|
Siaran Pers Sekretaris Jenderal GAM 29 April 2000 PERTEMUAN JENEWA TAK AKAN SELESAIKAN MASALAH ACEH Propaganda Republik Indonesia dan Kelompok Bandit dalam tubuh GAM yang seolah-olah telah terjadi perundingan peringkat tinggi di Jenewa adalah bohong dan tak akan membawa makna apapun kepada masa depan Aceh. Apabila kata-kata "Jenewa" disebutkan seolah olah sesuatu yang hebat sedang terjadi, padahal pertemuan pertemuan tersebut tidak lebih hanya pertemuan antara Penjajah dan Bandit yang mengikat kerjasama untuk kepentingan pribadi masing-masing, jauh sekali dari kepentingan rakyat Aceh. Dengan membesar-besarkan pertemuan tersebut, pihak RI akan mendapat keuntungan imej yang baik pada pandangan dunia karena menunjukkan sikap yang toleran konon. Pihak Bandit pula akan mendapat keuntungan materi dengan menggunakan isu pertemuan ini untuk menguras dana dari rakyat dengan alasan-alasan 'Untuk Persiapan Wali Pulang" dan macam-macam lagi. Dalam hal ini nama Wali Negara dan nama organisasi telah diseret oleh kelompok Bandit sedangkan para senior GAM dan saya sendiri sebagai Sekjen GAM tidak merestui perundingan tersebut atas alasan tidak cukup syarat. Gerakan Aceh Merdeka tetap pada prinsipnya bahwa setiap pertemuan atau perundingan dengan RI haruslah ditengahi oleh sebuah negara ketiga, bukan ditengahi oleh sebuah NGO sebagaimana pertemuan Jenewa. Prinsip saya sebagai Sekjen GAM dan sebagai bangsa Aceh adalah jelas, saya mau dalam apapun perundingan yang menyangkut masa depan Aceh maka semua komponen (gerakan-gerakan sipil)yang mewakili bangsa Aceh wajib diikut sertakan. Artinya perundingan untuk masa depan Aceh harus dilakukan antara Bangsa Aceh dengan Republik Indonedia dan di saksikan oleh negara ketiga. Perlu saya jelaskan, pertemuan-pertemuan di Jenewa tersebut tidak bisa di katagorikan pertemuan antara GAM dan RI, sebab GAM tidak terwakili secara menyeluruh. Malah yang hadir di Jenewa yang mengatas nama dirinya sebagai tokoh GAM adalah kepala Bandit warga Singapura. Sedangkan Wali Negara, walaupun diseret ke Jenewa tidak ikut serta kecuali dalam pertemuan pertama pada 27 Januari yang hanya berpartisipasi secara pasif (sekadar dijadikan patung). Tegasnya, saya sebagai Sekjen GAM dan juga sebagai Jubir para senior GAM menolak pertemuan antara RI dan Bandit di Jenewa tersebut. Terima kasih. Teuku Don Zulfahri Sekretaris Jenderal GAM Tel:+60162705455 __________________________________________________ |