|
INTELIJEN GAM SUDAH TAU PASTI SIAPA PROVOKATOR DI ACEH, BAGAIMANA MENGHAPUSKANNYA ? Semenjak menguatnya kekuatan GAM dalam menentang TNI dan keberhasilan berbagai komponen bangsa Aceh menyamakan visi dalam menentang penjahan RI akhir akhir bermacam tuduhan dicipta dan dilemparkan terhadap GAM, termasuk GAM dituduh Petrus, membakar dan macam macam lagi. Malahan ada tuduhan yang mengatakan bahwa pimpinan GAM sekarang bekerjsama dengan RI akibat dari ulah segelintir penipu penipu veteran yang dihantar RI dengan alasan untuk bersilaturrahmi dengan tokoh GAM. Berdasarkan fakta tertsebut dan untuk menyelesaikan kekusustan dan anggapan negatif sesetengah pihak serta demi nama baik bangsa Aceh, GAM merasa perlu membuat sedikit penjelasan tentang beberapa hal secara berperingkat peringkat. Bahwa dari hasil investigasi Tim Intelijen GAM sejak Juni 1999, kami telah mengindentifikasikan pihak pihak yang bermain di Aceh sebagai provokator dan ada yang mengatasnamakan GAM, mereka ini antara lain: 1. Kelompok yang sering disebut " pemuda tak dikenal". Mereka ini adalah para preman yang dikomandokan oleh orang orang terlatih yang dicipta dan dibiayai oleh seorang tokoh Mafia berpusat di Medan. Satu lagi kelompok yang dicipta oleh orang yang sama adalah kelompok anak anak muda pemabuk dan perdagangan ganja. Anak anak muda tersebut kebanyakannya terdiri dari anak anak Aceh dari luar Aceh yang sudah hilang identitas dan diimpor kembali ke Aceh dengan misi merusakkan Aceh dengan berbagai cara. 2. Kelompok yang sering disebut "petrus". Mereka ini lansung dikendalikan oleh Tim Elang ciptaan TNI dan pusatnya sekarang sudah dipindahkan ke Medan. Mereka akan masuk ke Aceh dengan menggunakan baju TNI dan memakai baju GAM pada saat menjalankan tugas di tempat kejadian. Ketua Operasi Tim Helang ini adalah Mayor Yunus dari Padang 3. Kelompok membakar dan memprovokasi rakyat. Mereka ini juga dibawah komando TNI dari jarak jauh dan dilapangan dikendalikan oleh seorang Kopassus berpangkat Letnan Dua yang menyusup dalam GAM. Diantara lain kejahatan yang dilakukan kelompok ini adalah memeras dana dari rakyat dan perusahaan perusahaan dengan ancaman, menabur janji kosong mengatas namakan GAM dsb. Walaupun masih ada beberapa kelompok dan pihak lagi yang menangguk di air keruh tetapi tindakan mereka tidak begitu membahayakan secara keseluruhan, makanya dalam kesempatan ini kami berkeputusan untuk tidak menguraikannya. Jalan keluar untuk menghapuskan semua provokator tersebut yang sebelum ini begitu rumit dan buntu nampaknya sudah ada titik terang setelah para ulama dayah (HUDA) mengeluarkan Fatwa. GAM berkeyakinan bahwa Fatwa tersebut bisa dijadikan asas untuk membersihkan Aceh dari provokasi yang merugikan rakyat dan bangsa Aceh. Oleh yang demikian Majelis Pemerintahan GAM telah mengarahkan kepada semua komponen GAM untuk mamtuhi dan menjalan Fatwa-fatwa tersebut. Dalam kesempatan ini GAM menyeru kepada rakyat Aceh untuk sama sama menghayati dan melaksanakan serta membantu kami menjalankan keputusan para ulama ini. Sesiapa yang melanggar dan membelakangkan fatwa fatwa tersebut maka GAM akan menganggap mereka tersebut sebagai musuh bangsa yang musti dibasmi, maka jangan terkejut kalau nanti banyak orang dipotong tangan di Aceh dan penjara kami di pergunungan dipenuhi dengan provokator. Dalam Kesempatan ini juga GAM mengingatkan RI bahwa kami tidak akan sekali kali menyeru lagi meminta RI dan TNI/Polrinya keluar dari Aceh sesuai dengan batas waktu (17 Agustus 1999)yang kami berikan sudah tamat, tetapi anda pikir pikirkan sendiri hukuman yang akan anda terima di bumi Aceh dan akibatnya terhadap seluruh RI sendiri. Jangan lupa, kalau Aceh dianggap modal dan penyelamat RI pada tahun 1948, makan Aceh juga mampu menghancurkan RI pada tahun 1999. GAM adalah milik rakyat yang dipimpin oleh para ulama dan kami akan jalankan kehendak rakyat sesusuai keputusan/fatwa hukum para ulama. 20 September 1999 MAJELIS PEMERINTAHAN GAM Teuku Don Zulfari Sekretaris Jenderal Te: 0060162705455 email: abuasad_idi@hotmail.com ---------------------------------------------------------------------- TO THE PEOPLE OF THE WORLD: DESOLVE INDONESIA IF YOU WANT PEACE IN ASIA 54 years the existence of Republic Indonesia, what does it contribute to the Asia other than influx of illigal imigrants to neigbouring countries and spreading under age prostitutions ? Let me spell to you of what are the other Republic contribution, sepecially to the 200 millions human race within archipelago: 1. Killing: How many Timorese died since 1975 ? How many Achenese maasacred since the birth of the Republic. How many university students and members of the public died misteriosly ? 2. Torture: The world class human right organisation should be able to furnish you the details. You will be surprise. 3. Lost of Morality: Compare the morality of the Republic leaders and the leaders of neignbouring countries, study the morals of most so called Indonesian and see the results. Is this the kind of society the world want to create ? Give a chance to the 200 millions people of all races to start a new life by their own way on their own land ! By doing that, you create new frieNds and better world. Peace and humanise. |