|
WAWANCARA Teuku
Don DENGAN TABLOID KRONIKA 22 JAN
2000.
1. Bisa Anda ceritakan bagaimana mulanya dan misi dibentuknya MP-GAM?
Penjelasan tentang asal-usul pembentukan MP GAM ini sudah banyak
sekali saya buat melalui berbagai media, tetapi saya pikir sesuatu
yang baik itu sememangnya perlu kita jelaskan berkali-kali dan masih
juga tidak dimengertikan. Kalau sesuatu yang buruk, wah enak saja
masuk kepala dan langsung diterima. Beginilah keadaan Aceh sekarang,
yang baik dibelakangkan dan yang buruk dianuti dan dipatuhi. Sepertinya
inilah zaman si Pandai dibodohi si Bodoh. Seorang ulama tasauf terkenal
(sudah almarhum) pernah berkata bahwa suatu saat Aceh ini akan dikuasai
oleh si Bodoh, kala itu si Pandai terpaksa patuh kepada si Bodoh ini
sehingga kehancuran total bangsa Aceh tidak dapat dielakkan akibat
si Bodoh berlagak pandai-pandai.
Sebelum saya menceritakan kembali asal-usul pembentukan MP GAM,
perlu juga saya jelaskan tentang apa itu GAM dan AGAM. Yang dimaksud
dengan GAM ialah nama sebuah organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan
Aceh dari RI. GAM adalah singakatan dari Gerakan Aceh Merdeka dan
dalam Bahasa Inggeris disebut Free Aceh Movement. Sedangkan AGAM adalah
Angkatan Gerakan Aceh Merdeka, yaitu sayap militer dari GAM. AGAM
bukan organisasi tetapi institusi yang berada dalam tubuh GAM. Ada
pula yang bertanya apa itu ASNLF (Aceh Sumatra Nasional Liberation
Front) dan apa pula Negara Aceh Sumatra Merdeka? Terus terang saya
sendiri kurang jelas dengan nama nama ini dan saya pikir kedua nama
ini tidak perlu serta hanya menambah kebingungan rakyat.
Kita kembali kepada institusi-institusi yang ada dalam GAM. Kalau
AGAM disebut sebagai sebuah institusi yang merupakan sayap militer
dari GAM maka MP GAM juga merupakan sebuah lagi institusi yang berada
dalam tubuh GAM yang berfungsi sebagai satu barisan pimpinan kolektif
GAM, bukan sebuah organisasi dan bukan berada diluar GAM. Tentu saja
banyak lagi institusi-institusi yang berada dalam tubuh GAM seperti
MB GAM Eropa (Urusan Luar Negeri), Biro Penerangan GAM dan lain lain.
Namun dalam perjuangan mengembalikan kedaulatan Negara Aceh Darussalam
hanya ada satu organisasi, yakni Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jadi
kalau selama ini masyarakat tertipu dengan fitnah bahwa MP GAM merupakan
sebuah organisasi untuk menghancurkan GAM, maka dengan penjelasan
ini saya berharap kekeliruan tersebut bisa terhapus. Perlu juga saya
perjelaskan bahwa posisi saya dalam GAM bukan Sekjen MP GAM tetapi
Sekjen GAM (juga sebuah institusi dalam tubuh GAM). Logikanya bagaimana
MP GAM b! isa punya Sekjen sedangkan ianya bukan organisasi. MP GAM
hanya punya sekretariat yang sewaktu pembentukannya saya sendiri memegang
jabatan sebagai Kepala Sekretriat, kemudian oleh senior-senior GAM
yang menganggotai MP GAM bersidang dan melantik saya sebagai Sekjen
GAM, dalam waktu yang sama Sekretariat MP GAM juga masih dalam tanggung
jawab saya walaupun sekarang ini bukan saya yang menjalankan tugas
harian Sekretariat.
MP GAM adalah singakatan dari Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh
Merdeka atau dalam bahasa Inggeris Executive Council of Free Aceh
Movement. Kalau kita selami arti perkataan " Majelis", maka kita akan
terbayang satu badan yang dianggotai bersama-sama oleh sekian banyak
tokoh (bukan satu orang). Manakala perkataan "Pemerintahan" pula membawa
makna "kepemimpinan". Maka apabila perkataan "Majelis" disambung dengan
Perkataan"Pemerintahan" akan membawa makna "Kepemimpinan Bersama-sama".
Sepertinya saya sedang mengajar anda semua tentang tata bahasa, tetapi
pada hakikatnya bukan itu niat saya. Saya cuma khuatir anda ‘tertidak’
paham akibat doktrin dan fitnah si Bodoh yang sedang memperbodohkan
anda sekarang diseluruh bumi Aceh.
Majelis Pemerintahan (MP) atau" Kepemimpinan Bersama-sama" ini dibentuk
hasil dari satu sidang pleno tokoh-tokoh dan senior GAM yang berlangsung
di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1999. Sidang yang diadakan untuk
membincangkan arah tuju dan re-organisi tonggak perjuangan bangsa
Aceh (GAM) yang kala itu bagaikan sepeda ban kempes dan putus rantai
itu ternyata menghasilkan satu keputusan luar biasa yaitu pembentukan
satu Badan Formatur yang diberi tanggung jawab oleh sidang untuk memilih
satu barisan pemimpin dan mendeklarasikansatu pembaharuan terhadap
kepemimpinan GAM. Hal ini timbul akibat dari keabsenan dan kondisi
kesehatan pendiri GAM, Tengku Hasan Muhammad di Tiro sejak sekian
lama sehingga GAM pada kala itu bagaikan penumpang tertinggal pesawat
dibandingkan dengan gerakan-gerakan sipil mahasiswa yang tumbuh akibat
dari tumbangnya rezim Soeharto. Setelah dua minggu para formatur seramai
5 orang bekerja bertungkus lumus, maka pada tanggal 22 Maret 199!
9 terbentuklah satu sistem baru kepemimpinan dan struktur organisasi
yang selama ini tidak pernah ada dalam GAM. Maka tumbuhlah semangat
baru dan semakin jelas misi ke depan tonggak perjuangan bangsa Aceh
ini.
Bersama ini saya lampirkan Dasar Pemikiran Lanjutan Perjuangan GAM
yang dicetuskan oleh beberapa orang tokoh tentra GAM yang menjumpai
saya sebulan sebelum sidang pleno tersebut:
LANJUTAN PERJUANGAN GERAKAN ACEH MERDEKA
Dasar Pemikiran & Rasionalnya:
1. Melihat perkembangan mutakhir di Indonesia dan sikap bangsa Aceh,
baik yang di Aceh maupun ditempat tempat lain, yang begitu lantang
dan berani akhir akhir ini memperkatakan dan maju kedepan menentang
RI secara terang terangan.
2. Mengingat penderitaan rakyat Aceh yang tidak berdosa berjatuhan
menjadi korban serta sikap Indonesia yang tidak pernah berubah terhadap
Aceh, malah bertambah brutal.
3. Menyadari ketergantungan dan keyakinan rakyat Aceh terhadap Gerakan
Aceh Merdeka sebagai tulang belakang pembela bangsa dari sudut ketenteraan
belum menjadi nyata.
4. Mengetahui dan pengalaman membuktikan bahwa tidak adanya tindakan
yang sesuai dan berpatutan yang dilakukan oleh pimpinan GAM yang ada
sekarang untuk membuktikan keberadaan dan fungsinya, sebaliknya hanya
menampakan lebih banyak buruk dari yang baik.
5. Memperhatikan perpecahan yang terjadi di kalangan anggota GAM
yang begitu meruncing.
Maka seharusnya:
1. GAM mesti menjadi tulang belakang pendukung keinginan bangsa Aceh
dewasa ini.
2. GAM harus menjadi inti utama pembela dan pertahanan yang sebenar
kepada bangsa Aceh.
3. GAM harus membuktikan keberadaannya dan memenuhi harapan bangsa
Aceh.
4. Mesti ada kumpulan penggerak utama yang ikhlas untuk menggerakan
kembali GAM ini dan meletakan GAM pada posisi dimana semestinya berada,
sebagai pembela bangsa.
5. Langkah langkah awal untuk mencapai cita cita bangsa dan menamatkan
perpecahan dikalangan anggota dan masyarakat yang disebut ini adalah
dengan menyatukan anggota Gerakan dengan cara memaafkan kesilapan
yang lalu dan membuka lembaran baru sesama kita, baik sesama anggota
maupun antara anggota dan masyarakat bukan anggota.
Usul Jalan Keluar:
Gerakan Aceh Merdeka mesti dan wajib di aktifkan secepat mungkin dengan
cara berikut:
1. Menggemblengkan kembali dan menyatukan semua anggota dengan dimulai
berperingkat peringkat. Menanamkan semangat baru dan mempersiapkan
mental anggota melalui kebenaran dan kepastian serta memperbetul kesilapan
pimpinan dulu dengan sistem yang lebih transparan dan jelas. Menjadikan
posisi anggota siap terjun dan tempur kapan saja.
2. Menyusun kembali sistem pemerintahan Gerakan menjadi lebih nyata
dan praktikal.
3. Mempersiapkan bekalan dan persenjataan dalam posisi siap tempur
di Aceh.
4. Mencipta satu imej baru Gerakan kepada masyarakat Aceh dan seluruh
dunia.
Usul Penting:
1. Lanjutan Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka ini tidak boleh ada pemimpin
tunggal yang mempunyai kuasa eksekutif demi mengelak penyalahgunaan
kuasa untuk kepentingan pribadi dan memastikan aktifitas Gerakan ini
nanti hanya untuk kepentingan bangsa Aceh.
2. Lanjutan Perjuangan ini mesti dipimpin oleh satu badan khusus
yang dianggotai oleh anggota Gerakan, Ulama dan cerdik pandai sebagai
Badan Pemerintahan Tertinggi GAM.
3. Semua anggota dan siapapun yang terlibat dalam usaha melanjutkan
perjuangan ini mestilah berjanji dan bersumpah bahwa keterlibatannya
semata mata hanya untuk kepentingan bangsa Aceh. Tidak ada kepentingan
pribadi dan mengaharapkan pangkat atau balasan. Tidak ada yang lebih
penting selain kepentingan hak bangsa Aceh di Aceh.
Bersama ini juga saya lampirkan keputusan Bandan Formatur yang saya
sebutkan itu:
Lapuran & Pengumuman
Peunutôh Hasé Keuridja Badan Formatur Angkatan Atjèh Meurdéhka
Bahwa kamoë para Formatur njang geupiléh dan geubri kuasa lam Meusapat
Ulèë-Ulèë Tantra dan Peudjuang Angkatan Atjèh Meurdehka bak uroe Ahad
7 Maret 1999, deungon njoe kamoe bri lapuran dan pengumuman Peuneutôh
hase keuridja dan tanggông jaweuëb kamoë:
1. Dasar Seumike kamoe:
Peureulee that Gerakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka njoe beu na pimpinan
baro njang teudong lansông di mijub droëneuh Wali Neugara, njang kon
si droë dua ureuëng lagèë njang ka ka, untok peuseulamat Peurdjuangan
Angkatan Atjeh Meurdehka njoe.
Peureulee that Geurakan (Angkatan) Atjeh Meudehka njoe beu meu-ato
dan meususon untôk peudjak buët njang beutôi dan meuguna keu Bansa
Atjeh ban bandum.
Peurelee that ban bandum komponen Gerakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka
njoe beu mesaboh dan meu sapeue kheun ateueh keupentengan bandum anggeeta
dan Bansa Atjeh, kon kepentengan si droe dua ureueng lagee njang ka
ka.
Peureulee that Geurakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka peugleh nan bak
mata donja, bak mata bansa Atjeh supaja buet geutanjoe beutoi beutoi
meuteumeung sokongan bak donja dan bansa teuh, kon haba haba mantong
lagee njang ka ka.
Peureulee that ta peuselamat bansa teuh bek djipoh le le Jawa-Indonesia
dan geutanjoe Geurakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka betoi beutoi beudjeut
ke pembela bansa, kon peuhantjo bansa, dan pereulee that geutanjoe
bek silap langkah le ukeue njoe.
2. Makadjih kamoe tjok peuneutoh:
Ka kamoe pileh 11 (siblah) droe ulee ulee Peudjuang, Tantra dan Ulama
njang bako bako dan na ileumee untok geupimpen sitjara meusigo Geurakan
Atjeh Merdehka njoe, geuduek bak saboh badan njang meuboh nan Madjlis
Peumeurintahan Geurakan Atjeh Meudehka (MP-GAM) njang geu melapor
lansong bak droe geuh Wali Neugara.
Ka kamoe pileh dan usul untok geu angkee le MP-GAM padum droe ureueng
njang bako bako dan na ileumee untok duek bak padum padum boh Urosan
rayek untuk peudjak buet Peurdjuangan njoe deungon teuato dan sistematis.
Ka kamoe usul tjit tjara tjara njang djroh bak anggeeta MP-GAM njoe
teuntang tugaih tugaih MP-GAM dan pakriban geupubuet buet beu na hase
keu Bansa Atjeh dan geuridha le Po.
Maka deungon njoe, tugaih dan fungsi kamoe sibagoe Formatur ka seuleusoe
dan Badan Formatur njoe ka teububar bak uroe njoe, 4 Zulhidjdjah 1419H/
22 Maret 1999. Kamoe bandum meudoa seumoga angeeta MP-GAM tetap lam
lidongan dan peutunjok Po, beu ek geupeuseulamat Perdjuangan Bansa
njoe, beu trok bak tjita tjita.
K r u S e u m a n g a t ! BADAN FORMATUR
Diantara misi penting yang perlu di jalankan segera
waktu itu adalah memperbaiki imej GAM dimata rakyat dan masyarakat internasional,
memperkuat sayap militer (AGAM), mewujudkan institusi-institusi yang
diperlukan sebagai sebuah organisasi pejuang kemerdekaan dan menghimpun
kembali segala sumber dan kekuatan yang ada dalam tubuh GAM. Itulah
diantara misi penting yang dicetuskan pada bulan Maret 1999 tersebut.
2. Apakah MP GAM juga tunduk dibawah pimpinan Wali Hasan Tiro?
Oh ya, tentu saja dan kalau mengikut struktur baru yang dicetuskan
pada bulan Maret 1999 tersebut, Tengku Hasan adalah pemimpin tertinggi
GAM dibawahnya langsung MP sebelum AGAM dan institusi-institusi lain.
Walaupun Tengku Hasan tetap di letakkan sebagai pemimpin tertinggi,
namun keputusan-keputusan dan urusan pengurusan GAM dipertanggunjawabkan
kepada MP sebagai pimpinan bersama. Jangan lupa bahwa yang menganngotai
MP adalah senior-senior GAM yang paling rapat dab bersama-sama Tengku
Hasan mendirikan GAM pada tahun 1976 dulu.
3. Dari struktur organisasi bagaimana hirarki hubungan Wali Negara
dengan MP-GAM?
Pertanyaan ini sudah terjawab di no.2, untuk lebih jelas lihat struktur
di bawah:
4. Kenapa pihak AGAM tidak menerima MP- GAM?
Siapa bilang AGAM tidak menerima MP? Kalau anda anggap Ismail Syahputra
mewakili AGAM, itu silap besar karena dia dan beberapa orang lagi
yang bermain di Aceh sekarang adalah gembong GPK asuhan TNI, bukan
GAM murni. Mereka yang mengklaim dirinya AGAM dan tidak menerima MP
adalah jelas sekali melanggar institusi organisasi dan saya pikir
mereka ini adalah GPK yang ditunggani oleh bandit-bandit dan mafia
Singapura yang bekerjasama dengan TNI (ABRI) sejak tahun 1985. Sedangkan
AGAM murni adalah terdiri dari tentra GAM yang profesional dan mereka
ini tidak banyak bicara. Mereka hanya tau berperang mengusir TNI dari
bumi Aceh serta melatih kader-kader baru, bukan menyebar fitnah dan
propaganda serta bukan membawa janji-janji kosong yang memecah belahkan
komponen bangsa Aceh.
5.Bagaimana konsep perjuangan Aceh menurut MP-GAM?
Kurang tepat kalau saya berbicara tentang konsep perjuangan atas
nama MP GAM, yang baiknya saya bicara atas nama GAM murni. Sebagaimana
konsep asal didirikannya GAM pada tahun 1976 dulu yaitu untuk mendaulatkan
kembali Negara Aceh serta mengusir penjajah ciptaan Belanda (RI) dari
bumi Aceh, maka kita perlu ingat bahwa perjuangan ini harus melibatkan
semua pihak dari segenap kompoen bangsa Aceh. Walaupun GAM merupakan
tonggak perjuangan, tetapi gerakan-gerakan lain yang mewakili rakyat
dari berbagai golongan harus dilibatkan dan dihormati serta saling
menunjang ke arah tujuan yang sama. Dalam setiap perjuangan membebaskan
sebuah negara dari penjajahan, maka kita bukan saja harus bertindak
untuk mencapai cita-cita perjuangan dengan cara kita sendiri tetapi
juga kita harus menilai dan menerima proses-proses yang bisa diterima
masyarakat dunia internasional, seperti proses dialog dan Refenrendum
yang mendapat dukungan dunia. Jadi perjuangan kita in! i tidak cukup
hanya dengan kekutana senjata walaupun itu adalah keperluan pokok.
6. Apakah MP-GAM memiliki pasukan bersenjata? Kalau ada berapa
banyak?
Tentu saja! Semua pasukan militer GAM murni adalah tunduk kepada
MP dan tersebar diseluruh Aceh, malah ada yang diluar Aceh. Tentang
jumlahnya tentu saja tidak mungkin saya umumkan pada saat ini karena
ini akan hanya menguntungkan musuh.
7. Mereka ditempatkan dimana dan apa tugasnya?
Lihat jawaban no.6
8.Benarkah MP-GAM menjadi perantara pembelian senjata oleh prajurit
GAM di Thailand?
Sebagai pucuk pimpinan GAM murni, tentu saja menjadi tanggung jawab
kami membekali persenjataan kepada prajurit AGAM, tetapi tidak seperti
yang di gembar gemburkan banyak orang tentang pembelian senjata di
Thailand dan dipasokkan lewat Malaysia. Walaupun demikian, banyak
juga senjata di Aceh sekarang adalah milik pribadi prajurit itu sendiri
yang dibeli dengan hasil titik peluhnya sendiri, bukan dengan wang
rakyat yang disetor ke Singapura sebagaimana yang dipropangandakan.
9. Bagaimana dengan kasus Guree Rahman yang tertangkap, tanggung
jawab siapa?
Penangkapan Guree Rahman tidak ada sangkut paut dengan senjata.
Beliau di serbu dan di tangkap pihak berwajib Malaysia pada jam 6.00
sore tanggal 22 Disember 1999 kala sedang minum kopi dalam sebuah
restoran di Batu Caves, Selangor. Beberapa hari sebelum kejadian itu
Guree Rahman melaporkan kepada saya bahwa beliau bertengkar dengan
Malik Mahmud dan Zakaria Saman tentang penggunaan dana perjuangan
yang di kontrol oleh Malik dan Zakaria. Kejadian yang sama juga pernah
dialamai oleh Ishak Daud dan Toke Burhan pada tahun 1998 yang pada
akhirnya mereka mengalami hal yang sama seperti Guree Rahman.
Guree Rahman merupakan seorang tokoh kuat GAM asal Pase adalah seorang
pejuang murni yang pada setiap tindakannya hanya mementingkan perjuangan
saja dan akan menentang siapa saja yang mencari keuntungan pribadi
dalam perjuangan. Beliau sangat rapat dengan saya dan merupakan seorang
pendukung kuat pembaharuan kepemimpinan GAM. Sikap dan pendirian beliau
ini tentu saja tidak disenangi oleh kelompok bandit yang anti pembaharuan
sehingga diadijeratdengan‘bantuan’anasir-anansir jahat dalam kepolisian
Malaysia yang bekerja sama dengan TNI, dengan tuduhan memiliki senjata
api. Perlu saya jelaskan, sekarang ini ada 15 orang yang diburu TNI
di Malaysia termasuk saya sendiri sebagai nomor wahid dalam senarai
mereka, apalagi setelah tersiarnya berita dalam New Straits Times
(12/1/2000) tentang ada usaha pihak GAM untuk menyerang dan mengambil
alih kedutaan RI di Kuala Lumpur. Dengan berita tersebut TNI punya
alasan meminta keizinan pemerintah Malaysia untuk memburu! kami yang
dianggap berbahaya untuk RI.
Saya pribadi sangat sedih dan merasa kehilangan besar dengan tertangkapnya
Guree Rahman ini. Pada peringkat awal beliau ditangkap (sebelum keluar
berita di koran tersebut), saya bersama Penglima Pengatur Strategi
AGAM (Teuku Maulida) telah berhasil membuat negosiasi dengan pihak
berwajib Malaysia sehingga pada tanggal 6 Januri 2000 Guree Rahman
bersama Darmawan sudah dilepaskan dari tuduhan memiliki senjata api
walaupun mereka masih ditahan di bawah akta Imigrasi (diluar bidang
kuasa polisi). Usaha kami untuk menyelamatkan Guree Rahman ini sempat
bocor keluar apabila kami terpaksa memberi sedikit penjelasan kepada
pihak keluarga Guree Rahman dan kawan-kawan rapat seperjuangan menjelang
Idul Fitri. Mungkin berita ini dimanfaatkan oleh pihak yang merancang
menjerat Guree Rahman sehingga tersiarnya berita yang menggemparkan
Malasyia pada tanggal 12 Januari tersebut yang akhirnya segala usaha
kami menjadi gagal, malah saya sendiri menjadi sasaran buruan pihak
be! rwajib.
Perlu sedikit saya perjelaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak pernah
mendukung GAM dan mereka terikat dengan kerjasama ASEAN. Tetapi banyak
individu-individu dalam pemerintahan Malaysia yang simpati kepada
Aceh dan mereka inilah yang selama ini memberi ruang kepada kita untuk
bisa menetap di Malaysia. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan
pemerintah Malaysia karena setiap negara punya kepentingan sendiri
yang tidak mungkin dikorbankan.
10. Kenapa MP-GAM mendesak agar Hasan Tiro segera pulang ke Aceh?
Lho, kok kami yang disalahkan? Bukankah dia sendiri yang obral
janji mau pulang sejak sekian lama? Saya pikir ini bukanlah janjinya
yang pertama beliau dan kami sebagai institusi yang berada dibawahnya
tentu saja menyambut baik rencana beliau itu. Lagi pula bagaimana
perjuangan kita ini kalau pemimpin kita bersembunyi di kutup utara
yang jauh berpuluh kilometer dari bumi Aceh? Dia perlu dan wajib
pulang kalau masih mau menjadi pemimpin perjuangan bangsa Aceh supaya
dia bisa lihat sendiri bagaimana kondisi rakyatnya sekarang. Beliau
juga perlu pulang dengan segera atau setidak-tidaknya berkunjung
ke negara-negara lain (jangan memerap di Sweden saja) untuk membuktikan
kepada umum bahwa beliau masih sehat dan mampu. Kalau tidak sama
saja omong kosong.
11. Apakah Benar MP-GAM akan memecat Hasan Tiro? Apakah MP GAM
berhak untuk itu?
Saya pikir senior GAM yang menganggotai MP perlu memikirkan soal
ini dengan serius demi masa depan rakyat Aceh. Soal hak, sememangnya
MP sebagai pimpinan eksekutif bersama-sama sebanyak 11 orang senior
GAM mempunyai kuasa untuk memecat siapa saja dalam tubuh GAM yang
dikira sudah mengkhianati atau merugikan perjuangan bangsa Aceh.
12. Apakah hal itu tidak justru menimbulkan pertentangan baru di
tubuh GAM?
Mungkin saja hal itu terjadi. Apalagi kalau kita lihat corak perjuangan
di lapangan sekarang adalah sepertinya lebih cenderung kepada kepentingan
pribadi dan kefanatikan terhadap orang-orang tertentu. Saya pikir
semua pihak perlu bertanya kembali kepada dirinya tentang Untuk Siapa
Perjuangan Ini?. Untuk bangsa Aceh atau untuk pribadi?
13. Bukankah orang-orang di MP-GAM justru angkatan pertama GAM?
Nah itu dia, benar sekali. Makanya saya bilang mereka itu punya
hak memecat siapa saja.
14. Bagaimana penilaian Anda terhadap AGAM?
Kalau AGAM murni tentu sudah jelas. Tetapi yang susahnya sekarang
banyak orang mengaku AGAM tetapi tingkah lakunya merugikan perjuangan
bangsa Aceh.
15. Menurut Anda siapa sebenarnya yang memulai perpecahan ini?
Jelas sekali pihak pihak yang mementingkan pribadinya. Mereka akan
berbuat apa saja asalkan kepentingan pribadinya tidak terjejas. Soal
rakyat Aceh mati dan menderita, malah soal memerdekan Aceh dari RI
tidak pernah menjadi agenda mereka.
16. Apa saja program terbaru MP-GAM dalam menangani persoalan terbaru
di Aceh?
Salah satu program penting kita sekarang adalah mengadakan dialog
dengan RI malalui mediasi dunia internasional. Dialog ini bertujuan
mencari solusi tentang bagaimana dan kapan pelaksanaan Referendum
bisa dilaksanakan sesuai dengan tuntutan rakyat untuk penyelesaian
masaalah Aceh secara damai dan menyuluruh. Dalam waktu yang sama tentangan
kita terhadap TNI akan tetap diperkuat.
17. Kenapa MP-GAM disebut sebagai kelompok pro otonomi?
Kapan pernah ada seorang tokoh yang menganggotai MP menyatakan mereka
menerima otonomi? Coba buktikan kepada saya! Semua tuduhan tentang
MP yang cenderung kepada otonomi ini datangnya dari kelompok bandit
dan fanatik. Mereka akan mencipta tuduhan dan propaganda apa saja
demi misi pribadinya. Dengan ini saya beri jaminan dan saya tegaskan
bahwa dalam buku kami tidak ada pilihan lain untuk Aceh selain merdeka,
cuman jalan ke pintu merdeka itu bagaimana-kan bukan satu jalan saja
menuju Roma?!
18. Bagaimana cara MP-GAM menjalankan organisasi?
Saya kira pertanyaan ini tidak perlu saya jawab, terlalu interen.
19. Pendapat Anda tentang tindakan beringas TNI akhir-akhir ini
di Aceh?
TNI itu adalah mesin pembunuh ciptaan Soeharto. Sifat brutal yagtertanam
dalam tubuh mereka ini tidak mungkin bisa dikikis. Saya kira Gus Dur
sendiri menghadapai masaalah besar dengan Tni. Tentang sikap mereka
di Aceh, ini bukan persoalan baru. TNI memang punya prigram khusus
untuk Aceh sejak sekian lama dan sudah menjadi rahsia umum. Mereka
menggunakan Aceh untuk manuver kuasa di Jakarta. Saya kira ini tidak
akan berakhir sehingga Aceh mendapatlegitimasi dari dunia internasional.
20. Lalu tentang prospek perjuangan referendum Aceh?
Saya kira propseknya jelas dan bagus. Soalnya Referendum ini adalah
tuntutan rakyat sendiri dan didukung oleh banyak pihak termasuk dunia
internasional. Saya pikir ini adalah penyelesaian yang paling demokratis
sekali sehingga tidak ada alasan untuk Indonesia menolaknya.
21. Apakah ada pihak yang sengaja mengadu domba? kalau ada siapa,
dan apa targetnya?
Tentu saja dimana ada kancah akan ada pula pihak yang mengambil kesempatan,
apalagi Aceh sebagai komoditi penting kepada RI. Lebih dari itu Aceh
digunakan oleh Status Quo untuk berkuasa kembali di Indonesia.
22. Kenapa permasalahan GAM & MP-GAM tidak diselesaikan lewat dialog
internal saja?
Banyak usaha telah dibuat ke arah itu, tetapi nampaknya kelompok
bandit dan fanatik ini tidak mau berdialog. Mungkin mereka terlalu
banyak bersalah, takut untuk menghadapi kenyataan.
23. Bagaimana tanggapan luar negeri terhadap perjuangan Aceh?
Pihak luar negeri masih menganggap Aceh ini sebagian dari RI. Pihak
luar negeri juga beranggapan bahwa rakyat Aceh sekarang teralalu emosional
dan perlu diberikan waktu untuk ‘Cool-down’ sebelum sesuatu proses
selanjutnya di jalankan. Mereka tidak ingin melihat Aceh menjadi seperti
Timor Timor yang mengorbankan ratusan ribu jiwa manusia.
24. Apakah benar sudah banyak negara yang sudah mendukung Aceh Merdeka?
Saya tertawa sendiri setiap kali mendengar perntanyaan ini. Tetapi
tetap seperti biasa terpaksa saya jawab juga. Secara resminya belum
ada sebuah negarapun yang mendukung Aceh Merdeka, walaupun banyak
negara yang simpati kepada penderitaan rakyat Aceh.
25. Bukankah UNPO itu sudah bubar?
Tidak. UNPO masih wujud, cuman aktifitasnya saja yang berkurangan.
26. Saran dan himbauan yang ingin Anda sampaikan.
Kepada segenap konponen bangsa Aceh kami mengharap supaya tidak mudah
terprovokasi dengan hal hal yang tidak menguntungkan perjuangan. Apa
lagi yang bisa manghancurkan perjuangan bangsa Aceh. Hal ini perlu
diwaspadai mengingat akhir akhir ini semakin jelas misi mereka yang
mengatas namakan AGAM demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pola
yang mereka terapkan sering sekali mengkambing hitam kan pihak lain
dan tidak segan segan menghabisi nyawa saudaranya sekalipun. Mereka
manabur fitnah dan propaganda kosong, menipu dan memeras rakyat, malah
tidak segan-segan mengancam dan membunuh siapa saja seolah olah hukum
berada di tangan mereka. Keadaan ini telah membuka ruang lebih besar
kepada TNI untuk memporak-porandakan Aceh.
Rakyat Aceh dan setiap komponen bangsa yang mewakili kepentinngan
rakyat Aceh harus merapatkan barisan, bahu membahu mendesak RI untuk
menunaikan tuntutan rakyat. Dalam waktu yang sama kita jangan lupa
bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Aceh beratus tahun menentang
penjajah, ulama tetap harus kita patuhi dan Islam adalah pegangan
kita.
Kepada rakyat Aceh, kepada pemimpin-pemimpin rakyat Aceh dan kepada
semua pihak yang mewakili kepentingan rakyat Aceh, saya dengan ini
ingin menyatakan bahwa saya tidak punya cita-cita pribadi dan tidak
pernah berharap untuk menjadi pemimpin. Posisi saya sekarang sebagai
Sekjen GAM hanya bersifat sementara yang saya terima secara terpaksa
karena kasihan melihat senior-senior GAM yang begitu kewalahan. Disamping
itu saya telah berjanji dengan beberapa orang tokoh-tokoh Aceh bahwa
yang saya akan membantu menghantar bangsa Aceh ke gerbang pintu kemerdekaan
dengan resiko apapun. Setelah semua ini selesai, Insja Allah, saya
akan lenyap dari pandangan anda. Saya punya cita-cita pribadi untuk
mendalami agama Islam sehingga saya menghembus nafas yang terakhir.
Saya kira ini saja sementara yang bisa saya perkatakan.
|