 ? Give me some reference and your whereabout and your activities.

2.Send me a copy of your organization institution. Each and every organization or movement must have institutions unless you are establishing it somewhere else out of earth.

If you are sincere and a pure Achehnese as you claimed you are, then I believe you are in no entangled situation in answering and providing me the above.

Should this letter is not being replied with your signatory on it within 60 days, I will assume that what ever you proclaimed either throught your books or your so called "army" is rubbish an nonsense and I will sincerely do what I have to do to save the Achehnese from being misleaded and will end in destruction.

Thank you, Mudah2an Allah geu gaseh droeneuh.

Sincerely, P/S: Since your address for communication is available in the form of a "post office box", then kindly please also accept mine as below: Lempap Got Atee, P. O. Box 11686, 50754 Kuala Lumpur MALAYSIA

Surat tersebut saya utus setelah saya gagal mengerti sistem perjuangan Hasan Tiro Cs. Hampir dua tahun, sejak 1987, saya mengenali GAM lewat anggotanya di markas pertama GAM di Malaysia (Kg. Sungai Kayu Ara, Damansara) dan dari penerangan-penerangan mereka saya gagal mengerti konsep perjuangan mereka, khususnya bab Hasan Tiro keturunan raja dan pewaris Negara Aceh. Saya juga gagal mengerti ketaksuban anggota-anggota GAM terhadap beliau yang menjurus seperti mengkultuskan manusia bagaikan Nabi Allah. Makanya, dengan sangat jengkel saya menyurati beliau.

Tiga bulan kemudian surat saya tersebut dibalas lewat khabar-khabar angin yang menyatakan bahwa nama saya masuk Senarai Bunuh dan Senarai Pengkhianat. Inilah contoh cara Hasan Tiro mendekati bangsa Aceh, kita bertanya beliau katagorikan kita sebagai pengkhinat dan wajib dibunuh. Ada 4 orang dalam Senarai Bunuh keluaran Hasan Tiro waktu itu, termasuk Datuk Seri Sanusi Juned (seorang menteri Kerajaan Malasyia), Fadlullah Wilmot (seorang tokoh akademik), Jacob Djuli (bekas sahabat dan kawan rapat Hasan Tiro sebelum lahirnya GAM) dan saya masuk senarai nomor empat.

Sejak itu warga Aceh di Damansara (kecuali Ustaz Abdul Hadi) yang kebanyakannya taksub kepada Hasan Tiro mulai memandang serong terhadap saya. Kalau dulunya mereka setiap hujung minggu mereka ramai-ramai ke kantor saya di Kuala Lumpur, setelah itu mereka menjauhkan diri. Sewaktu saya berkenalan dengan anggota GAM Kg Kayu Ara, saya sudahpun menjadi pengusaha. Saya memiliki sebuah perusahaan konsultan benama Malindo Business Resources Centre (M) Sdn Bhd

KONTAK PERTAMA DENGAN GAM (1987):

Kisah perkenalan saya dengan GAM ini cukup erotis. Dalam satu pesta perkahwinan anak Aceh pada tahun 1987 yang kebetulan baru saya kenali (namanya Muhammad Isa.. sekarang Toke Haji Isa Jamu), saya diperkenalan dengan Ustaz Abdul Hadi yang bermukim di Kg Kayu Ara. Ustaz Abdul Hadi, pentolan murid Abu Samalanga ini bukan anggota GAM tetapi secara kebetulan Ustaz ini bermukim berhampiran dengan markas GAM. Besoknya saya mendapat telpon dari Dr Lukman Thaib (waktu itu masih Tgk, belum dapat PhD.. malah Master pun belum). Katanya dia sahabat Ustaz Hadi dan dosen di UIA, begitu dia memperkenalkan diri.

Tentunya saya layani dengan baik sebab dia sahabat seorang Ustaz yang baru saya kenali, apalagi saya sendiri sangat rindu untuk berkomukasi dengan bangsa sendiri waktu itu karena sememangnya sejak saya bermukim di bumi Malaysia baru sekarang saya ketemu koloni masyarakat Aceh. Dalam waktu 3 hari Lukman, Ustaz Hadi dan beberapa tokoh Aceh lain sudah berdatangan ke kantor saya. Setiap kami bertemu, tentunya pokok perbualan kami adalah hal-ehwal masyarakat Aceh di Malaysia sehingga akhirnya kami sepakat mengadakan majelis baca Yasin di kantor sebagai wadah berkumpul dan menyatukan masyarakat Aceh, disamping menjadi satu wadah bersilaturrahmi. Dalam acara yasinan pertama yang diundang adalah masyarakat Aceh Kg Kayu Ara dan itulah permulaannya saya mengenali anggota GAM. Saya sangat terharu apabila......

. BERSAMBUNG................