|
BERITA UTAMA WASPADA SELASA, 27 JULI 1999 GAM Bantah Telah Terjadi Kontak Senjata BANDA ACEH (Waspada): Sekjen Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP GAM), Teuku Don Zulfahri membantah telah terjadi kontak senjata dalam Tragedi Beutong Ateuh yang menewaskan Tgk. Bantaqiah bersama istri dan para muridnya. "Tgk. Bantaqiah hanyalah mangsa genocide yang dilakukan oleh aparat-aparat TNI," tegas T. Don Zulfahri dalam siaran pers yang diterima Waspada di Banda Aceh, Senin (26/7) malam. Dalam siaran pers Sekjen MP GAM yang dikirim melalui faksimil dari Malaysia itu, T.Don juga menyatakan seluruh komponen GAM berdukacita dengan meninggalnya Tgk. Bantaqiah. Karena bangsa Aceh kembali kehilangan seorang guru agama Islam yang berprinsip dan berkaliber. Peristiwa hari Jumat (22/7) yang baru bocor kepada umum Minggu malam itu, menurut T. Don merupakan suatu pembunuhan yang direncanakan oleh TNI untuk menakut-nakuti teungku-teungku dan alim ulama Aceh yang diketahui merestui perjuangan GAM. Kata dia, target yang dipilih TNI jauh dari masyarakat ramai, adalah untuk mengelakkan reaksi spontan dari para santri dan teungku dayah di seluruh Aceh. "Semasa DOM dulu, Tgk. Ahmad Dewi juga diganyang dengan cara serupa." Disebutkan, dalam peristiwa tersebut tidak ada terjadi kontak senjata. Malah, menurutnya, Tgk. Bantaqiah tidak melawan langsung. "Beliau dibunuh dengan kejam diluar prilaku manusia, lebih parah dari binatang. Setelah beliau dihabisi, anak muridnya dibariskan dan ditembak seperti tentara Nazi membunuh kaum Yahudi," papar T.Don. Sementara rentetan peristiwa yang di beberkan Danrem 012/TU Kolonel CZI Syarifudin Tippe, menurut Sekjen GAM ini, semuanya merupakan cerita bohong dan palsu. Kata dia, ganja yang ditemukan adalah rekayasa TNI yang direncanakan, penemuan senjata api bukan bukti ada kontak senjata. "Untuk itu, kami menyerukan bangsa Aceh agar mengusir manusia-manusia hipokrit seperti itu," tulis T.Don. Dalam genocide terhadap Tgk. Bantaqiah, istri dan muridnya, T.Don menyatakan TNI telah merencanakan untuk menyembunyikannya dari pengetahuan umum, sama seperti pembunuhan terhadap Tgk. Ahmad Dewi. Buktinya, kejadian sudah Jumat siang, kenapa baru hari Minggu diberikan penjelasan oleh TNI. Inipun setelah peristiwa itu bocor kepada wartawan, yang disampaikan oleh murid-murid Tgk. Bantaqiah yang sempat menyelamatkan diri. "Kalau tidak, tentu akan menjadi misteri seperti hilangnya Tgk. Ahmad Dewi," tuturnya. Dalam siaran pers itu, T. Don dengan tegas menyatakan GAM tidak akan bertolak angsur dengan TNI dalam keadaan apapun, GAM akan berjuang sampai ke titik darah terakhir, walaupun seluruh rakyat Aceh dibantai seperti Tgk. Bantaqiah. "Biar seluruh bumi Aceh hangus, asalkan Aceh terbebas dari TNI." Ia juga menyebutkan akan mengusir Tim Silaturrahmi yang kini sudah berada di Sweden, karena dianggap bersekongkol dengan penjajah (Indonesia). Pada akhir siaran persnya, T. Don Zulfahri memohon kepada Allah agar mencucuri rahmat dan hidayah-Nya kepada Tgk. Bantaqiah, istri dan para muridnya yang telah lebih dulu berpulang ke pangkuan-Nya _____________
|