WAWANCARA Teuku Don DENGAN TABLOID KRONIKA 22 JAN 2000.

1. Bisa Anda ceritakan bagaimana mulanya dan misi dibentuknya MP-GAM?

Penjelasan tentang asal-usul pembentukan MP GAM ini sudah banyak sekali saya buat melalui berbagai media, tetapi saya pikir sesuatu yang baik itu sememangnya perlu kita jelaskan berkali-kali dan masih juga tidak dimengertikan. Kalau sesuatu yang buruk, wah enak saja masuk kepala dan langsung diterima. Beginilah keadaan Aceh sekarang, yang baik dibelakangkan dan yang buruk dianuti dan dipatuhi. Sepertinya inilah zaman si Pandai dibodohi si Bodoh. Seorang ulama tasauf terkenal (sudah almarhum) pernah berkata bahwa suatu saat Aceh ini akan dikuasai oleh si Bodoh, kala itu si Pandai terpaksa patuh kepada si Bodoh ini sehingga kehancuran total bangsa Aceh tidak dapat dielakkan akibat si Bodoh berlagak pandai-pandai.

Sebelum saya menceritakan kembali asal-usul pembentukan MP GAM, perlu juga saya jelaskan tentang apa itu GAM dan AGAM. Yang dimaksud dengan GAM ialah nama sebuah organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Aceh dari RI. GAM adalah singakatan dari Gerakan Aceh Merdeka dan dalam Bahasa Inggeris disebut Free Aceh Movement. Sedangkan AGAM adalah Angkatan Gerakan Aceh Merdeka, yaitu sayap militer dari GAM. AGAM bukan organisasi tetapi institusi yang berada dalam tubuh GAM. Ada pula yang bertanya apa itu ASNLF (Aceh Sumatra Nasional Liberation Front) dan apa pula Negara Aceh Sumatra Merdeka? Terus terang saya sendiri kurang jelas dengan nama nama ini dan saya pikir kedua nama ini tidak perlu serta hanya menambah kebingungan rakyat.

Kita kembali kepada institusi-institusi yang ada dalam GAM. Kalau AGAM disebut sebagai sebuah institusi yang merupakan sayap militer dari GAM maka MP GAM juga merupakan sebuah lagi institusi yang berada dalam tubuh GAM yang berfungsi sebagai satu barisan pimpinan kolektif GAM, bukan sebuah organisasi dan bukan berada diluar GAM. Tentu saja banyak lagi institusi-institusi yang berada dalam tubuh GAM seperti MB GAM Eropa (Urusan Luar Negeri), Biro Penerangan GAM dan lain lain. Namun dalam perjuangan mengembalikan kedaulatan Negara Aceh Darussalam hanya ada satu organisasi, yakni Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jadi kalau selama ini masyarakat tertipu dengan fitnah bahwa MP GAM merupakan sebuah organisasi untuk menghancurkan GAM, maka dengan penjelasan ini saya berharap kekeliruan tersebut bisa terhapus. Perlu juga saya perjelaskan bahwa posisi saya dalam GAM bukan Sekjen MP GAM tetapi Sekjen GAM (juga sebuah institusi dalam tubuh GAM). Logikanya bagaimana MP GAM b! isa punya Sekjen sedangkan ianya bukan organisasi. MP GAM hanya punya sekretariat yang sewaktu pembentukannya saya sendiri memegang jabatan sebagai Kepala Sekretriat, kemudian oleh senior-senior GAM yang menganggotai MP GAM bersidang dan melantik saya sebagai Sekjen GAM, dalam waktu yang sama Sekretariat MP GAM juga masih dalam tanggung jawab saya walaupun sekarang ini bukan saya yang menjalankan tugas harian Sekretariat.

MP GAM adalah singakatan dari Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka atau dalam bahasa Inggeris Executive Council of Free Aceh Movement. Kalau kita selami arti perkataan " Majelis", maka kita akan terbayang satu badan yang dianggotai bersama-sama oleh sekian banyak tokoh (bukan satu orang). Manakala perkataan "Pemerintahan" pula membawa makna "kepemimpinan". Maka apabila perkataan "Majelis" disambung dengan Perkataan"Pemerintahan" akan membawa makna "Kepemimpinan Bersama-sama". Sepertinya saya sedang mengajar anda semua tentang tata bahasa, tetapi pada hakikatnya bukan itu niat saya. Saya cuma khuatir anda ‘tertidak’ paham akibat doktrin dan fitnah si Bodoh yang sedang memperbodohkan anda sekarang diseluruh bumi Aceh.

Majelis Pemerintahan (MP) atau" Kepemimpinan Bersama-sama" ini dibentuk hasil dari satu sidang pleno tokoh-tokoh dan senior GAM yang berlangsung di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1999. Sidang yang diadakan untuk membincangkan arah tuju dan re-organisi tonggak perjuangan bangsa Aceh (GAM) yang kala itu bagaikan sepeda ban kempes dan putus rantai itu ternyata menghasilkan satu keputusan luar biasa yaitu pembentukan satu Badan Formatur yang diberi tanggung jawab oleh sidang untuk memilih satu barisan pemimpin dan mendeklarasikansatu pembaharuan terhadap kepemimpinan GAM. Hal ini timbul akibat dari keabsenan dan kondisi kesehatan pendiri GAM, Tengku Hasan Muhammad di Tiro sejak sekian lama sehingga GAM pada kala itu bagaikan penumpang tertinggal pesawat dibandingkan dengan gerakan-gerakan sipil mahasiswa yang tumbuh akibat dari tumbangnya rezim Soeharto. Setelah dua minggu para formatur seramai 5 orang bekerja bertungkus lumus, maka pada tanggal 22 Maret 199! 9 terbentuklah satu sistem baru kepemimpinan dan struktur organisasi yang selama ini tidak pernah ada dalam GAM. Maka tumbuhlah semangat baru dan semakin jelas misi ke depan tonggak perjuangan bangsa Aceh ini.

Bersama ini saya lampirkan Dasar Pemikiran Lanjutan Perjuangan GAM yang dicetuskan oleh beberapa orang tokoh tentra GAM yang menjumpai saya sebulan sebelum sidang pleno tersebut:

 

LANJUTAN PERJUANGAN GERAKAN ACEH MERDEKA

Dasar Pemikiran & Rasionalnya:

1. Melihat perkembangan mutakhir di Indonesia dan sikap bangsa Aceh, baik yang di Aceh maupun ditempat tempat lain, yang begitu lantang dan berani akhir akhir ini memperkatakan dan maju kedepan menentang RI secara terang terangan.

2. Mengingat penderitaan rakyat Aceh yang tidak berdosa berjatuhan menjadi korban serta sikap Indonesia yang tidak pernah berubah terhadap Aceh, malah bertambah brutal.

3. Menyadari ketergantungan dan keyakinan rakyat Aceh terhadap Gerakan Aceh Merdeka sebagai tulang belakang pembela bangsa dari sudut ketenteraan belum menjadi nyata.

4. Mengetahui dan pengalaman membuktikan bahwa tidak adanya tindakan yang sesuai dan berpatutan yang dilakukan oleh pimpinan GAM yang ada sekarang untuk membuktikan keberadaan dan fungsinya, sebaliknya hanya menampakan lebih banyak buruk dari yang baik.

5. Memperhatikan perpecahan yang terjadi di kalangan anggota GAM yang begitu meruncing.

 

Maka seharusnya:

1. GAM mesti menjadi tulang belakang pendukung keinginan bangsa Aceh dewasa ini.

2. GAM harus menjadi inti utama pembela dan pertahanan yang sebenar kepada bangsa Aceh.

3. GAM harus membuktikan keberadaannya dan memenuhi harapan bangsa Aceh.

4. Mesti ada kumpulan penggerak utama yang ikhlas untuk menggerakan kembali GAM ini dan meletakan GAM pada posisi dimana semestinya berada, sebagai pembela bangsa.

5. Langkah langkah awal untuk mencapai cita cita bangsa dan menamatkan perpecahan dikalangan anggota dan masyarakat yang disebut ini adalah dengan menyatukan anggota Gerakan dengan cara memaafkan kesilapan yang lalu dan membuka lembaran baru sesama kita, baik sesama anggota maupun antara anggota dan masyarakat bukan anggota.

Usul Jalan Keluar:

Gerakan Aceh Merdeka mesti dan wajib di aktifkan secepat mungkin dengan cara berikut:

1. Menggemblengkan kembali dan menyatukan semua anggota dengan dimulai berperingkat peringkat. Menanamkan semangat baru dan mempersiapkan mental anggota melalui kebenaran dan kepastian serta memperbetul kesilapan pimpinan dulu dengan sistem yang lebih transparan dan jelas. Menjadikan posisi anggota siap terjun dan tempur kapan saja.

2. Menyusun kembali sistem pemerintahan Gerakan menjadi lebih nyata dan praktikal.

3. Mempersiapkan bekalan dan persenjataan dalam posisi siap tempur di Aceh.

4. Mencipta satu imej baru Gerakan kepada masyarakat Aceh dan seluruh dunia.

Usul Penting:

1. Lanjutan Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka ini tidak boleh ada pemimpin tunggal yang mempunyai kuasa eksekutif demi mengelak penyalahgunaan kuasa untuk kepentingan pribadi dan memastikan aktifitas Gerakan ini nanti hanya untuk kepentingan bangsa Aceh.

2. Lanjutan Perjuangan ini mesti dipimpin oleh satu badan khusus yang dianggotai oleh anggota Gerakan, Ulama dan cerdik pandai sebagai Badan Pemerintahan Tertinggi GAM.

3. Semua anggota dan siapapun yang terlibat dalam usaha melanjutkan perjuangan ini mestilah berjanji dan bersumpah bahwa keterlibatannya semata mata hanya untuk kepentingan bangsa Aceh. Tidak ada kepentingan pribadi dan mengaharapkan pangkat atau balasan. Tidak ada yang lebih penting selain kepentingan hak bangsa Aceh di Aceh.

Bersama ini juga saya lampirkan keputusan Bandan Formatur yang saya sebutkan itu:

Lapuran & Pengumuman

Peunutôh Hasé Keuridja Badan Formatur Angkatan Atjèh Meurdéhka

Bahwa kamoë para Formatur njang geupiléh dan geubri kuasa lam Meusapat Ulèë-Ulèë Tantra dan Peudjuang Angkatan Atjèh Meurdehka bak uroe Ahad 7 Maret 1999, deungon njoe kamoe bri lapuran dan pengumuman Peuneutôh hase keuridja dan tanggông jaweuëb kamoë:

1. Dasar Seumike kamoe:

Peureulee that Gerakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka njoe beu na pimpinan baro njang teudong lansông di mijub droëneuh Wali Neugara, njang kon si droë dua ureuëng lagèë njang ka ka, untok peuseulamat Peurdjuangan Angkatan Atjeh Meurdehka njoe.

Peureulee that Geurakan (Angkatan) Atjeh Meudehka njoe beu meu-ato dan meususon untôk peudjak buët njang beutôi dan meuguna keu Bansa Atjeh ban bandum.

Peurelee that ban bandum komponen Gerakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka njoe beu mesaboh dan meu sapeue kheun ateueh keupentengan bandum anggeeta dan Bansa Atjeh, kon kepentengan si droe dua ureueng lagee njang ka ka.

Peureulee that Geurakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka peugleh nan bak mata donja, bak mata bansa Atjeh supaja buet geutanjoe beutoi beutoi meuteumeung sokongan bak donja dan bansa teuh, kon haba haba mantong lagee njang ka ka.

Peureulee that ta peuselamat bansa teuh bek djipoh le le Jawa-Indonesia dan geutanjoe Geurakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka betoi beutoi beudjeut ke pembela bansa, kon peuhantjo bansa, dan pereulee that geutanjoe bek silap langkah le ukeue njoe.

2. Makadjih kamoe tjok peuneutoh:

Ka kamoe pileh 11 (siblah) droe ulee ulee Peudjuang, Tantra dan Ulama njang bako bako dan na ileumee untok geupimpen sitjara meusigo Geurakan Atjeh Merdehka njoe, geuduek bak saboh badan njang meuboh nan Madjlis Peumeurintahan Geurakan Atjeh Meudehka (MP-GAM) njang geu melapor lansong bak droe geuh Wali Neugara.

Ka kamoe pileh dan usul untok geu angkee le MP-GAM padum droe ureueng njang bako bako dan na ileumee untok duek bak padum padum boh Urosan rayek untuk peudjak buet Peurdjuangan njoe deungon teuato dan sistematis.

Ka kamoe usul tjit tjara tjara njang djroh bak anggeeta MP-GAM njoe teuntang tugaih tugaih MP-GAM dan pakriban geupubuet buet beu na hase keu Bansa Atjeh dan geuridha le Po.

Maka deungon njoe, tugaih dan fungsi kamoe sibagoe Formatur ka seuleusoe dan Badan Formatur njoe ka teububar bak uroe njoe, 4 Zulhidjdjah 1419H/ 22 Maret 1999. Kamoe bandum meudoa seumoga angeeta MP-GAM tetap lam lidongan dan peutunjok Po, beu ek geupeuseulamat Perdjuangan Bansa njoe, beu trok bak tjita tjita.

K r u S e u m a n g a t ! BADAN FORMATUR

 

Diantara misi penting yang perlu di jalankan segera waktu itu adalah memperbaiki imej GAM dimata rakyat dan masyarakat internasional, memperkuat sayap militer (AGAM), mewujudkan institusi-institusi yang diperlukan sebagai sebuah organisasi pejuang kemerdekaan dan menghimpun kembali segala sumber dan kekuatan yang ada dalam tubuh GAM. Itulah diantara misi penting yang dicetuskan pada bulan Maret 1999 tersebut.

2. Apakah MP GAM juga tunduk dibawah pimpinan Wali Hasan Tiro?

Oh ya, tentu saja dan kalau mengikut struktur baru yang dicetuskan pada bulan Maret 1999 tersebut, Tengku Hasan adalah pemimpin tertinggi GAM dibawahnya langsung MP sebelum AGAM dan institusi-institusi lain. Walaupun Tengku Hasan tetap di letakkan sebagai pemimpin tertinggi, namun keputusan-keputusan dan urusan pengurusan GAM dipertanggunjawabkan kepada MP sebagai pimpinan bersama. Jangan lupa bahwa yang menganngotai MP adalah senior-senior GAM yang paling rapat dab bersama-sama Tengku Hasan mendirikan GAM pada tahun 1976 dulu.

3. Dari struktur organisasi bagaimana hirarki hubungan Wali Negara dengan MP-GAM?

Pertanyaan ini sudah terjawab di no.2, untuk lebih jelas lihat struktur di bawah:

4. Kenapa pihak AGAM tidak menerima MP- GAM?

Siapa bilang AGAM tidak menerima MP? Kalau anda anggap Ismail Syahputra mewakili AGAM, itu silap besar karena dia dan beberapa orang lagi yang bermain di Aceh sekarang adalah gembong GPK asuhan TNI, bukan GAM murni. Mereka yang mengklaim dirinya AGAM dan tidak menerima MP adalah jelas sekali melanggar institusi organisasi dan saya pikir mereka ini adalah GPK yang ditunggani oleh bandit-bandit dan mafia Singapura yang bekerjasama dengan TNI (ABRI) sejak tahun 1985. Sedangkan AGAM murni adalah terdiri dari tentra GAM yang profesional dan mereka ini tidak banyak bicara. Mereka hanya tau berperang mengusir TNI dari bumi Aceh serta melatih kader-kader baru, bukan menyebar fitnah dan propaganda serta bukan membawa janji-janji kosong yang memecah belahkan komponen bangsa Aceh.

5.Bagaimana konsep perjuangan Aceh menurut MP-GAM?

Kurang tepat kalau saya berbicara tentang konsep perjuangan atas nama MP GAM, yang baiknya saya bicara atas nama GAM murni. Sebagaimana konsep asal didirikannya GAM pada tahun 1976 dulu yaitu untuk mendaulatkan kembali Negara Aceh serta mengusir penjajah ciptaan Belanda (RI) dari bumi Aceh, maka kita perlu ingat bahwa perjuangan ini harus melibatkan semua pihak dari segenap kompoen bangsa Aceh. Walaupun GAM merupakan tonggak perjuangan, tetapi gerakan-gerakan lain yang mewakili rakyat dari berbagai golongan harus dilibatkan dan dihormati serta saling menunjang ke arah tujuan yang sama. Dalam setiap perjuangan membebaskan sebuah negara dari penjajahan, maka kita bukan saja harus bertindak untuk mencapai cita-cita perjuangan dengan cara kita sendiri tetapi juga kita harus menilai dan menerima proses-proses yang bisa diterima masyarakat dunia internasional, seperti proses dialog dan Refenrendum yang mendapat dukungan dunia. Jadi perjuangan kita in! i tidak cukup hanya dengan kekutana senjata walaupun itu adalah keperluan pokok.

6. Apakah MP-GAM memiliki pasukan bersenjata? Kalau ada berapa banyak?

Tentu saja! Semua pasukan militer GAM murni adalah tunduk kepada MP dan tersebar diseluruh Aceh, malah ada yang diluar Aceh. Tentang jumlahnya tentu saja tidak mungkin saya umumkan pada saat ini karena ini akan hanya menguntungkan musuh.

7. Mereka ditempatkan dimana dan apa tugasnya?

Lihat jawaban no.6

8.Benarkah MP-GAM menjadi perantara pembelian senjata oleh prajurit GAM di Thailand?

Sebagai pucuk pimpinan GAM murni, tentu saja menjadi tanggung jawab kami membekali persenjataan kepada prajurit AGAM, tetapi tidak seperti yang di gembar gemburkan banyak orang tentang pembelian senjata di Thailand dan dipasokkan lewat Malaysia. Walaupun demikian, banyak juga senjata di Aceh sekarang adalah milik pribadi prajurit itu sendiri yang dibeli dengan hasil titik peluhnya sendiri, bukan dengan wang rakyat yang disetor ke Singapura sebagaimana yang dipropangandakan.

9. Bagaimana dengan kasus Guree Rahman yang tertangkap, tanggung jawab siapa?

Penangkapan Guree Rahman tidak ada sangkut paut dengan senjata. Beliau di serbu dan di tangkap pihak berwajib Malaysia pada jam 6.00 sore tanggal 22 Disember 1999 kala sedang minum kopi dalam sebuah restoran di Batu Caves, Selangor. Beberapa hari sebelum kejadian itu Guree Rahman melaporkan kepada saya bahwa beliau bertengkar dengan Malik Mahmud dan Zakaria Saman tentang penggunaan dana perjuangan yang di kontrol oleh Malik dan Zakaria. Kejadian yang sama juga pernah dialamai oleh Ishak Daud dan Toke Burhan pada tahun 1998 yang pada akhirnya mereka mengalami hal yang sama seperti Guree Rahman.

Guree Rahman merupakan seorang tokoh kuat GAM asal Pase adalah seorang pejuang murni yang pada setiap tindakannya hanya mementingkan perjuangan saja dan akan menentang siapa saja yang mencari keuntungan pribadi dalam perjuangan. Beliau sangat rapat dengan saya dan merupakan seorang pendukung kuat pembaharuan kepemimpinan GAM. Sikap dan pendirian beliau ini tentu saja tidak disenangi oleh kelompok bandit yang anti pembaharuan sehingga diadijeratdengan‘bantuan’anasir-anansir jahat dalam kepolisian Malaysia yang bekerja sama dengan TNI, dengan tuduhan memiliki senjata api. Perlu saya jelaskan, sekarang ini ada 15 orang yang diburu TNI di Malaysia termasuk saya sendiri sebagai nomor wahid dalam senarai mereka, apalagi setelah tersiarnya berita dalam New Straits Times (12/1/2000) tentang ada usaha pihak GAM untuk menyerang dan mengambil alih kedutaan RI di Kuala Lumpur. Dengan berita tersebut TNI punya alasan meminta keizinan pemerintah Malaysia untuk memburu! kami yang dianggap berbahaya untuk RI.

Saya pribadi sangat sedih dan merasa kehilangan besar dengan tertangkapnya Guree Rahman ini. Pada peringkat awal beliau ditangkap (sebelum keluar berita di koran tersebut), saya bersama Penglima Pengatur Strategi AGAM (Teuku Maulida) telah berhasil membuat negosiasi dengan pihak berwajib Malaysia sehingga pada tanggal 6 Januri 2000 Guree Rahman bersama Darmawan sudah dilepaskan dari tuduhan memiliki senjata api walaupun mereka masih ditahan di bawah akta Imigrasi (diluar bidang kuasa polisi). Usaha kami untuk menyelamatkan Guree Rahman ini sempat bocor keluar apabila kami terpaksa memberi sedikit penjelasan kepada pihak keluarga Guree Rahman dan kawan-kawan rapat seperjuangan menjelang Idul Fitri. Mungkin berita ini dimanfaatkan oleh pihak yang merancang menjerat Guree Rahman sehingga tersiarnya berita yang menggemparkan Malasyia pada tanggal 12 Januari tersebut yang akhirnya segala usaha kami menjadi gagal, malah saya sendiri menjadi sasaran buruan pihak be! rwajib.

Perlu sedikit saya perjelaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak pernah mendukung GAM dan mereka terikat dengan kerjasama ASEAN. Tetapi banyak individu-individu dalam pemerintahan Malaysia yang simpati kepada Aceh dan mereka inilah yang selama ini memberi ruang kepada kita untuk bisa menetap di Malaysia. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan pemerintah Malaysia karena setiap negara punya kepentingan sendiri yang tidak mungkin dikorbankan.

10. Kenapa MP-GAM mendesak agar Hasan Tiro segera pulang ke Aceh?

Lho, kok kami yang disalahkan? Bukankah dia sendiri yang obral janji mau pulang sejak sekian lama? Saya pikir ini bukanlah janjinya yang pertama beliau dan kami sebagai institusi yang berada dibawahnya tentu saja menyambut baik rencana beliau itu. Lagi pula bagaimana perjuangan kita ini kalau pemimpin kita bersembunyi di kutup utara yang jauh berpuluh kilometer dari bumi Aceh? Dia perlu dan wajib pulang kalau masih mau menjadi pemimpin perjuangan bangsa Aceh supaya dia bisa lihat sendiri bagaimana kondisi rakyatnya sekarang. Beliau juga perlu pulang dengan segera atau setidak-tidaknya berkunjung ke negara-negara lain (jangan memerap di Sweden saja) untuk membuktikan kepada umum bahwa beliau masih sehat dan mampu. Kalau tidak sama saja omong kosong.

11. Apakah Benar MP-GAM akan memecat Hasan Tiro? Apakah MP GAM berhak untuk itu?

Saya pikir senior GAM yang menganggotai MP perlu memikirkan soal ini dengan serius demi masa depan rakyat Aceh. Soal hak, sememangnya MP sebagai pimpinan eksekutif bersama-sama sebanyak 11 orang senior GAM mempunyai kuasa untuk memecat siapa saja dalam tubuh GAM yang dikira sudah mengkhianati atau merugikan perjuangan bangsa Aceh.

12. Apakah hal itu tidak justru menimbulkan pertentangan baru di tubuh GAM?

Mungkin saja hal itu terjadi. Apalagi kalau kita lihat corak perjuangan di lapangan sekarang adalah sepertinya lebih cenderung kepada kepentingan pribadi dan kefanatikan terhadap orang-orang tertentu. Saya pikir semua pihak perlu bertanya kembali kepada dirinya tentang Untuk Siapa Perjuangan Ini?. Untuk bangsa Aceh atau untuk pribadi?

13. Bukankah orang-orang di MP-GAM justru angkatan pertama GAM?

Nah itu dia, benar sekali. Makanya saya bilang mereka itu punya hak memecat siapa saja.

14. Bagaimana penilaian Anda terhadap AGAM?

Kalau AGAM murni tentu sudah jelas. Tetapi yang susahnya sekarang banyak orang mengaku AGAM tetapi tingkah lakunya merugikan perjuangan bangsa Aceh.

15. Menurut Anda siapa sebenarnya yang memulai perpecahan ini?

Jelas sekali pihak pihak yang mementingkan pribadinya. Mereka akan berbuat apa saja asalkan kepentingan pribadinya tidak terjejas. Soal rakyat Aceh mati dan menderita, malah soal memerdekan Aceh dari RI tidak pernah menjadi agenda mereka.

16. Apa saja program terbaru MP-GAM dalam menangani persoalan terbaru di Aceh?

Salah satu program penting kita sekarang adalah mengadakan dialog dengan RI malalui mediasi dunia internasional. Dialog ini bertujuan mencari solusi tentang bagaimana dan kapan pelaksanaan Referendum bisa dilaksanakan sesuai dengan tuntutan rakyat untuk penyelesaian masaalah Aceh secara damai dan menyuluruh. Dalam waktu yang sama tentangan kita terhadap TNI akan tetap diperkuat.

17. Kenapa MP-GAM disebut sebagai kelompok pro otonomi?

Kapan pernah ada seorang tokoh yang menganggotai MP menyatakan mereka menerima otonomi? Coba buktikan kepada saya! Semua tuduhan tentang MP yang cenderung kepada otonomi ini datangnya dari kelompok bandit dan fanatik. Mereka akan mencipta tuduhan dan propaganda apa saja demi misi pribadinya. Dengan ini saya beri jaminan dan saya tegaskan bahwa dalam buku kami tidak ada pilihan lain untuk Aceh selain merdeka, cuman jalan ke pintu merdeka itu bagaimana-kan bukan satu jalan saja menuju Roma?!

18. Bagaimana cara MP-GAM menjalankan organisasi?

Saya kira pertanyaan ini tidak perlu saya jawab, terlalu interen.

19. Pendapat Anda tentang tindakan beringas TNI akhir-akhir ini di Aceh?

TNI itu adalah mesin pembunuh ciptaan Soeharto. Sifat brutal yagtertanam dalam tubuh mereka ini tidak mungkin bisa dikikis. Saya kira Gus Dur sendiri menghadapai masaalah besar dengan Tni. Tentang sikap mereka di Aceh, ini bukan persoalan baru. TNI memang punya prigram khusus untuk Aceh sejak sekian lama dan sudah menjadi rahsia umum. Mereka menggunakan Aceh untuk manuver kuasa di Jakarta. Saya kira ini tidak akan berakhir sehingga Aceh mendapatlegitimasi dari dunia internasional.

20. Lalu tentang prospek perjuangan referendum Aceh?

Saya kira propseknya jelas dan bagus. Soalnya Referendum ini adalah tuntutan rakyat sendiri dan didukung oleh banyak pihak termasuk dunia internasional. Saya pikir ini adalah penyelesaian yang paling demokratis sekali sehingga tidak ada alasan untuk Indonesia menolaknya.

21. Apakah ada pihak yang sengaja mengadu domba? kalau ada siapa, dan apa targetnya?

Tentu saja dimana ada kancah akan ada pula pihak yang mengambil kesempatan, apalagi Aceh sebagai komoditi penting kepada RI. Lebih dari itu Aceh digunakan oleh Status Quo untuk berkuasa kembali di Indonesia.

22. Kenapa permasalahan GAM & MP-GAM tidak diselesaikan lewat dialog internal saja?

Banyak usaha telah dibuat ke arah itu, tetapi nampaknya kelompok bandit dan fanatik ini tidak mau berdialog. Mungkin mereka terlalu banyak bersalah, takut untuk menghadapi kenyataan.

23. Bagaimana tanggapan luar negeri terhadap perjuangan Aceh?

Pihak luar negeri masih menganggap Aceh ini sebagian dari RI. Pihak luar negeri juga beranggapan bahwa rakyat Aceh sekarang teralalu emosional dan perlu diberikan waktu untuk ‘Cool-down’ sebelum sesuatu proses selanjutnya di jalankan. Mereka tidak ingin melihat Aceh menjadi seperti Timor Timor yang mengorbankan ratusan ribu jiwa manusia.

24. Apakah benar sudah banyak negara yang sudah mendukung Aceh Merdeka?

Saya tertawa sendiri setiap kali mendengar perntanyaan ini. Tetapi tetap seperti biasa terpaksa saya jawab juga. Secara resminya belum ada sebuah negarapun yang mendukung Aceh Merdeka, walaupun banyak negara yang simpati kepada penderitaan rakyat Aceh.

25. Bukankah UNPO itu sudah bubar?

Tidak. UNPO masih wujud, cuman aktifitasnya saja yang berkurangan.

26. Saran dan himbauan yang ingin Anda sampaikan.

Kepada segenap konponen bangsa Aceh kami mengharap supaya tidak mudah terprovokasi dengan hal hal yang tidak menguntungkan perjuangan. Apa lagi yang bisa manghancurkan perjuangan bangsa Aceh. Hal ini perlu diwaspadai mengingat akhir akhir ini semakin jelas misi mereka yang mengatas namakan AGAM demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pola yang mereka terapkan sering sekali mengkambing hitam kan pihak lain dan tidak segan segan menghabisi nyawa saudaranya sekalipun. Mereka manabur fitnah dan propaganda kosong, menipu dan memeras rakyat, malah tidak segan-segan mengancam dan membunuh siapa saja seolah olah hukum berada di tangan mereka. Keadaan ini telah membuka ruang lebih besar kepada TNI untuk memporak-porandakan Aceh.

Rakyat Aceh dan setiap komponen bangsa yang mewakili kepentinngan rakyat Aceh harus merapatkan barisan, bahu membahu mendesak RI untuk menunaikan tuntutan rakyat. Dalam waktu yang sama kita jangan lupa bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Aceh beratus tahun menentang penjajah, ulama tetap harus kita patuhi dan Islam adalah pegangan kita.

Kepada rakyat Aceh, kepada pemimpin-pemimpin rakyat Aceh dan kepada semua pihak yang mewakili kepentingan rakyat Aceh, saya dengan ini ingin menyatakan bahwa saya tidak punya cita-cita pribadi dan tidak pernah berharap untuk menjadi pemimpin. Posisi saya sekarang sebagai Sekjen GAM hanya bersifat sementara yang saya terima secara terpaksa karena kasihan melihat senior-senior GAM yang begitu kewalahan. Disamping itu saya telah berjanji dengan beberapa orang tokoh-tokoh Aceh bahwa yang saya akan membantu menghantar bangsa Aceh ke gerbang pintu kemerdekaan dengan resiko apapun. Setelah semua ini selesai, Insja Allah, saya akan lenyap dari pandangan anda. Saya punya cita-cita pribadi untuk mendalami agama Islam sehingga saya menghembus nafas yang terakhir.

Saya kira ini saja sementara yang bisa saya perkatakan.